Rabu, 04 Oktober 2017

Aliran Rasa Game #8

*Rezeki itu pasti, Kemuliaan lah yang harus di cari *
.
.
Membersamai anak usia 1 tahun dengan konsep bahwa semua rezeki dari Allah dan Rezeki tak melulu berkaitan dengan Materi / Uang.
.
agar anak Cerdas Financial sejak dini. .
Alhamdulillah dapat materi ini saat Aisyah masih 1 tahunan.  Jadi masih Bis banget untuk belajar menerapkan konsep rezeki ke anak. Di game ini orangtua juga jadi lebih sering bersyukur karena  memang rezeki tak melulu dalam bentuk uang. Kesempatan dapat membuat anak bahagia juga sejauh rezeki yang tak ada duanya.
Alhamdulillah
.
.
(saat ngobrol di kandang)
B: Aisyah seneng punya kelinci?
A: nenggg (re: seneng)

B: Kelinci nya laper ya, kasih mamam Yuk..
A: nih nih nih (nunjuk 2 rumput, terus di cabut dan di kasih ke kandang kelinci)

B: kelinci nya mau makan ndak?
A: mau.. Laper

B : alhamdulillah,, (ucap bunda spontan) kalau kelinci nya mau makan bilang apa nak?

A: maacihh (sambil nengglengin kepala) (padahal mksdnya bilang Alhamdulillah) 😂

B: bilang " Alhamdulillah.. Terimakasih ya Allah" gitu. Bilang apa?
A: maacihh *sahut nya lagi

B: bilang terimakasihnya ke Allah.. "terimakasih yaa Allah"  kelinci Aisyah mau makan, kelinci Aisyah mau makan rumput ini
.. A: maacihh loohh (re: terimakasih ya Allah)

Selasa, 03 Oktober 2017

Isi hati

Nemu ini di fb jd merembes seakan mewakili isi hati yang sedang sayu belakangan ini 😆

Katanya, seorang ibu itu ibarat denyut jantung sebuah keluarga.

Di saat ibu mood-nya hepi, teruruslah anak dan suaminya.

Di saat ibu sendu, merembetlah kesedihan pada cara caranya mengurus rumah tangga.

Dan siapa sih yang gak asing dengan celetukan, "Jadi Ibu itu jangan sampai sakiiiit.."

Bukan. Bukan karena concern dengan kesehatan si Ibu, tapi lebih karena... kalau Ibu sakit yang ngurus anak anak siapa? Sarapan pagi dan bekal sekolah si Kakak gimana?? Sempak Bapake yang kemaren baru beli ditaruh dimana??? #eh 😂

Ritme kehidupan rumah tangga mendadak eror sejalan dengan durasi sakitnya si Ibu. Yang membuat ia berjuang kepingin buru buru sembuh.

Bukaan.. bukan karena rindu akan badan sehat tapi lebih karena.............. ga tega ngeliat bocah dipakein baju yang motif dan warnanya tabrak lari berhari hari *lirik tajam ke Bapake, wkwkw..

Yang seringkali terlupa adalah, dengan segabruk aktivitas yang bergantung pada kehadiran sang ibu, pada siapakah Ibu bersandar untuk me-recharge kembali energinya?

Pada Allah, sudah tentu. Di tengah malam yang sunyi ketika seisi rumah sudah lelap, tak ada yang mengalahkan asyiknya bercengkrama pada Allah dalam senyap. Meminta kekuatan buat esok hari, karna sadar betul dengan kemampuan diri.

Selain Allah, siapa lagi?

Suami.

Entah kenapa berkali ku amati, banyak sesama Ibu dan istri yang terlihat bahagia dengan hidupnya, ikhlas dengan aktivitasnya, dan waras dalam mengasuh anak anaknya............

ternyata diawali dari adanya limpahan cinta dari sang suami.
.
.
.
Cinta yang mungkin hanya sesederhana ucapan terimakasih karena sudah menjaga anak anak seharian..

Sesimpel pujian, "Enak deh Mah!" sembari mengacungkan jempol saat sarapan dihidangkan..

Sesederhana berkomentar, "Kamu kurusan ya, Dek?" meski baru saja menyaksikan si istri menyeduh indomie dua bungkus. Dimakannya pake nasi pula..

Sekecil menawarkan diri untuk menghandle bocah sesaat, supaya istri bisa menuntaskan keperluannya di kamar mandi tanpa ada gedoran pintu semenit lima kali.

Atau bahkan sereceh pesan singkat gombal, "Kangen deh sama Bunda. Besok Ayah transfer uang buat ikut Pre Order Puppet Booknya yaa.." #eaaaa Pesan yang gak cuma bikin si istri bahagia, tapi juga Book Advisornya 😂 IYAAA INI SEKALIAN JUALAN IYAAA.

***

Membahagiakan istri berarti menyuplai jiwa mereka dengan energi positif.

yang kemudian akan mengalir pada cara caranya mengurusi rumah dan keluarga.. yang juga tersalur pada geraknya dalam mendidik anak anak tercinta.

Membahagiakan istri berarti menyuntikkan semangat pada dirinya.

Semangat yang membuatnya terdorong untuk memberi lebih baik lagi. Sehingga bertemulah sang suami dengan kejutan kejutan, saat rasa masakan sang istri mulai meningkat level enaknya.. saat wajahnya menyambut di rumah dengan ceria senantiasa.. Ketika anak anak terlihat tumbuh sehat, cerdas, dan suka baca Halo Bali.. #ahsudahlah wkwkw.. 

Membahagiakan istri adalah cara suami menjaga keluarganya dari kejauhan.

Memastikan sang istri terpenuhi tangki cintanya, sehingga terjaga kewarasannya. Karena hanya mereka yang dipenuhi cinta, yang bisa berbagi cinta pada sekitarnya..

Membahagiakan istri,

Perkara sederhana tetapi amat besar efek dominonya.

Karena tugas pertama seorang Ayah terhadap anak anaknya adalah : mencintai Ibu mereka sepenuh jiwa 💜

💜post by Jayaning Hartami

Senin, 25 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #12

Allahumma soyyiban naafia'an

Ya Allah jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat, Aamiiin

Alhamdulillah hari ini pagi menjelang siang Hujan turun cukup deras hingga
rasanya ingin ikutan main Hujan 2an 😂

Sayangnya kami sekeluarga sedang batuk. Jd  hanya melihat hujan dr jendela dan merasakan asyiknya bunyi air yang jatuh keroyokan di atas atap. 😊

"Alhamdulillah hujan nak, udah lama gak hujan ya. Alhamdulillah sekarang hujan. Kita liat dr sini aja yak. Aisyah bisa berdoa apa aja sama Allah. Apalagi saat hujan gini. In syaaAllah di Kabul kan sama Allah.
"

Oiya yuk kita doa agar semuanya sehat kembali." Ya Allah Sehat kan aisyah, ayah bunda dan semuanya ya Allah. " aamiin

Dan Aisyah alhamdulillah sudah mengerti ketika berdoa ia akan langsung mengangkat kedua tangannya 😀

#day12

Minggu, 24 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #11

Hari ini kami sekeluarga menghadiri pernikahan saudara.

Saat suasana sudah mulai saya iseng kepo tanya2 😆

Td mas kawinnya apa?
"bla bla bla"

Uang yang di bawa brp?
"bla bla bla"

Setelah ngobrol arus sana sini sampai selesei sayapun menatap wajah aisyah yg sudah nampak sangat lelah.
Sambil berkata "dek, jadi anak yang shalihah ya, taat sama Allah,, kerjakan ibadah dengan maksimal. In syaaAllah bunda percaya seorang yang shalih akan menghargai wanitanya walau bukan dalam bentuk mahar yang besar. Karena pria shalih  akan memberikan mu lebih dari itu. Ia akan membantumu mendapatkan syurganya Allah yang nilainya jauh sekali dari sebesar apapun mahar seseorang."

Eh eh eh ko udah bahas ginian yak 😂😂
#day11

Sabtu, 23 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #10

Hari 10
Rezeki datang dari hasil silaturahim
.
.
Assalamualaikum "piit"

Terdengar suara di depan rumah.
"Iaa masukk "

Ternyta suara pakde Aisyah.
#bajuaisyah
Dan Aisyah langsung di berikan kantong plastik berisikan sepasang baju.

#akunGrab
Setelah cerita panjang lebar mendengarkan  curhatan suami mengenai perGojekan belakangan kmrn. Lngsung ia di tawarkan akun transportasi umum lainnya (selain gojek) yang sudah terverifikasi

#kantongberas
Sudah belakangan ini Alhamdulillah persediaan beras habis. Alhamdulillah masih bisa membeli beras eceran di warung. Eng ing Eng setelah pakdenya mau pulang ternyta di tinggalkan sekarang ukuran kecil beras. Maa syaaAllah

#bazarbaju
Seusai sholat maghrib pakde melihat tumpukan baju di kamar yang kosong dan sempat mempertanyakan ttg itu. Eh di ajakin untuk join an isi Bazar untuk menjualkan Baju 2 yg ada itu. Alhamdulillah peluang

Diatas segelintir hasil silaturahim yang kami rasakan. Maa syaaAllah berkah berkah 😀 aamiiin

Seusai pulang dan Aisyah di pakai kan baju yg tadi di bawakan
Eh maa syaaAllah yuk kita ucapkan terimakasih ke Allah Yuk.

