Kamis, 18 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #13

Pada artikel sebelumnya saya membahas tentang pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak dan tujuan dari pendidikan fitrah seksualitas.

Maka kali kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada anak.
Membangkitkan fitrah seksualitas anak bisa dimulai sejak mereka dilahirkan.
Pada framework pendidikan berbasih fitrah, membangkitkan fitrah seksualitas pada anak berbeda menurut tahap usia anak masing-masing.
Ada tiga tahapan usia anak yaitu tahap pra latih (0-2 tahun dan 3-6 tahun), tahap pre aqil baligh 1 ( 7-10 tahun) dan tahap pre aqil baligh 2 ( 11-14 tahun).

A. Tahap Pra Latih
* Usia 0-2 Tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan ibunya, karena terdapat proses menyusui.
Ibu menyusui anaknya.
Menyusui bukan sekedar memberi ASI.
Artinya ketika menyusui ibu memberikan perhatian secara penuh kepada anaknya.
Tidak melakukan aktifitas lainnya saat menyusui.

* Usia 3-6 tahun
Di usia ini anak harus dekat dengan kedua orangtuanya.
Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional.
Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan.
Dan pada akhirnya anak akan bisa menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya.

 Anak sudah bisa memastikan jenis seksualitasnya.
Mereka dengan mantap mengatakan  " saya perempuan " atau " saya laki-laki ".

B. Tahap Pre Aqil Baligh 1 (7-10 tahun)

Pada usia ini anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah.
Mengapa? Karena usia ini egosentris anak bergeser ke sosio sentris.
Ayah membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya.

Caranya bisa mengajak anak untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid.
Melakukan kegiatan pertukangan bersama.
Atau menghabiskan waktu di bengkel.

Selain itu, ayah juga menjelaskan tentang fungsi reproduksi yang dimiliknya.
Misalnya konsekuensi sperma bagi seorang laki-laki.

Begitupula sebaliknya, di usia ini anak perempuan lebih didekatkan pada ibunya.
Ibu membangkitkan peran keperempuanan dan keibuaan anak.

Misalnya memberi pengetahuan akan pentingnya ASI (Air Susu Ibu).
Agar kelak anak perempuan akan melaksanakan tugas menysuinya dengan baik.
Mengajarkan tentang pentingnya pendidikan bagi seorang ibu.
Seorang ibu haruslah terdidik, sebab ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Melibatkan anak dalam mempersiapkan hidangan yang begizi bagi keluarga.

Dan ibu menjadi tempat pertama yang menjelaskan tentang konsekuensi adanya rahim bagi perempuan.

C. Tahap Pre Aqil Baligh 2 ( 11-14)
Usia ini adalah puncak perkembangan fitrah seksualitas.
Pada usia ini anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, sedangkan anak perempuan akan mengalami menstruasi.
Mereka juga mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis.

Langkah pertama yang harus dilakukan orangtua dalam membangkitkan fitrah seksualitas pada usia ini adalah memberikan mereka kamar terpisah.

Di usia ini anak laki-laki harus lebih dekat pada ibunya.
Tujuannya, agar dia mampu memahami dan memperhatikan lawan jenisnya melalui kacamata perempuan.
Sehingga kelak dia akan tumbuh sebagai laki-laki yang bertanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Anak perempuan pada usia ini harus lebih dekat dengan ayahnya.
Ayah menjadi cinta pertamanya.
Ayah menjadi sosok ideal dimatanya.
Menjadi tempat mencurahkan segala keluh kesah.
Kedekatan ini membuat anak perempuan bisa memahami bagaimana laki-laki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan sesuai persepsi laki-laki.

Pertanyaan kemudian adalah bagaimana setelah usia 14 tahun?
Pasca usia 14 tahun anak bukan lagi anak.
Mereka adalah individu yang setara.
Tugas orangtua sudah selesai di usia ini.
Sebab jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh.
Anak sudah bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

Selamat mendidik dan membersamai ananda.
Bersabarlah karena kita hanya memiliki waktu selama 14 tahun.