Jumat, 22 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #9

Kesehatan aisyah sedang menurun 2 hari belakangan ini. Mohon doanya agar lekas sembuh 😇🙆

Bicara tentang rezeki maa syaaAllah hari ini Allah membuka jalan Itu dengan sangat indah.

Saat suami sudah Mondar mandir karena pemasukan yg sdg tdk stabil namun banyak yang Harus terselesaikan di akhir bulan ini membuat suami mendaftarkan diri ke gojek grup sebagai saran menjemput rezeki.

Saya sebagai istri hanya akan mendukungnya dan membantu sebisa mungkin. Walau agak tidak yakin akan bisa menjalankan gojeknya itu. 🙈 rasanya kalau suami pergi sendiri harus ikut aja gtu. Gak tega klo ia pergi sendirian 😇😢😘😆

Setiap ia berangkat rasanya pengen tau kabarnya terus #aihh

"gimana ayah, ada order kah di gojeknya"

"aku udh muter2 gak dpt orderan masa,"

"Ya Allah sabar ya ayah, semangaattt"

Berikut lah sedikit percakapan kami saat masing2 sedang H2C (harap2 Cemas)

Then
Siapa sangka saat hampir dua pekan bolak balik urus pergojekan depok - Bekasi, depok- Jakarta. dan  belajar cari pelanggan ternyta tidak semudah yang di pikirkan. Dan kabar baik itu datang sore hari ini selepas mau wudhu mau sholat asar.

"bunda, liat ini"
Nominal 5jetian lebih masuk di orderan

Barokallah, maa syaaAllah
Perhitungan Allah memang tdk pernah salah dan tidak ada yang sia2.

ternyta kosong nya orderan gojek itu Allah lekas gantikan pada saat justru ia sdg berada dirumah, dengan nominal mungkin sangat berkali 2 lipat dari orderan gojek. 😇😇

#day9

Kamis, 21 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #8

"Hadza min fadli Robbi"

Sungguh rezeki tak melulu soal uang. Kehadiran Aisyah di tengah2 ayah bunda merupakan rezeki berharga yang amat besar.

Setiap kali ada satu kemajuan yang bunda liat dari Aisyah bunda selalu bersyukur atas rezeki ini. Yang karena aisyah hadir ayah Bunda pun belajar mjd orangtua.

Ingat saat Aisyah bermain dengan teman2nya. Dan Aisyah yang masih kekeuh karena tidak mau meminjamkan mainan nya sampai akhirnya nangis.

Dan ia seketika berhenti nangis saat saya menjelaskan bahwa "mainan nya itu hanya titipan dari Allah. Bukan milik aisyah saja tapi ada hak teman2 aisyah boleh meminjamnya jg disitu. Nah kalau aisyah lagi main bareng jadi nnti harus berbagi mainan ya. Saling pinjam. Boleh ko. Okeh nak? "

IA pun mengangguk seakan mengerti atas penjelasan saya.

Dan benar saja setelah ia bertemu dengan temannya lahir ia dengan senang hati membolehkan temannya untuk meminjam mainan miliknya.

Pasti di awali dengan kalimat" ni njam nih"

(re: nih boleh pinjam nih) mungkin itu yang ia maksud.

Barokallah nak shalihah.
Sehat selalu dan tambah shalihah ya 😊

Rabu, 20 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #7

Rencana hari ini bikin kenclengan namun gagal karena ternyta suhu badannya aisyah cukup tinggi. Jadilah hr ini lbh sering nempel dan bobo sambil mimi sama bunda. Mungkin karena memang benar2 sdg tdk nyaman. Semoga lekas sehat ya nak.
.
.
Konsep rezeki yang belakangan ini di dengar setelah pertemuan dengan IIP. "rezeki itu pasti, kemuliaan lah yang di cari" rasanya NYESS bgt. Karena sebelumnya sangat mengkhawatirkan rezeki namun tdk memikirkan kemuliaan, Allah maaf kan.

Jadilah sepanjang tadi perjalanan pulang dari warung sempat bercerita ke Aisyah, bahwa kita tdk perlu menghabiskan waktu kita untuk mencari rezeki. Namun kewajiban2 kita terhadap Allah tdk di laksanakan atau lalai.

Rezeki itu masing2 org sudah ada jatah ya nak, begitu dengan rezeki Aisyah, ayah, dan bunda. Kita tdk boleh khawatir untuk hal itu.
Tugas kita adalah ikhtiar untuk menjemputnya. Tentu di barengi dengan Doa yang tulus. Maka saat misalnya Ayah sedang keluar untuk mengerjakan tugasnya kita yang ada dirumah harus lebih banyak Dekat 2 sama Allah, atau ayah sedang sibuk di komputer, aisyah main dlu sama bunda.. Dll..

Nah sambil nunggu ayah dirumah kita doa deh memohon sama Allah agar semuanya di lancarkan dan berkah ya..

(aisyah masih lemes Namun tetap seakan menyimak) sesekali ia menjawab dengan "iyaah" 😅😅

#day7

Selasa, 19 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #6

Hari ini seusai aisyah ikut belanja sayur dengan bunda. Kita berdua mencoba mengumpulkan Kpn2 yang ada dirumah dan rencana besok akan mulai membuat celengan sederhana.

Sangat semangat ketika aisyah di minta tolong. "wah uangnya jatuh nah, boleh bantu bunda ambilin uangnya?, Yuk kita kumpulin disini" hari ini kita berdua batu membereskan koin yang di dapur. Kebiasaan buruk bunda jg nih jatuh uang koin berceceran 😀

Dan saat di mintai tolong, aisyah melakukannya dengan antusias sekali padahal kondisi badannya lg panas dr semalam. 😢 cepet pulih ya nak..

Sambil membereskan koin sambil saya sisipi nilai tentang kebutuhan kita akan uang dan tidak boleh di gunakan seenaknya saja.

Senin, 18 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #5

Saat pagi menjelang siang di tempat tukang sayur.
.
.
Aisyah mau semangka?
Mau "jawabnya"
Yaudah beli semangkanya setengah aja ya, karena bunda bawa uangnya hanya pas untuk hari ini. Nnti kita makan semangka dirumah bareng sama ayah.

Karena kita sudah beli semangka jadi lauknya ini aja ya nanti. "sambil saya menunjukan beberapa jenis lauk dan sayur untuk di masak."

Ketika di jalan pulang saya pun tetap mencoba menjelaskan kenapa hr ini kita lauknya sayur asem dan tahu saja.

"td bunda beli sayur asem sama tahu, nnti kita masak bareng ya nak. Ini masih ada kembalian nya nnti kita pakai kalau ada kebutuhan lain aja. In syaaAllah menu hari ini cukup ya.. Nnti cemilan nya semangka deh.
Okeh?

" keeh" jawabnya menanggapi penjelasan sy..
Hihii

Alhamdulillah ya hari ini Allah masih memberikan kita rezeki yang cukup. Yuk berterima kasih kepada Allah.. " ya Allah terimakasih untuk semua rezekiMu, aisyah bisa makan nanti dirumah deh"

Eh Tetiba dy sahut dengan kata "aamiin"

Tuh kan aisyah makin pintar 😍
Alhamdulillah
Barokallah nak

#day5

Minggu, 17 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #4

"Aisyah ini bunda akan semangat bantu ayah cari penghasilan untuk aisyah nanti. Dan bunda akan berusaha untuk tidak mengurangi Waktu 2 bunda bersama aisyah.

Nah uang bunda ini akan digunakan untuk aisyah saat aisyah sudah memerlukan pendidikan yang lbh tinggi. Bunda gak mau nanti aisyah mentok di sekolah formal seadanya yg ada di zaman sekarang. Aisyah bantu bunda jg ya. In syaaAllah ayah dan bunda akan terus belajar untuk pendidikan apa yang aisyah butuhkan kedepannya "

Kurang lebih percakapan seperti itulah yang saya ucapkan menjelang ia tidur setelah pulang dr family camp.

#day4

Sabtu, 16 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #3

Berbicara terkait finansial setelah gr ini diskusi langsung dg bu septi di agenda family camp ternyta untuk anak usia satu tahun sudah bisa di lakukan bahkan sejak masih dalam kandungan.

Dengan cukup mengajak anak berdiskusi ringan dengan jeda waktu sekitar 5 menitan. Karena waktu 5 menitan itulah anak bisa berkonsentrasi untuk usia seperti ini.

Dan itu langsung saya coba mempraktikannya.

Saat ia sedang tenang makan saya coba ajak Aisyah berdiskusi dengan mulai
Mengatakan "Aisyah Pegang uang siapa nak tadi?"
Kaka "jawabnya"

Ooo uang kaka ya?
Uang kaka tadi ada banyak ya? Aisyah kalau punya uang banyak untuk apa nak?
"sambung saya"

( Setiap saya menanyakan ini ternyta merespon walau hanya beberapa kata)

Misal:

Oo aisyah klo punya uang bnyak untuk di tabung ya?, Terus untuk apa lagi nak?