Referensi :
Harry Santosa, Fitrah Based Education
http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html

============
REVIEW
setelah membaca  artikel di atas ko jadi makin merasa tertampar ya. Ya Allah nak maafin bunda ya. Selama ini hundreds masih melakukan aktivitas lain saat menyusui kamu 😥. Dua bulan kedepan in syaaAllah aisyah akan berusia 2 tahun itu artinya masa menyusui aisyah selesei nak. Bunda janji setelah ini akan fokus jika sedang menyusui aisyah ya..

Pada poin yg menjalankan saat anak berusia
7-10 tahun dan di jelaskan pada saat tersebut orangtua sudah bisa menjalankan tentang organ intim beserta fungsi2nya ko saya merasa belum PD ya melakukannya. Apalagi jika melihat kondisi para remaja saat ini. Hmm semoga saja jika saat itu tiba di Aisyah nnti bunda sudah punya banyak bekal ya nak. Kita belajar bareng..
Bismillah :)

Rabu, 17 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #12

Kali ini saya mengambil referensi dari www.ummi-online.com

Sahabat Ummi, tahukah bahwa beberapa waktu yang lalu media sosial dihebohkan dengan sebuah buku yang bertujuan mengenalkan pendidikan seks pada anak.
Dalam salah satu isi cerita, buku tersebut membahas persoalan masturbasi.
Ini yang membuat publik geger, topik ini langsung menjadi viral.

Saya tidak akan membahas isi buku lebih lanjut ataupun terjebak dalam pandangan pro dan kontra tentang perlunya memberikan pendidikan seks pada anak.

Di sini yang akan saya bahas adalah mengenai membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Setiap anak lahir dengan fitrahnya masing-masing.
Tugas orangtua adalah membangkitkan fitrah yang dimiliki anak, agar fitrah-fitrah tersebut mampu berkembang optimal.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks.
Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti masturbasi atau yang lainnya.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini.
Pertama, membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya.
Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.
Anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak berusia tiga tahun.
Orangtua mengenalkan organ seksual yang dimiliki oleh anak.
Ada baiknya dikenalkan dengan nama ilmiahnya, misalnya vagina pada perempuan atau penis pada laki-laki.
Mengapa harus nama ilmiah? Ini menghindarkan pada pentabuan.
Selama ini pembicaraan seputar seksuitas dianggap tabu oleh masyarakat.
Karena penjelasannya seringkali tidak secara ilmiah.
Hal yang tabu ini bisa mendorong anak untuk mencari-cari secara sembunyi-sembunyi.
Dan ini pada akhirnya akan memulai datangnya masalah penyimpangan seksual pada anak.
Orangtua harus menjadi pihak pertama yang secara jujur dan terbuka dalam menyampaikan hal yang berkaitan dengan organ seksual anak.
Sehingga anak akan mampu dengan jelas memahami identitas seksualnya.

Kedua, mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingg anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan".

Referensi :
http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-1.html
 =============
REVIEW
ada point yang saya garis besaran pada artikel bacaan diatas yakni :

💕Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini.
📣Pertama, membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya.
📣Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.
📣Anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak berusia tiga tahun.

Saat ini Aisyah hampir berusia 2 tahun. Itu artinya masih memiliki waktu yang cukup untuk menanamkan pendidikan fitrah seksualitas ini

Selasa, 16 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #11

Materi presentasi kelompok Alhamdulillah sudah usai. Dan di lanjutkan dengan tugas mencari referensi sumber yang berkaitan dengan judul pertama yakni mengenai FITRAH SEKSUALITAS Anak....

Dan berikut saya mendapatkan sebuah pembelajaran dari referensi salah satu catatan dari seorang teman di Fb.

Menjaga Aurat Bayi dan Ibu 👶
@juliasarahrangkuti

Salah satu pendidikan tarbiyah jinsiyah sejak anak-anak kita masih bayi yang dapat kita lakukan adalah dengan cara:

-Memandikannya di tempat tertutup (selayaknya orang dewasa yang tak mau ditonton saat mandi, makaa...adegan memandikan bayi pun janganlah dijadikan tontonan 😉).