"bung"
(re: tabung)

Dan di lanjut dengan beberapa pertanyaan lainnya jg. Walau akhirnya saya di tinggal pergi karena melihat bnyak teman2 nya yang berlari2an

Alhamdulillah jadi semakin belajar

#day3

Jumat, 15 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #2

Hari ke dua

Sambil mengikuti family camp dan banyak sharing dengan bu Septi. Ternyta masi diberikan kesempatan untuk mengerjakan Game level #8 ini

Bicara kecerdasan finansial hari ini

Sewaktu di stasiun mau menuju tempat acara family camp iip. Dan saya mengantri membeli tiket sampai akhirnya aisyah harus nangis karena cukup berdesakan.

Setelah usai saya coba untuk membekukan pengertian mengenai tujuan saya mengantri td. Dan sedikit menjelaskan kalau td yg sy lakukan itu menukarkan uang untuk mendapatkan tiket kereta yang akan membawa kita ke bogor.

Karena menangis berhenti maka saya menganggapnya ia paham dengan apa yang saya bicarakan.
Hihii

#day 2

Kamis, 14 September 2017

Mendidik anak finansial sejak dini #1

Mendidik anak finansial sejak dini. Ini materi yang sangat saya sukai.

Sedari dulu Alhamdulillah selalu percaya kalau rezeki itu datangnya  dr Allah. Dan ingat sekali sebelum menikah dlu kalau   lg kepengen apa2 itu pasti ibadahnya jadi berkali lipat. Mulai dari puasa sunnah sholat sunnah bahkan tilawah hampir tak pernah tinggal.

Namun setelah menikah entah kenapa sepertinya suami belum mempercayakan keuangannya di pegang oleh istri (saya) sempat sedih namun apa boleh buat. Mungkin karena memang hitung2an saya sangat lemah. 😥

Dan setelah saya ikut berjualan Alhamdulillah jadi bisa pegang uang sendiri dan bisa berbagi ke saudara2, ke orangtua, bahkan beberapa kali bisa membelikan pakaian untuk suami. Ah senangnya. Dan bisa belajar berinfaq pakai uang sendiri...

Gak ada niat apapun. Hanya ingin bisa membahagiakan org sekitar.

Ya apapun itu alasannya semoga Allah tetap menumbuhkan prasangka baiknya di diri ini.

Dan Alhamdulillah di usia satu tahunnya Aisyah saya selalu berusaha untuk melibatkan setiap apa yang ia punya itu dari Allah dan kita harus mengucapkan "Alhamdulillah" atas semua itu.

Dan biasanya saya akhirkan dengan kegiatan berdoa. Misal " terimakasih ya Allah, atas rezeki ini, jadikan aisyah anak yang shalihah dan pandai bersyukur" tak jarang ia akan seolah tau harus merespon dengan kata "aamiiin"

#hari1




Sabtu, 09 September 2017

Aliran Rasa #semua anak adalah bintang

Semua Anak Adalah Bintang dan dilevel inilah saya belajar untuk mencari bintang dalam diri Aisyah.

Dr beberapa pengamatan hasil kemarin saya mendapatkan Aisyah sangat sayang binatang. Ia akan rela makanannya ambil oleh binatang ada ad di hadapan ya.

IA sudah mulai jika fokus untuk melakukan kegiatan yang dominan butuh konsentrasi. Seperti menyusun puzzle Evamat. Walau hanya bertahan 5 menitan 😅

IA sudah mulai berani memegang benda yang dominan pembekalan seperti playdoh. Yang awalnya saaangat tdk mau megang.

Ia sangat cepat mengulang kata yang barusaja  ia dengar.

Ia bisa bertahan baca buku 'menunujuk isi buku" dengan jeda waktu lbh lama sambil menyebutkan isi bukunya.

Hobi mengamati jika ada anak yang bermain asik. Setelah beberapa menit dan dirasa ia bisa ikut main. Maka ia akan menghampiri dan SKSD.

Aisyah sudah bisa mengenal apa itu SHARING. / baik makanannya ataupun mainan nya.

Alhamdulillah..

#aliranrasa
#KuliahBunsayIIP
#Bintangkeluarga
#level7

Jumat, 08 September 2017

Perbaikan diri

Hal yang masih harus di tuntaskan:
Ruhiyah:
🍨 baca Quran 1 hari 1 juz
🍨 ngafal minimal 1 baris perhari
🍨 sholat tepat waktu
🍨 mendirikan QL
🍨 merugikan Dhuha
🍨 memulai puasa sunnah

Semoga Allah mudahkan.
Remind!!!
Flashback sewaktu sebelum nikah sholat selalu ONTIME, puasa sunnah minimal bgt senin kamis dan hutang puasa selalu teelunaskan tidak lama setelah idul fitri, tahajud minimal bgt 2kali dalam seminggu. Baca Quran sehari tidak pernah lewat.

Bismillah...
Katanya dengan menikah maka Ibadah 2 yang belum sempurna akan bisa tersempurnakan. Ya Allah ampuni hamba ini yang malah banyak merosot ibadahnya.

Izinkan hamba untuk memiliki anak yang shalih dan shalihah.

-ALLAHUMMANSURNAA BIL IIMAAAN-

#reminder

Selasa, 29 Agustus 2017

BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL KOMUNIKASI KITA

☕🍪 _cemilan rabu #2_ 🍪☕

*BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL KOMUNIKASI KITA*

Bulan ini bagi teman-teman yang sudah bisa menyelesaikan tantangan 10 hari, akan mendapatkan badge yang bertuliskan

_I'm responsible for my communication result_

Artinya apabila hasil komunikasi kita dengan pasangan hidup, dengan anak-anak, dengan teman-teman di komunitas, rekan kerja dan masyarakat sekitar kita, tidak sesuai harapan, maka jangan salahkan penerima pesan, kitalah yang bertanggung jawab untuk mengubah strategi komunikasi kita.

Contoh kasus saya pernah jengkel dengan assisten rumah tangga saya yang biasa dipanggil budhe. Berkali-kali diberitahu cara setrika yang benar, tapi hasilnya selalu salah.

Kondisi seperti ini biasanya akan menyulut emosi kita ke penerima pesan.

Maka saya harus segera mencari orang ketiga untuk cari solusi lain.

Saya ceritakan kondisi ini ke pak dodik, beliau hanya menjawab simple

"Kalau sekali saja diberitahu langsung paham, maka budhe itu sudah pasti jadi manager sebuah bank, bukan kerja di rumah ini"

(😀 beginilah salah satu gaya komunikasi pak dodik)

Hmmm....sayalah yang harus mengubah strategi komunikasi saya, artinya gaya komunikasi saya tidak tepat saat itu, bukan salah budhe.

Akhirnya ketemulah pola, kalau berkomunikasi dengan budhe harus diberi contoh, tidak hanya diberitahu lewat omongan saja.

Ini baru satu contoh komunikasi kita dengan assisten rumah tangga, belum lagi kasus komunikasi kita dengan ibu kita atau dengan ibu mertua kita, pasti makin kompleks. Dan yakinlah semua itu membuat kita makin terampil berkomunikasi, selama kita tidak menyalahkan hasil komunikasi kepada orang yang kita ajak bicara.

_There is NO failure, only WRONG RESULT, so we have to CHANGE our strategy_

Tidak ada kegagalan berkomunikasi itu yang ada hanya hasil yang berbeda, tidak sesuai harapan, untuk itu segera ubah strategy komunikasi anda.

Ingat satu hal ini, pada dasarnya kebutuhan manusia yang paling dalam adalah keinginan agar perasaannya didengar, diterima, dimengerti dan dihargai. 

Jadi dalam komunikasi, kita perlu meningkatkan kemampuan kita dalam mencoba memahami perasaan orang lain, apakah itu teman, pasangan hidup, rekan kerja, atasan, anak atau siapapun juga yang menjadi lawan bicara kita. 

Untuk anak-anak, seringkali mereka belum mampu untuk mengatakan apa yang mereka rasakan, bisa jadi karena perbendaharaan kata mereka yang belum banyak. 

Maka mereka akan menggunakan bahasa tubuh bahkan jauh ketika mereka belum pandai berbicara. 

Sebagai orang tua maka kita harus meningkatkan kepekaan kita dalam menangkap makna dibalik bahasa tubuh dan perasaan apa yang mendasari sehingga kita bisa memahami perasaan yang ingin disampaikan si anak. 

Rasa kurang percaya diri biasanya muncul karena kita “menidakkan perasaan” sehingga lawan bicara menjadi bingung, kesal, tidak mengenali perasaannya sendiri akhirnya tidak percaya pada perasaannya sendiri.

Jadi ingat dialog saya dan ibu waktu kecil

Saya : “Ibu, aku benci sama pak Guru. Tadi aku dimarahi di depan kelas”

Ibu : “Pasti kamu melakukan kesalahan makanya pak Guru marah sama kamu. Tidak mungkin kan pak Guru tiba-tiba marah”

Kalimat itu membuat saya jengkel sekali karena ibu seakan-akan justru membela pak guru dan otomatis menyalahkan saya.