-Membersihkannya saat pee/poo serta menggantikan bajunya tanpa dilihat orang lain. (bahkan termasuk juga Kakak2nya yang masih balita. Saya selalu meminta 2K utk "pergi dulu" jika sedang membersihkan Baby K).

-Menjemur bayi dalam keadaan berpakaian.

-Tidak memposting foto bayi dalam keadaan tidak berpakaian/hanya memakai pakaian dalam.

Selain itu, yang namanya punya newborn pastilah aktivitas menyusui jaaaaauh lebih banyak daripada aktivitas makan nasi dan aktivitas lainnya 😆

Kini, dengan adanya berbagai dukungan dan alat bantu, seperti ruangan menyusui, apron, gendongan bayi, dll, kita bisa bebas menyusui dimanapun-kapanpun. Namun, hal tersebut bukan berarti kita bisa bebas memperlihatkan aurat kita yaaa, Buibuuuk 😉

Tetap ada aturan yang harus dijaga, perhatikan batasan aurat muslim kepada muslim lainnya, batasan aurat kepada anak kecil, dst..

Saya pribadi selalu berusaha menutupi 'area menyusui' dari pandangan 2K meski mereka masih balita (terutama pada Abang K yang sudah mulai besar dan juga laki-laki). Repotkah? InsyaAllah tidak jika kita niatkan sebagai bagian dari ikhtiar tarbiyah jinsiyah pada anak-anak kita.

Bismillah.. Yuk kita biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa 😄

Happy breastfeeding, Ibu 😊

Tangerang, 02012018

IG : @juliasarahrangkuti
FP FB : Julia Sarah Rangkuti
Web : juliasarahrangkuti.com

==============
Dari bacaan tersebut loh ko saya selama ini tidak berpikir kemarahan sana ya. Dan Alhamdulillah Allah mendatangkan materi ilmu berharga ini melalui penugasan dari kelas Bunda Sayang.
Semoga kedepannya saya dapat menjadi ibu yang lbh bijak lagi terutama mengenai Fitrah Seksualitas Anak.
Aamiin

Senin, 15 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #10

Puberty
Tema yang ringan ini memang cucok dijadikan sebagai desert 😂

Namun bukan sekedar desert sebagai makanan penutup. Justru darinya semakin sadar akan banyaknya dan perlunya perhatian orangtua dalam hal menyiapkan anak dalam. Menghadapi masa pubertasnya.

Dsini saya bertekad akan menjadi ibu yang bisa sebagai sahabat anak
Dmana kelak anak akan tidak sunglasses menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kepada ibunya.

Karena berdasarkan pengalaman saya sendiri dimana dulu saat pertama mengalami menstruasi sangat bingung dan sangat malu untuk menceritakan ke ibu dan akhirnya semiotics berbohong beberapakali untuk menutupi apa yang sebenrnya terjadi.
Nah berbekal pengalaman ini semoga tidak terjadi dg anak anak saya kelak. Aamiin

Yuk sama sama belajar ya nak :)

Minggu, 14 Januari 2018

TARBIYAH JINSIYAH

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh...
Apa kabar semuanya??
Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat wal'afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin YRA.

Langsung aja ya, in sya Allah kami dari kelompok 7 akan mempresentasikan tantangan level 11 ini. Materi presentasi akan dibagikan dan dimoderatori oleh teman saya yang cantik, mba Pipit ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Sebelum mba Pipit share presentasinya, yuk kita buka bersama dengan baca basmallah...

Bismillahirrahmanirrahim...