Padahal saya hanya ingin di dengarkan. Sehingga kalimat

"Mbak jengkel banget ya sama pak guru, sini duduk sebelah ibu, minum teh hangat, dan mbak lanjutkan ceritanya"

Selamat melanjutkan tantangan komunikasi anda, jangan pernah menyerah walau kadang anda merasa lelah.

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

Sumber bacaan :

_Pengalaman pribadi dalam menghadapi tantangan komunikasi sehari-hari_

BERKOMUNIKASI SESUAI BAHASA CINTA ANAK

_Cemilan Rabu #3_ plus _Review #3 Komunikasi Produktif_

*BERKOMUNIKASI SESUAI BAHASA CINTA ANAK*

Menurut Gary Champan & Ross Campbell, MD, dalam buku mereka yang bertajuk The Five Love Languages of Children, terdapat 5 cara anak dan manusia memahami dan mengekspresikan cinta, yakni;

1. Sentuhan Fisik,

2. Kata-kata Mendukung,

3. Waktu Bersama,

4. Pemberian Hadiah,

5. Pelayanan.

Umumnya setiap anak bisa menerima cinta melalui 5 bahasa di atas, namun ada satu bahasa yang paling dominan pada masing-masing anak. Berikut adalah tips dalam berkomunikasi dengan si kecil sesuai bahasa cintanya.

1. Apabila bahasa cinta anak kita adalah Sentuhan Fisik
* Saat bertemu dan berpisah dengan si kecil, berilah pelukan.
* Saat si kecil stres, beri belaian untuk menenangkannya.
* Peluk dan cium si kecil saat ia tidur malam dan bangun pagi.
* Setelah mengajar disiplin pada si kecil, beri pelukan sejenak dan jelaskan bahwa pengajaran yang diberikan adalah untuk kebaikannya dan Anda tetap sayang padanya.
* Saat memilih hadiah untuknya, beri benda yang dapat ia pegang/peluk, seperti bantal, boneka, atau selimut.
* Saat menghabiskan waktu bersama si kecil, seperti menonton televisi bersama, duduklah berdekatan dengannya, sambil berpelukan.
* Sering-seringlah bertanya padanya apakah ia mau digandeng atau dipeluk.
* Apabila ia terluka, pegang dan peluk mereka untuk memberi kenyamanan.

2.Apabila bahasa cintanya adalah Kata-kata Mendukung
* Saat menyiapkan bekal untuknya, masukkan kertas kecil berisi kata-kata mendukung.
* Saat ia berhasil mencapai prestasi, tunjukkan rasa bangga Anda dengan memberi kata-kata membangun, seperti “Mama bangga dengan adik bermain adil di permainan tadi,” atau “Kakak baik sekali membantu adik membangun rumah-rumahan itu.”
* Simpan hasil karya si kecil, seperti lukisan atau tulisan, dan pajang dengan tambahan tempelan kertas mengapa Anda bangga dengan karyanya itu.
* Biasakan mengucap kata, “Mama sayang kamu,” tiap berpisah dengan si kecil atau menidurkannya di malam hari.
* Saat si kecil bersedih, bangun kepercayaan dirinya dengan mengucapkan alasan-alasan yang membuat Anda bangga padanya.

3. Apabila bahasa cintanya adalah Waktu Bersama
* Coba libatkan anak dalam aktivitas-aktivitas Anda, seperti belanja ke supermarket, memasak, mencuci piring, dan lain sebagainya.
* Saat si kecil ingin bercerita, hentikan sejenak aktivitas Anda untuk benar-benar menatap dan mendengarnya.
* Ajak si kecil memasak bersama, seperti membuat kue atau camilan lainnya.
* Tanyakan kepada si kecil mengenai tempat-tempat yang ingin ia kunjungi, dan jika ada kesempatan, beri kejutan dengan mengajak mereka ke tempat-tempat tersebut.
* Biasakan untuk memintanya menceritakan hari yang ia lalui di sekolah atau aktivitas lain yang telah ia lakukan.
* Saat mengajak si kecil bermain, bermainlah bersamanya ketimbang hanya menonton.
* Jika Anda memiliki lebih dari 1 anak, tetapkan jadwal bermain dengan masing-masing anak secara individu, tanpa melibatkan yang lain.

4. Apabila bahasa cintanya adalah Pemberian Hadiah
* Kumpulkan hadiah-hadiah kecil (tak perlu mahal) untuk diberikan kepada si kecil di saat-saat yang pas.
* Bawa permen atau camilan kecil lain yang dapat Anda berikan pada si kecil saat sedang bepergian.
* Beri makanan kesukaan si kecil, Anda bisa memasaknya sendiri atau mengajak si kecil ke restoran kesukaannya.
* Buah sebuah “kantong hadiah” berisi hadiah-hadiah (tak perlu mahal) yang dapat dipilih si kecil saat ia melakukan prestasi.
* Saat menyiapkan bekal untuknya, selipkan hadiah kecil untuknya.
* Buatkan semacam permainan teka-teki untuknya mencari hadiah dari Anda.
* Daripada membeli hadiah ulang tahun yang mahal, buatkan pesta ulang tahun meriah di tempat yang ia sukai.

5. Apabila bahas cintanya adalah Pelayanan
* Temani ia saat mengerjakan pekerjaan rumahnya.
* Saat ia sedih atau menghadapi kesulitan, buatkan makanan kesukaannya.
* Daripada menyuruhnya tidur, gendong atau gandeng mereka ke tempat tidur.
* Saat sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah, bantu mereka memilih pakaian untuk hari itu.
* Mulai ajarkan si kecil mengasihi orang lain dengan memberi contoh membantu orang lain atau memberi sumbangan kepada orang yang kurang mampu.
* Saat si kecil sakit, angkat semangatnya dengan menonton film, membaca buku, atau masak sup yang ia sukai.
* Saat menyiapkan sarapan, makan siang, atau makan malam, selipkan makanan penutup atau camilan kesukaan mereka.

Cara mengamati bahasa cinta anak :

1.  Amati cara si Kecil mengekspresikan cintanya pada Mama
Apabila si Kecil seringkali mengucapkan “Aku sayang Mama” atau “Terima kasih Mama atas makan malam yang enak”, Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin adalah “Kata-kata Mendukung”.

2. Amati cara si Kecil mengekspresikan cinta kepada orang lain
Apabila si Kecil seringkali ingin memberikan hadiah kepada teman atau gurunya, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Pemberian Hadiah”.

3. Pelajari apa yang seringkali diminta oleh si Kecil
Apabila si Kecil sering meminta Mama untuk menemaninya bermain atau membacakan cerita untuknya, maka Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin “Waktu Bersama”. Sedangkan kalau si Kecil sering meminta pendapat Mama mengenai apapun yang sedang dilakukannya, seperti “Mama suka ga sama gambarku?” atau “Bajuku bagus ga Ma?”, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Kata-kata Mendukung”.

4. Pelajari apa yang seringkali dikeluhkan oleh si Kecil
Apabila si Kecil sering mengeluh mengenai kesibukan Mama atau Papa diluar rumah, seperti “Papa kok kerja terus yah” atau “Mama kok ga pernah mengajakku ke taman lagi,” maka mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Waktu Bersama”.

5. Beri 2 pilihan kepada si Kecil
Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, Mama bisa menanyakan apa yang diinginkan si Kecil, untuk menemukan Bahasa Cinta yang dominan padanya. Pertanyaan yang diberikan dapat berupa pilihan antara 2 Bahasa Cinta. Contohnya, saat Mama ada waktu luang, dapat memberi pilihan kepada si Kecil seperti “Sore ini adik mau Mama temani jalan-jalan atau mau Mama betulkan rok adik yang rusak?”, dengan memberi pilihan ini maka Mama memberikan pilihan antara Bahasa Cinta “Waktu Bersama” atau “Pelayanan”.


_Sumber bacaan_:

_Gary Chapman & Ross campbell M.D, The 5 Love language of children, jakarta, 2014_

_Eric Berne, Games people Play, jakarta_

_Eric Berne, Transaksional Analysis, jakarta._
.

Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak

🍯🧀Cemilan Rabu #1🧀🍯

Melatih Kemandirian Anak

*Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak*

Membangun dan mendidik kemandirian anak bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama melatih anak mandiri ketika masih di usia dini. Secara alamiah anak sebenarnya cenderung untuk belajar memiliki kemandirian "Yes, I can!" Kata-kata ajaib ini merupakan sinyal dari kesadaran seorang anak terhadap diri dan kemampuannya sendiri untuk menentukan dirinya.

Orang tua yang bijaksana memanfaatkan keinginan akan kemandirian ini dengan membiarkan anak-anak mereka mempraktikkan keterampilan mereka yang baru muncul sesering mungkin pada lingkungan yang aman atau ramah anak. Dukungan orang tua yang seperti ini memang sangat dibutuhkan anak agar dapat melakukan berbagai hal secara mandiri, termasuk aktivitas yang masih relatif sulit.

Namun realita yang ada, orang tua terkadang merasa tidak tega, tidak bersabar, khawatir yang lahir karena bentuk rasa sayang yang berlebihan kepada anak.  Inilah salah satu penyebab dari kegagalan anak dalam proses kemandiriannya. Oleh karena itu, orang tua perlu memperbaiki sikap mental agar tidak mudah khawatir dengan anak.