Tak kenal maka tak sayang,
Udah liat fotonya, kalo nanti ketemu kami di jalan tegur yaa๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†




Bismillahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillah sampai juga di kelompok kami.
In syaaAllah saya dan mba Ika (Latifah)   bersama akan memaparkan materi mengenai Tarbiyah Jinsiyah ๐Ÿ‘‰ Pendidikan Seksualitas (pada anak)


Namun sebelum kita masuk ke materi mari sejenak kita bersama merenungi beberapa Fakta dan Data berikut ini :






Selain dari beberapa Fakta dan Data di atas, di sebutkan juga beberapa ciri-ciri anak yang sudah teradiksi menurut Bu Elly Risman selaku Psikolog dan  Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati,

Diantaranya :
 1. Suka menyendiri
 2. Bicara tidak melihat mata lawan bicara 
 3. Prestasi di sekolah menurun
 4. Suka berbicara jorok 
 5. Berperilaku jorok (menarik tali bra, menyenggol dg sengaja bagian tubuh tertentu, dll) 
 6. Suka berkhayal tentang pornografi. 
 7. Banyak minum dan banyak pipis. 
 8. Suka menonton, bila dihentikan akan mengamuk (tantrum).

Setelah kita tahu akan data dan fakta di atas mati kita masuk  ke pembahasan Utamanya. Yakni mengenai apa itu tarbiyah jinsiyah, apa hambatannya dan bagaimana penanganan nya



Kita lanjut ya ๐Ÿ˜Š
PANDANGAN ISLAM

๐Ÿ”ดIslam adalah agama yang sesuai dengan fithrah manusia.

๐Ÿ”ด Islam memberikan panduan dalam setiap prilaku & perbuatan, ada yang bersifat petunjuk (preventif), kuratif ataupun yang bersifat rehabilitatif. 

๐Ÿ”ดIslam memandang persoalan perilaku manusia adalah integralistik, bukan saja merupakan tanggung jawab suatu disiplin ilmu tertentu atau dalil tertentu, melainkan suatu
proses rekayasa sosial yang lebih luas.

Tarbiyah Jinsiyah menurut konsep Islam adalah ๐Ÿ‘‰ Upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina

Tarbiyah Jinsiyah & Sex education versi Barat
๐Ÿ“Pendidikan seks pola Islam mengacu kepada pendidikan akhlak & adab yang berlandaskan kepada keimanan dan syariat/ aturan yang berasal dari Allah SWT. 

๐Ÿ“Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misal, cara mencegah kehamilan, tidak aborsi dsb.

Nah, jadi berbeda ya, antara pendidikan seks yg selama ini diajarkan dengan apa yang sesuai pandangan Islam

Ustadz Budi Ashari, Lc dalam sebuah kajian di tahun 2014 menyatakan bahwa masalah besar jika pendidikan seksual yang diberikan justru membangkitkan syahwat dan mengeruhkan otak para pelajarnya. Dr. Adnan Baharits termasuk orang yang tidak setuju dengan pelajaran Biologi mengenai alat reproduksi untuk para pemuda (setingkat SMP-SMA). Menurutnya, hal itu justru membangkitkan syahwat yang tidak perlu. Pendidikan seksual adalah lahan subur bagi pengikut syahwat untuk menebarkan kebatilan, penyimpangan moral, dan pemikiran sesat mereka dengan dalil ilmiah. Salah satu contoh kesesatan dalam pendidikan seksual adalah anak boleh melihat aurat orangtuanya.

Nah hal yang sangat penting ialah Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga ๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ฆ, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik ๐Ÿ‘ณ‍♀๐Ÿง• (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat.

๐Ÿ“– Firman Allah SWT :

"Dijadikan indah pada  manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik"(QS Ali Imran: 14)

Mari kita ingat kembali bahwa
FAKTOR  YANG MEMBAWA PENGARUH DALAM PENDIDIKAN ialah :
1- Keluarga / Orang tua
2- Lingkungan
3- Media

4- Doa

Mengenai ke-4 faktor ini ada beberapa penjelasannya :

Orang tua zaman sekarang betul-betul sangat berat untuk mendidik anak-anaknya, karena anak-anak dapat dengan mudah memperoleh informasi yang kebanyakan tidak baik dan bahkan menyesatkan dari luar lingkungan keluarga. Arus Ghowzul Fikr telah begitu dahsyatnya meracuni pemikiran ummat Islam terutama anak-anak kita.
Oleh karena itu mulailah dari keluarga, beri penjelasan kepada anak-anak, mudah-mudahan mereka punya daya kebal terhadap pengaruh buruk dari banyaknya informasi yang mencelakakan.

Yang tak kalah penting diingat oleh orangtua, menurut Ustadz Budi Ashari, Lc, ada tiga pembahasan utama dalam pendidikan seksual yakni:
1. Berketurunan
2. Bersuci

3. Menutup aurat


Ustadzah Herlina Amran memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua terkait menanamkan Tarbiyah Jinsiyah untuk anak-anaknya:

















Diatas ada 15 slide yang menyebutkan mengenai apa saja konsep awal yang harus kita pahami  sebagai orangtua

Dan satu hal yang tidak kalah penting juga ialah:
๐Ÿ’ Mendampingi  Anak

Satu hal yang tidak boleh kita lupakan ketika mendidik  anak kita adalah menemani mereka saat menonton tayangan TV, internet dll. Suka atau tidak suka saat ini, TV dan media lain telah lebih dahsyat merusak akhlak anak-anak kita. Alangkah bijaknya bila orang tua bisa memilah apa yang ditonton anak atau bila perlu menggantinya dengan tontonan Islami yang akan memberikan pengaruh positif pada anak.

Terakhir, mari kita berdoa bersama agar anak-anak kita dijauhkan dari kejahatan seksual yang senantiasa mengancam.

Boleh dihafal doanya ya,

Doa agar anak dilindungi dari perbuatan zina atau kejahatan seksual:

ุงَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ุฐَู†ْุจَู‡ُ ูˆَุทَู‡ِّุฑْ ู‚َู„ْุจَู‡ُ ูˆَุญَุตِّู†ْ ูَุฑْุฌَู‡ُ
Allahummaghfir dzanbahu (ha)
Wathohhir qalbahu (ha)
Wahashshin farjahu (ha)

(*"hu" utk anak laki. "Ha" utk anak perempuan)

"Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya."

Ini adalah doa yg diucapkan nabi saw setelah berdialog dgn seorang pemuda yg minta ijin ke nabi agar diperbolehkan berzina. Setelah dialog yg mencerahkan, nabi menempelkan telapak tangannya ke dada sang pemuda, dan berdoa spt di atas. Semenjak itu sang pemuda tumbuh mjd sosok yg soleh dan membenci perzinaan.

๐Ÿ“– Referensi ๐Ÿ“–
Seminar Tarbiyah oleh usth. Herlini Amran pada tanggal 13/09/17

๐Ÿ“• Herlina Amran, MA. Tarbiyah Jinsiyah dalam Keluarga Muslim. http://pustaka.islamnet.web.id/Bahtsul_Masaail/

๐Ÿ“•Kajian Guru Kuttab Al Fatih Depok (26 November 2014). Tarbiyah Jinsiyah. http://rabbanifamily.tumblr.com/post/115612352121/

SESI TANYA JAWAB

1⃣ mba Leila
Slide terakhir yang 15 slide itu, maksudnya yang terkait interaksi secara jasmani, ya? Kalau peran keayahan, bagaimana menjadi suami yang mengayomi gitu, apakah perlu ditunda juga?

๐Ÿ”ตJadi maksud slide 15 ini lebih kepada pembelajaran mengenai hubungan suami istri. Umumnya yang kita pelajari selama ini masalah pendidikan seks itu sudah diajarkan di bangku SMP- SMA.
Bahasanya pun langsung vulgar. Bahkan ada yg diajarkan langsung bagaimana tata caranya.
Nah, dalam Islam, mau belajar demikian harus memang sudah matang dan sudah siap menikah. Jangan diajarkan saat remaja


Kalau mengenai karakter agar menjadi suami yang mengayomi atau istri yang Sholihah, perlu dididik karakternya sejak kecil. Sangat perlu peran orang tua dalam membentuknya. Jangan sampai anak kehilangan figur ayah dan ibu.