Faktor lingkungan juga terkadang ikut andil dalam kegagalan proses kemandirian anak. Dorongan negatif dari lingkungan sekitar yang terkadang menganggap apa yang orang tua lakukan untuk melatih kemandirian anaknya sebagai bentuk eksploitasi. Padahal yang paling terpenting dan utama dalam membangun dan mendidik kemandirian anak adalah ketika anak merasa senang dalam melakukan aktivitas kemandiriannya tanpa ada rasa takut ataupun karena ada rasa tekanan dari luar.

Perlu diketahui bahwa kemandirian anak usia dini berbeda dengan kemandirian remaja ataupun orang dewasa. Jika pengertian mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain, sedangkan untuk anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan perkembangan usianya.

Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah sebagai berikut:

*1. Kemandirian dalam Keterampilan Hidup*

Prinsip pokok menumbuhkan kemandirian dalam keterampilan hidup adalah memberi kesempatan, bukan melatih. Anak secara alamiah memang cenderung berusaha belajar melakukan berbagai keterampilan hidup sehari-hari secara mandiri, semisal makan, mengenakan baju sendiri, mandiri sendiri, dsb.

Jika kita mengizinkan anak melakukan berbagai aktivitas hidup sehari-hari tersebut secara mandiri, lambat laun akan terampil. Yang kita perlukan hanyalah kesediaan mendampingi sehingga anak tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, meskipun kita tetap harus menyadari bahwa untuk mencapai keterampilan perlu latihan yang banyak dengan berbagai kesalahannya.

Kemandirian itu akan lebih meningkat kualitasnya jika orangtua secara sengaja memberi rangsangan kepada anak berupa tantangan untuk mengerjakan yang lebih rumit dan sulit. Ini bukan saja melatih kemandirian dalam urusan keterampilan hidup sehari-hari, melainkan juga menumbuhkan kemandirian secara emosional.

*2. Kemandirian Psikososial*

Bertengkar itu tidak baik. Tetapi menghentikan pertengkaran begitu saja, menjadikan anak kehilangan kesempatan untuk belajar menyelesaikan konflik. Kita memang harus menengahi dan adakalanya menghentikan. Tetapi kita juga harus membantu anak menggali masalahnya, merunut sebabnya dan menawarkan jalan keluar kepada anak, baik dengan menunjukkan berbagai alternatif tindakan yang dapat diambil maupun menanyakan kepada anak tentang apa saja yang lebih baik untuk dilakukan.

Apa yang terjadi jika kita bertindak keras terhadap berbagai konflik yang terjadi antar anak? Banyak hal,  salah satunya anak tidak berani mengambil sikap yang berbeda dengan teman-temannya, meskipun dia tahu bahwa sikap itulah yang seharusnya dia ambil. Padahal kita seharusnya menanamkan pada diri anak sikap untuk mendahulukan prinsip daripada harmoni. Rukun itu penting, tapi hidup dengan berpegang pada prinsip yang benar itu jauh lebih penting. Kita tanamkan kepada mereka _principles over harmony_ , melakukan hal-hal yang benar semata-mata karena prinsip. Bukan karena ada orang lain yang memaksa anak melakukannya.

Lalu apakah yang harus kita lakukan jika anak sedang bertengkar? Apakah kita biarkan mereka? Tidak. Kita tidak boleh membiarkan. Kita harus menangani. Membiarkan anak bertengkar dengan keyakinan mereka akan mampu menyelesaikan sendiri dapat memicu terjadi situasi submisif, yakni siapa kuat dia yang menang. Dan inilah yang sedang terjadi di negeri kita. Bahkan urusan antre pun, siapa yang kuat dia yang duluan. Dampaknya akan sangat luas dan bisa menakutkan.

Kita juga dapat melatih kemandirian psikososial anak secara lebih luas. Melatih _toilet trainee_ beserta adab-adabnya. Melatihnya bagaimana adab ketika bertamu atau menerima tamu, adab berbicara kepada yang lebih tua atau yang lebih muda, dan lain sebagainya.

*3. Kemandirian Belajar*

Inilah proses serius kita hari ini. Banyak sekolah yang bersibuk mengajari anak agar terampil membaca, menulis semenjak usia dini, tapi lupa bahwa yang paling mendasar adalah sikap positif, kemauan yang kuat, dorongan dan kebanggaan akan kegiatan tersebut.

Jika anak memiliki kemauan yang kuat untuk belajar disertai keyakinan (bukan hanya paham) bahwa belajar itu penting, maka kita dapat berharap anak akan cenderung menjadi pembelajar mandiri saat mereka memasuki usia 10 tahun. Sebaliknya jika kita hanya mengajari mereka berbagai kecakapan belajar semisal membaca, menulis, dan berhitung di usia dini, mungkin awalnya mereka menggebu-gebu untuk mempelajari semua itu, namun di usia 10 tahun justru menjadi titik balik berupa kejenuhan serta keengganan belajar.

*4. Kemandirian Emosional*

Bekal pokok dari kemandirian emosional adalah pengenalan diri yang diikuti dengan penerimaan diri, kemudian pengendalian diri. Ini memerlukan peran orangtua dalam mengajak anak untuk mengenali kelebihan-kelebihan, kekurangan, kemampuan dan kelemahannya sendiri. Pada saat yang sama orangtua menunjukkan penerimaan terhadap kekurangan maupun kelemahan anak, tetapi bukan berarti membiarkan anak melemahkan dirinya sendiri. Malas dan enggan mengatasi masalah merupakan bentuk sikap melemahkan diri sendiri. Orangtua perlu menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka tak patut merendahkan orang lain, tak pantas pula meninggikan diri. Lebih-lebih untuk sesuatu yang diperoleh tanpa melakukan usaha apa pun alias sepenuhnya merupakan pemberian semenjak lahir.

Yang juga penting untuk dilakukan adalah mendampingi anak mengenali kebutuhannya. Balita pun tak perlu rewel jika ia telah dapat mengenali kebutuhannya untuk istirahat. Perlu juga mendampingi mereka untuk belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan perlu dipenuhi, meski tak serta-merta. Sedangkan keinginan, adakalanya dapat dituruti, tetapi tetap perlu belajar menahan diri. Semua ini ditumbuhkan bersamaan dengan menguatkan dorongan sekaligus kemampuan bertanggung-jawab, termasuk berkait dengan konsekuensi atas berbagai tindakan mereka.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber bacaan :

Muhammad Fauzil Adhim, Anak Perlu Belajar Mandiri, Majalah Hidayatullah edisi November 2014.

Ciri Anak Mandiri dan Tahapan Perkembangan Kemandirian, www.AlMaghribiCendekia.com, 2015

William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004

Kemandirian Anak dan _Adversity Quotient

🍶🍫🍮Cemilan Rabu #2🍮🍫🍶

Melatih Kemandirian Anak

*Kemandirian Anak dan _Adversity Quotient_*

Berbagai rutinitas harian anak, seringkali menantang dan menghadapkan kita pada pilihan apakah akan 'membantunya' atau 'melatihnya melakukan sendiri'. Sebut saja, misalnya: makan, memakai sepatu, mandi, membereskan mainan, dan lain-lain.

Dengan alasan 'sudah terlambat', seringkali kita pada akhirnya 'membantu' menyuapi si tiga tahun. Tak jarang juga, kita bantu pasangkan sepatu si dua tahun, hanya karena tak sabar melihatnya berproses memakai sepatunya. Lalu bagaimana dengan si 10 tahun yang akan berangkat sekolah? Dengan alasan yg kurang lebih sama, kita sibuk menyiapkan seragam dan berbagai kebutuhan sekolahnya.

Padahal, yang kita cita-citakan bersama tentulah mempersiapkan calon ibu yang tangguh, serta calon ayah yang penuh tanggung jawab bukan? Dan kemandirian sejak dini adalah kunci awalnya.

Maka, bila anak-anak kita yang masih berusia 0-1 tahun masih sepenuhnya bergantung pada orang lain di sekitarnya, seiring dengan pertumbuhannya, sepatutnya kita melatih juga kemandirian anak. Misal: anak usia 3 tahun sewajarnya bila sudah tidak disuapi lagi, dan anak usia 4 tahun sepatutnya sudah bisa membersihkan tubuhnya sendiri.

Adalah _Adversity Quotient_ yang menggambarkan pola seseorang dalam mengolah tanggapan atas semua bentuk dan intensitas dari kesulitan. Menurut Paul G. Stoltz, _Adversity Quotient_ merupakan kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

_Adversity Quotient_ memiliki  tiga tingkatan dengan terminologi pendaki gunung.

*1. AQ rendah*
Mereka cenderung mudah menyerah dan tidak berdaya. Mudah menyalahkan orang lain tanpa memperbaiki situasi. Kesulitan yang dihadapi mempengaruhi semua aspek hidupnya sehingga selalu merasa dikelilingi kesulitan.  Seringkali menolak kesempatan yang diberikan. Mereka diidentikkan sebagai orang yang terhenti ( _quitter_)

*2. AQ sedang*
Memiliki banyak perhitungan. Mereka mampu memandang kesulitan sebagai sesuatu yang sementara dan cepat berlalu, tetapi ketika kesulitan itu semakin menumpuk, maka akan membuat putus harapan dan memandang kesulitan tersebut akan berlangsung lama dan menetap.

Seringkali sudah melakukan sedikit lalu berhenti di tengah jalan. Mereka mau mendaki meskipun akan berhenti di pos tertentu dan merasa cukup sampai disitu ( _camper_)

*3. AQ tinggi*
Inilah pembelajar seumur hidup. Mereka mempu untuk mengendalikan setiap kesulitan. Kesulitan yang muncul pada satu aspek kehidupan tidak meluas pada aspek yang lain. Mereka memandang kesulitan yang ada bersifat sementara dan cepat berlalu. Mampu memandang apa yang ada di balik tantangan tanpa memikirkan suatu hal sebagai hambatan. Mereka membuktikan diri untuk terus mendaki ( _climber_)

Pandu anak-anak supaya terbentuk AQ yang tinggi. Bukankah ini penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan sehari-hari? Supaya mereka bisa melewati tantangan hidup. Menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana hingga yang sulit dapat mereka lakukan dengan penuh percaya diri. 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Bahan Inspirasi :
Stoltz, P.G. 2000. Adversity Quotient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. PT. Grasindo

Melatih Kemandirian Anak

🍮🍓🍵Cemilan Rabu #3🍵🍓🍮

Melatih Kemandirian Anak

*Ayah Bunda, Biarkan Anakmu Berproses*

Jika anak kerap meminta secara berlebihan dan selalu ingin dilayani, layaknya kita waspada. Apa yang terjadi pada diri anak kita kemungkinan sinyal bahwa ia tidak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Namun jangan pula terburu-buru menyalahkan anak. Sebab apa yang terjadi tak lepas dari bagaimana kita mendidiknya.

Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Seringkali orang tua bersikap *ambivalen* dalam menghadapi anak. Di satu pihak mereka menuntut anak menjadi mandiri, namun di sisi lain orang tua kurang berteguh hati untuk memberikan kesempatan pada anaknya untuk mencoba. Padahal keyakinan diri anak-anak tumbuh ketika mereka menyelesaikan aktivitas  kemandirian mereka. Bagi anak, dengan memberikan kontribusi dalam keluarga, mereka melihat dirinya sebagai anggota yang penting dari "tim" keluarga. Di samping itu, ketika mereka menguasai keterampilan baru mereka merasa berkompeten.

Sikap bijaksana orangtua memang sangat diperlukan dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua tidak perlu bersikap terlalu melindungi. Berikanlah anak kebebasan untuk mengungkap segala keinginan dan pikirannya. Orang tua juga tidak perlu malu atau gengsi jika anak melakukan kesalahan.

Ukuran kebenaran bagi anak tidak dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Lagi pula dari kesalahan itu, anak akan belajar lebih banyak. Ingatlah, bahwa orang tua tidak selalu ada di samping anak untuk membantunya seumur hidup. Karena itu, ketika anak belajar mandiri, tunjukkanlah bahwa orang tua memperhatikan hal-hal yang mereka lakukan. Pujian dan dorongan akan memotivasi anak dan membuat mereka merasa bangga.

Anak-anak senang ketika mereka diliputi kehangatan yang mengalir dari persetujuan orang tua yang selalu mereka cari. Anak juga berharap orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka, Karena bila larangan itu hadir, kelak anak akan menjadi bingung dan kehilangan respek terhadap orang tua yang tidak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.
Maka Ayah Bunda biarkanlah anak  mandiri dan bertanggung jawab, meskipun hasilnya belum maksimal, terus fokus mendampingi anak berproses secara bertahap.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Bahan Inspirasi :

Nina Chairani & Nurachmi W., penyunting. Biarkan Anak Bicara, Jakarta. Republika, 2003

William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004

Adversity Intelligence for Successful Life (AIfSL

Cemilan Rabu, 12 April 2017

🏵Adversity Intelligence for Successful Life (AIfSL)🏵

🖌Setelah 19 tahun melewati penelitian yang panjang & mengkaji lebih dari 500 referensi, Paul G. Stoltz mengemukakan satu kecerdasan baru selain IQ, EI, SI yakni AI. *AI (Adversity Intelligence)* adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. Bagaimana mengubah hambatan menjadi peluang.
AI dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AI menjadi indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan.

*Adversity Intelligence (AI)*berarti bisa juga disebut dengan *ketahanan atau daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah*. Stein & Book (2004) menjelaskan bahwa ketahanan adalah kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif mengatasi kesulitan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi. Orang yang tahan menghadapi kesulitan akan menghadapi, bukan menghindari, tidak menyerah pada rasa tidak berdaya atau putus asa.

AI berakar pada bagaimana kita merasakan tantangan-tantangan yang dihadapi. Orang yang memiliki AI lebih tinggi, tidak menyalahkan pihak lain atas kemunduran yang terjadi dan mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan tantangan. Ia selalu belajar dari kesalahan dan mengambil sisi positif dari setiap kejadian. Orang yang memiliki AI tinggi, berani mengambil resiko yang diperhitungkan.

📌Faktor-faktor yang mempengaruhi AI, yaitu:

1. Daya saing
Individu yang merespon kesulitan secara lebih optimis dapat diramalkan akan bersifat lebih agresif dan mengambil lebih banyak resiko.
2. Kreativitas
Orang yang tidak mampu menghadapi kesulitan menjadi tidak mampu bertindak kreatif. Oleh karena itu, kreativitas menuntut kemampuan untuk mengatasi kesulitan yang oleh hal-hal yang tidak pasti.
3.Motivasi
Orang yang AInya tinggi dianggap sebagai yang paling memiliki motivasi.
4. Mengambil Resiko
Individu yang merespon kesulitan secara lebih konstruktif, bersedia mengambil banyak resiko. Resiko merupakan aspek esensial pendakian.
5. Perbaikan
Perbaikan terus-menerus perlu dilakukan supaya individu bisa bertahan hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik.
6.Ketekunan
Ketekunan adalah kemampuan untuk terus menerus walaupun dihadapkan padakemunduran-kemunduran atau kegagalan.
7.Belajar
Anak dengan respon-respon yang pesimistis terhadap kesulitan tidak akan banyak belajar dan berprestasi jika dibandingkan dengan anak yang memiliki pola-pola yang lebih optimis.

📌Sebagai gambaran AI dalam diri seseorang, Stoltz memakai terminologi  para pendaki gunung. Dalam hal ini, Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga bagian:
➡Quitter (yang menyerah).
Para quitter adalah mereka yang sekadar bertahan hidup. Mereka mudah putus asa dan menyerah di tengah jalan.
➡Camper  (berkemah di tengah  perjalanan)
Mereka  berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi  risiko yang aman dan terukur. Cepat puas, dan berhenti di tengah jalan.
➡Climber (pendaki yang mencapai  puncak).
Berani menghadapi risiko dan menuntaskan pekerjaannya. Merekalah yang berada di puncak.

📌Dimensi AI dapat kita pahami sebagai berikut :
💧C --> Control : Seberapa besar control yang kita rasakan saat dihadapkan pada persoalan yang sulit, bermusuhan atau berlawanan?
💧O2 --> Origin dan Ownership : Siapa atau apa yang menjadi asal muasal suatu kesulitan? Sejauh mana kita berperan memunculkan kesulitan?
💧R --> Reach : Seberapa jauh suatu kesulitan akan merembes ke wilayah kehidupan kita yang lain?
💧E --> Endurance : Berapa lama kesulitan akan berlangsung? Berapa lama penyebab kesulitan akan berlangsung?

📌Adapun cara mengembangkan dan menerapkan AI :
💧L --> Listened (dengar) respon kita dan temukan sesuatu yang salah
💧E --> Explored (gali) asal dan peran kita dalam persoalan ini
💧A --> Analized (analisalah) fakta-fakta dan temukan beberapa faktor yang mendukung kita
💧D --> Do (lakukan) sesuatu tindakan nyata

✳Hubungan AI dengan Sukses

Dalam kehidupan nyata, hanya para climbers-lah yang akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Sebuah penelitian yang dilakukan Charles Handy terhadap ratusan orang sukses di Inggris memperlihatkan bahwa mereka memiliki tiga karakter yang sama.

*Pertama*, mereka berdedikasi tinggi terhadap apa yang tengah dijalankannya. Dedikasi itu bisa berupa komitmen ,passion, kecintaan atau ambisi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.

*Kedua*, mereka memiliki determinasi. Kemauan untuk mencapai tujuan, bekerja keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan kemauan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

*Terakhir*, selalu berbeda dengan orang lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Dari ciri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dua dari tiga karakter orang sukses erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan. Mereka yang AI nya tinggi menjadi lebih sukses dalam kehidupan daripada mereka yang AI nya rendah.

Bagaimana dengan kita?  