2⃣
Mba Leila
Nah, ini mengingatkan saya pada pendapat teman yang tidak mau menyiapkan anaknya terkait mimpi basah dst, padahal dia dokter, dengan alasan nanti malah mempercepat puber. Berbeda dengan materi bu Elly Risman yang justru mengajarkan perbedaan mani, wadi, madzi dengan cairan yang mirip konsistensinya (lem dkk). Ternyata memang ada pakar lain yang berpendapat demikian ya, bahwa pengenalan justru bisa berdampak negatif.

Trus kalimat terakhirnya, ini aurat maksudnya aurat dalam tanda kutip, ya? Misal sehari-hari pakai celana pendek kelihatan paha, gitu, itu aurat juga kan ya sebetulnya?

 ๐Ÿ”ต Iya mba. Jadi kalo Bu Elly Risman masih cukup banyak memakai cara pendidikan seks barat.
Dalam Islam, pengenalan mani madzi tidak perlu langsung di perhatikan demikian.

Jika anak sudah masuk usia tamyiz (mampu membedakan baik dan benar), mereka sudah dapat di ajak diskusi secara logika.

Nanti yg perlu menjalankannya adalah orang tua masing2. Jika anak laki, dikenalkan utk masalah baligh ini oleh ayahnya.
Misalnya, bisa diberitahu, "Abang, kalo nanti tahu-tahu Abang ngompol, tapi airnya bukan air pipis, namun lebih kental seperti lem, Abang kasih tau ayah ya. Karena tandanya Abang sudah baligh"

Atau kepada anak perempuan, pendekatan kepada ibunya yg melakukan. Dijelaskan saja apa itu haid,seperti apa awalnya.

๐Ÿ”ต tentang yg aurat. Iya benar mba. Aurat orangtuanya. Misalnya walau dengan anak sendiri, orang tua jangan membuka aurat utamanya. Misal ibunya berpakaian diatas lutut, atau pakaian you can see, apalagi kalau anaknya laki.

3⃣
Mba Fita
1. KIta tidak bisa benar2 mencegah anak dari paparan pornografi, krn tdk 24 jam bersama anak dan faktor lainnya. Bagaimana jika anak terlanjur terpapar gambar2 porno tsb? apalagi saat di sekolah/bersama teman2nya

2. Etika kehidupan suami istri baru diajarkan saat benar2 akan menikah, kalau kita tidak tahu pasti kapan kita akan menikah sejak kapan mulai belajarnya? takutnya merasa terlambat/kurang belajar saat udah benar2 mau nikah

๐Ÿ”ต Untuk pencegahan ini memang faktor penting orang tua dalam menjelaskan. Dari kecil anak sudah di jelaskan batasan aurat yg boleh dilihat mana yg tidak. Selain itu, pendidikan KEIMANAN dan ADAB juga sangat penting.
Jika anak sudah tau semua itu, ditambah iman dan adabnya kuat, maka jika lihat gambar porno pasti dia Tdk mau dan menutup mata.

๐Ÿ”ต untuk pertanyaan kedua, seperti yg sudah dijawab dari pertanyaan mba Leila tadi ya

4⃣
Mba Ela
Mba di poin ini seperti nya penekanan nya pd menemani saat menonton, pdhl justru kebanyakan anak2 di beri tontonan melalui gadget atw tv saat ortunya tdk bisa mendampingi. Wlwpun misalnya, konten tontonan itu sdh di pilih dan di pilah oleh ortu. Tdk menutup kemungkinan ada celah utk tontonan yg "buruk" terutama saat menonton youtube scr online misalnya. Ini gmn y mba?

๐Ÿ”ต Pertanyaan mba Ela jawabannya sama dengan pertanyaan mba Fita tadi mba.

Jadi di awal, selesaikan dulu informasi aurat kepada anak.

Dan mengenai tontonan memang baiknya sangat dikurangi. Baik itu tontonan TV atau HP/gadget lainnya.