📚Sumber bacaan :

https://tisna2008.wordpress.com/2009/05/26/antara-iq-eq-dan-sq/amp/

https://personalityfajar.wordpress.com/tag/adversity-quotient/

https://personalityirine.wordpress.com

https://skripsipsikologie.wordpress.com/2010/07/17/pengertian-adversity-quotient/

https://nafismudrika.wordpress.com/2010/04/22/adversity-quotient-by-paul-g-stoltz/

Fitrah Belajar

🥝🥑 Cemilan Rabu 🥑🥝
Memahami Gaya Belajar Anak

📑Fitrah Belajar📜
-------------------------------

"Anakku malas belajar"
Pernah dapat keluhan ini dari teman-teman sejawat?, atau dari tetangga?Saudara? atau kita sendirilah yang mengeluhkan hal ini.

Benarkah anak-anak kita malas belajar?. Atau jangan-jangan kitalah yang terlalu mengkotak-kotakkan pengertian belajar, sehingga menjadi "duduk diam di meja belajar sambil baca buku atau menulis/menyalin".

Fitrahnya setiap anak adalah pembelajar sejati, bagaimana tidak?.
Setiap bayi yang lahir adalah pembelajar tangguh, bayi tidak memutuskan merangkak seumur hidupnya, namun ia menuntaskan belajar berjalan dengan gigih, sampai bisa berlari dan melompat. Setiap bayi yang dilahirkan adalah penjelajah yang penuh rasa ingin tahu (discoverer, curiousity)setiap sudut rumah jadi targetnya. Setiap bayi yang lahir juga penuh dengan daya imajinasi kreatif. Lihat saja, di tangan kanak-kanak kita, sangkutan baju jadi pesawat, kursi jadi kuda pacu, awan dicat berwarna ungu, matahari berubah pink (merah muda) dan lain sebagainya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yang aman dan semangat.

Lalu mengapa bisa berubah menjadi enggan atau malas belajar?. Jangan-jangan kitalah yang telah mengubur dan menyimpangkan fitrah belajarnya.

Apa saja yang bisa mencerabut fitrah belajar anak-anak kita?

1. pendidik (orangtua/guru) yang terlalu menyetir proses belajar anak, sehingga daya kreatif anak lumpuh.

2. pendidik yang terlalu banyak menyarikan materi, anak-anak tidak berkesempatan memaknai dan menemukan asosiasi antara ide-ide, sehingga daya pikirnya tidak terlatih

3. Buku teks yang digunakan tak mengandung ide-ide menggugah

4. Dipakainya kompetisi dan rasa takut sebagai pelecut belajar, sehingga anak-anak bukan belajar karena "rasa ingin tahunya".

*Kita tidak bisa memastikan buku mana yang akan menggetarkan jiwa seorang anak; lukisan atau komposisi mana yang akan memantik apresiasi seninya; kunjungan ke tempat historis mana yang akan membangkitkan kesadaran sejarahnya. Setiap anak akan memberi respon secara berbeda-beda sesuai keunikan minat dan kepribadian mereka. Yang bisa kita lakukan adalah membuka akses selebar-lebarnya untuk mereka pada seberagam mungkin ide yang berharga (Charlotte Mason)*

Banyak orang mengira, kemampuan manusia yang utama dalam belajar adalah adaptasi, padahal semua binatang dan tumbuhanpun, Allah ciptakan mampu beradaptasi. Demikian juga, jika kita menganggap kemampuan utama manusia itu adalah kompetisi, karena sesungguhnya hewan dan jin pun berkompetisi.

*Ketahuilah bahwa kemampuan manusia yang utama adalah mengelola, mengklasifikasi, menginovasi dan mewariskan pengetahuan sebagai produk dari potensi fitrah belajarnya.* Seribu kera bisa dilatih memancing ikan, namun tidak satupun dari mereka mampu menciptakan kail dan mewariskan pada anak-anaknya.

Sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki potensi fitrah belajar. Para orang tua/pendidik tidak perlu panik menggegas kemampuan belajar anak-anaknya. Anak-anak hanya memerlukan sebuah ruang terbuka di alam dan hati orangtuanya yang terbuka bagi imajinasi kreatifnya, bagi curiousity-nya, bagi ketuntasan eksplorasi belajarnya, bagi penjelajahan dan petualangan belajarnya, bagi kesempatan untuk semakin menjadi dirinya.

sumber bacaan:
Fitrah based Education, 2016, Harry Santosa, Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
💾💾💾💾💾💾💾💾💾💾

Memahami Gaya Belajar Anak

🍒🍈Cemilan Rabu 🍒🍈

Memahami Gaya Belajar Anak

🌱 *ANAK ADALAH BENIH KEHIDUPAN*  🌱

Banyak orang tua mengeluhkan anak tidak mau mengikuti perintah atau malah melakukan hal yang dilarang. Pada prinsipnya, anak bukanlah kertas kosong yang akan pasif menerima semua perintah atau perlakukan dari lingkungan sekitar.Sebaliknya anak memiliki gambar dan warna sendiri yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Maka pendidikan seharusnya tidak menyamaratakan anak, tetapi memahami keistimewaan anak dan mengembangkannya.

🐥 *Motivasi Eksternal & Motivasi Internal* 🐣

Penelitian yang dilakukan oleh Daniel Pink memberikan hasil bahwa dorongan dari luar berupa ganjaran dan hukuman pada anak, tidak efektif dalam mendidik anak. Apabila seorang anak diberikan iming-iming saat berhasil dengan satu tantangan, anak memang bisa lebih cepat bertindak, namun dampaknya cepat menghilang dan menimbulkan ketergantungan. Motivasi Internal berarti menumbuhkan kesadaran pada diri anak, menghargai anak sebagai benih kehidupan. Hasilnya tidak terlihat langsung, karena lebih lambat dalam membentuk perilaku. Namun motivasi internal ini memberikan dampak yang lebih lama, membangun kemandirian anak dan bisa membantu anak dalam menyelesaikan tugas yang kompleks dan butuh kreativitas.

Anak lahir dengan kecerdasan tertentu yang butuh ditumbuhkembangkan secara optimal. Keberagaman potensi anak perlu dipahami oleh orang tua dan kemudian mendidik anak sesuai dengan potensinya tersebut. Pendidikan yang menumbuhkan meyakini bahwa anak adalah benih kehidupan. Benih yang mempunyai karakteristik tertentu, bukan kertas kosong, anak akan bergerak sendiri, mencari tahu, mengenali, memuaskan rasa ingin tahunya.

Ibarat benih, anak lahir dengan kekuatan menggerakkan akar-akar ke dalam tanah untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Anak akan terus menerus bergerak hingga menemukan jawaban yang memuaskan rasa ingin tahunya.  Anak dengan komposisi kecerdasan visual akan tertarik pada hal-hal yang memuaskan kebutuhan visualnya. Demikian juga anak dengan komposisi kecerdasan lainnya. Komposisi kecerdasan ini akan mengambil peran pada gaya belajar anak.

Apakah seseorang hanya mempunyai kecenderungan salah satu gaya belajar? Belum tentu, bisa saja ia memiliki modalitas belajar perpaduan dari ketiga ciri tersebut. Tugas kita para pendidik (orangtua/guru) adalah memberikan stimulasi dengan ketiga ciri gaya belajar dimaksud.

*Yang penting anak pernah merasakan semua gaya belajar. Secara fitrah dirinya akan belajar mengikuti "suara hati kecil" akan menggunakan gaya yang mana, atau mengkombinasikan banyak gaya bergantung badai yg dihadapi .Ikuti suara hati kecil itu biarkan dia yang bersujud membisikkan ke seluruh bumi dan diamini oleh seluruh penghuni langit. ( _Septi Peni Wulandani_)*. 🌏🌏

Sehingga ilmu itu jadi berkah.

Sumber:
Anak Bukan Kertas Kosong, 2015, Bukik Setiawan, Panda Media

Diskusi ringan di kelas Bunda Sayang Koordinator IIP bersama Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Institut Ibu Profesional

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional/

Gaya Belajar Anak

🥜🍯Cemilan Rabu🍯🥜

Gaya Belajar Anak

*SCL, Student Centered Learning* 🔬📦📊

Apa itu SCL?
Student Centered Learning, Pembelajaran berpusat pada siswa adalah :
_Pengajaran yang 'sadar' terhadap siswa dan kebutuhan mereka melebihi hal lain, menempatkan siswa di pusat proses belajar._

Siswa lebih aktif dalan proses belajarnya sementara guru menjadi fasilitator dalam proses  belajar, bukan sebagai presenter informasi.

SCL, tidak hanya memungkinkan siswa atau anak memilih apa yang harus dipelajari, tapi bagaimana dan mengapa topik tersebut.

Brandes and Ginnis (1986), dalam bukunya  ‘A Guide to Student–Centered Learning' menjelaskan prinsip utama dalam SCL adalah :

1⃣‌Pelajar atau siswa bertanggungjawab penuh terhadap apa yang dipelajari

2⃣‌Keterlibatan dan partisipasi sangat dibutuhkan dalam proses belajar

3⃣‌Hubungan antar pelajar atau siswa adalah sama (setara), bertumbuh dan berkembang

4⃣‌Guru bertindak sebagai fasilitator dan narasumber

5⃣‌Pengalaman belajar berpengaruh dalam pendidikannya (afektif dan kognitif mengalir bersama)

6⃣‌Pelajar melihat dirinya berbeda sebagai hasil dari pengalaman belajar.