Karena pengaruhnya lebih banyak buruknya dibandingkan baiknya
๐Ÿ”ต Anak2 yg tidak terbiasa nonton tontonan yg bukan haknya (maksudnya melihat aurat yg bukan haknya), maka saat ia melihat, ia akan risih dan malu. Biasanya menutup mata dengan tangan. Nah, jika mereka dibiasakan bahwa tidak apa2 nonton demikian, lama kelamaan mereka juga akan terbiasa. Selanjutnya bisa tidak merasa bersalah atau aneh jika melihat demikian lagi.

Wallahu'alam bishshowwab
๐Ÿ”ต Oya, tambahan. Satu lagi yg penting. Selain di dampingi adalah dicarikan teman2 yg baik utk anak2 kita. Karena lingkungan terdekat sangat berpengaruh bagi anak.

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #9

8⃣ Menganjurkan pernikahan dini pada anak.
👉 Keburukan pernikahan dini pada zaman modern, tetap saja kebaikan jauh lebih baik. Khususnya apabila disertai dgn usaha untuk mengamakan finansial dlm keluarga, baik untuk membantu orang tua, maupun untuk membantu si pemuda untuk mendapat pekerjaan yang layak. Penyakit kejiwaan dan sosial dalam masyarakat  serta berbagai peristiwa kriminal yg terjadi tdk lain merupakan akibat tdk lazimnya dr memperlambat pernikahan.

Dari point kelompok 9 tersebut membuat saya sedikit merenung akan kondisi saat ini.
Dan sedikit menyadarkan diri kenapa memang sebaiknya seorang pemuda jika sudah mampu harusnya menyegerakan dirinya untuk menikah. Dan ini bnyak terjadi di masyarakat ia yang lbh memilih menunda menikah dan akhirnya harus berujung berpacaran hingga banyak juga yg ternyta bercerita bahwa belum ada keputusan untuk menikah. Maa syaaAllah saya saja yang sebagai pendengar merasa sedih :(

Sungguh, Allah yang Maha Sempurna telah menginstall berbagai fitrah dalam diri anak kita yang dibutuhkan untuk menjadi insan yang bertaqwa, salah satunya adalah fitrah seksualitas. Alhamdulillah betapa Allah telah mengatur semuanya dengan seimbang dan proporsional, tidak kurang dan tidak lebih, melalui Rasullah SAW, Allah  SWT memudahkan hambanya dalam mendidik dan mengasuh anak membantu merawat dan menumbuhkan fitrah anak kita. Maka jika kita sebagai orang tua menginginkan anak tumbuh dengan keshalehan, teratur jiwanya, lurus akhlaknya dan kuat imannya, pastilah akan mengarahkannya sesuai dengan tuntunan yang ada. Karena aktivitas ini adalah proses bagi pendidikan anak


Sabtu, 13 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak #8

Pendidikan Seksualitas dalam islam untuk anak laki laki.

Walau saat ini baru punya 1 orang anak perempuan namun rasanya sudah bisa merasakan jika memiliki anak laki laki. Semoga Allah segera Kabulkan. Mohon doanya bunprof 😁😄

Dan pada materi yang di sampaikan saya terpilih oleh adik saya yang masih berusia 4 tahun. Dan sedikit sedikit langsung mereviewnya. Apakah ia sudah mendapatkan pola asuh yang sesuai.?

Dianna sy melihat interaksi ia dengan ayahnya tidak terlalu dekat.
Dan menjadi sebuah PR bagi saya ialah :
Jawaban dari pemateri mengenai tips agar tidak kehilangan sosok ayah.
Yaitu :
"tetap hadirkan sosoknya melalui cerita2 tentang ayahnya. Bisa juga dengan cerita2 mengenai sosok tauladan kita Nabi Muhammad SAW, sosok sahabat, dll."

Diana sebelumnya saya tidak terpikirkan dengan cara ini. Dan saya saya ini menjadi PR juga walau anak saya perempuan.

Semoga Allah senantiasa bersama keluarga kita semua. Aamiiin :)

Follow by Email