_*Implikasi SCL dalam Desain Kurikulum siswa*_

SCL mencakup gagasan bahwa siswa memiliki pilihan tentang apa yang harus dipelajari, bagaimana cara belajar dan sejauh mana hal tersebut bisa dia lakukan. Pada akhirnya setiap siswa akan mempunyai _personalized curriculum_  yang pasti amat berbeda dengan siswa yang lainnya.

_*Strategi Belajar "Student Centered Learning"*_

*KWHLAQ* salah satunya. Siswa dapat menggunakannya sebagai panduan untuk memperdalam topik yang dipelajari. Orangtua atau guru pun dapat menggunakannya untuk menstimulus siswa memperdalam informasi terkait topik yang dipelajari.

Masih bingung? Tenang, contoh penerapannya dapat disimak di infografis yang menyertai cemilan ini.

Selamat belajar bersama ananda 📚

Sumber :
_http://www.teachthought.com/pedagogy/28-student-centered-instructional-strategies/_

_Jurnal,  Geraldine O’Neill and Tim McMahon, 2005, STUDENT–CENTRED LEARNING: WHAT DOES IT MEAN FOR STUDENTS AND LECTURERS?, University College Dublin_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

Menstimulasi Anak Suka Membaca

🍦 *CEMILAN RABU* 🍦

*_ Menstimulasi Anak Suka Membaca_*

*Pendekatan Permainan dalam Mengajar Membaca*

🌟Pada hakikatnya membaca adalah proses memahami dan merekonstruksi makna yang terkandung dalam bahan bacaan. 

🌟Kemampuan membaca yang diperoleh seseorang pada tahap membaca permulaan, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut kelak.

🌟Karenanya, para ahli merancang berbagai metode permainan untuk mengembangkan kemampuan membaca anak usia dini dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

*Berikut adalah beberapa metode permainan membaca yang dimaksud:*

1⃣*Metode sintesis*
Metode ini berdasarkan pada teori asosiasi. Metode ini menekankan pemahaman bahwa suatu unsur (dalam hal ini: unsur huruf) akan bermakna apabila unsur tersebut bertalian atau dihubungkan dengan unsur lain (huruf lain) sehingga membentuk suatu arti.

Unsur huruf tidak akan memiliki makna apa-apa kalau tidak bergabung (bersintesis) dengan unsur (huruf) lain, sehingga membentuk suatu kata, kalimat atau cerita yang bermakna. Karenanya, dalam permainan ini, membaca dimulai dari unsur huruf.

Permainan membaca ini dilakukan dengan menggunakan bantuan gambar pada setiap kali memperkenalkan huruf, misalnya huruf a disertai gambar ayam, angsa, anggur, apel.

2⃣*Permainan membaca metode global*
Metode ini dibuat berdasarkan teori ilmu jiwa keseluruhan (gestalt).

Dalam metode ini, anak pertama kali memaknai segala sesuatu secara keseluruhan. Keseluruhan memiliki makna yang lebih dibandingkan dengan unsur-unsurnya. Kedudukan setiap unsur, hanya berarti jika memiliki kedudukan fungsional dalam suatu keseluruhan.

Contohnya: unsur “a” hanya bermakna, jika “a” ini fungsional dalam kata atau kalimat, misalnya “ayam berlari.”

Maka, metode global memperkenalkan membaca permulaan pada anak yang dimulai dengan memperkenalkan “kalimat.”

Kalimat dalam permainan membaca permulaan ini dipilih dari kalimat perintah agar anak melakukan hal-hal yang ada dalam perintah tersebut, seperti “ambil apel itu”. Permainan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kalimat, kata, pecahan suku kata, dan huruf. Kegiatan permainan ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan papan flanel dan karton yang dapat ditempel.

3⃣ *Permainan membaca metode _whole-linguistic_*
Dalam pendekatan ”whole-linguistic” permainan membaca tidak dilakukan dengan menggunakan pola kata atau kalimat yang berstruktur melainkan dengan menggunakan kemampuan linguistik (bahasa) anak secara keseluruhan.

Kemampuan linguistik secara keseluruhan akan melibatkan kemampuan anak dalam melihat (mengamati), mendengar (menyimak dan memahami), meng- komunikasikan (mengungkapkan atau memberi tanggapan), membaca gambar dan tulisan yang menyertainya. Dalam menggunakan pendekatan ini, lingkungan dan pengalaman anak menjadi sumber permainan yang utama.

Pendekatan ini juga tidak hanya menfokuskan pada pengembangan bahasa saja tetapi juga intelektual dan motorik anak.

Contoh: pada tema ”tanaman” dengan subtema buah-buahan, orang tua mengenalkan buah apel. Ortu bertanya pada anak tentang pengetahuan buah apel dari segi warna dan bentuk, rasa, jumlah buah apel. Pengenalan membaca permulaan dalam pendekatan _”whole-linguistic”_ ini dilakukan secara terpadu tanpa mengenal struktur pada anak, misalnya setelah anak menggambar atau mewarnai sesuatu, misalnya rumah atau binatang, ortu meminta anak memberi nama dari gambar tersebut dan ortu membantu menuliskan nama dari gambar yang diinginkan anak. Dan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, anak masih diminta untuk menceritakan tentang isi gambar yang telah dibuatnya itu.

*Sumber:*
http://windaulfah-pgsd11.blogspot.co.id/2013/12/metode-membaca-permulaan-di-sekolah.html?m=1

http://www.membumikanpendidikan.com/2015/02/pendekatan-permainan-membaca-dan.html?m=1

http://susipebrianti1300682.blogspot.co.id/2015/12/rancangan-permainan-membaca-dan-menulis_99.html?m=1

*Salam Ibu Profesional*
//Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang//
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Tahapan perkembangan Kognitif (Logis-matematis)

🍪Cemilan Rabu 🍪

🔅Tahapan perkembangan Kognitif (Logis-matematis)🔅

Kemampuan Logis matematis merupakan ranah kognitif. Kognitif adalah salah satu domain atau wilayah ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa (Chaplin, 1972).

Jauh sebelum anak berurusan dengan simbol abstrak dan rumus, ia akan menemukan matematika dalam berbagai benda yang dilihat dan disentuhnya. Semakin berkembang pengetahuan anak, apalagi dengan stimulasi yang tepat dari orangtua dan lingkungannya, anak akan semakin mampu menerapkan dasar-dasar konsep matematika seperti mengklasifikasi, membandingkan, menyusun urutan dan berhitung.

Tahap Perkembangan Kognitif manusia (versi Piaget) dan capaian Logis matematisnya (dari berbagai sumber)

🔅Tahap Sensori-motor (0-2 tahun)
Biarkan anak berinteraksi dengan lingkungannya, mengenal berbagai benda, suara dan keadaan. Anak akan mengasimilasikan skema sensori-motor sedemikian rupa dengan mengerahkan kemampuan akomodasi yang ia miliki hingga mencapai ekuilibrium yang memuaskan kebutuhannya,

Usia 0-1 tahun, anak suka mengamati apa saja yang ada disekitarnya yang dapat dijangkau dengan mudah.

Usia 1,5 -  2,5 tahun anak memiliki kemampuan _object permanence_ (ketetapan adanya benda) sehingga dapat mulai mengklasifikasikan obyek berdasarkan warna, bentuk dan fungsi. Apabila anak mulai berbicara, kesadaran terhadap konsep besar dan kecil akan berkembang dan memasuki tingkatan konsep lebih besar atau lebih kecil dengan membandingkan berbagai benda.

🔅Tahap praoperasional (2-7 tahun)
Muncul kapasitas kognitif baru yaitu _representation_ (representasi), atau gambaran mental. Anak dapat berpikir dan menyimpulkan eksistensi sebuah benda atau kejadian tertentu walaupun benda atau kejadian itu berada di luar jangkauan panca inderanya.

Pada usia ini muncul gejala belajar berdasarkan titian akal _(insight learning)_, anak mulai mampu melihat situasi problematik (memahami bahwa sesuatu mengandung masalah) dan berfikir sesaat, sehingga muncul reaksi ‘aha’ dan ia mampu memecahkan masalahnya.

Kemampuan logis-matematis:
- mengenal konsep persamaan dan perbedaan (laki-laki perempuan, siang-malam,)
- mengelompokkan benda berdasarkan warna, jenis,
- menentukan posisi (luar-dalam, atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang)
- mengenal dan mengidentifikasi bangun geometri,
- menghubungkan ukuran dengan benda yang ada di sekitarnya,
- memperkirakan ukuran jumlah (panjang-pendek, berat-ringan, penuh-kosong)
- mengurutkan benda berdasarkan ukuran,
- mengamati perubahan bentuk cair-beku-uap-embun
- mengidentifikasi perubahan benda (rasa, bau, warna)
- Mengenal konsep waktu berkan kegiatan
- mengenal konsep hari
- mengenal konsep dan lambang bilangan 1-20

🔅Tahap Konkret-Operasional (7-11 tahun)
Pada tahap ini anak memperoleh tambahan kemampuan yang disebut system of operation (satuan langkah berpikir). Kemampuan ini berfungsi untuk mengoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri.

Sistem operasi kognitif yang meliputi:
🍡 _Conservation_ (konservasi/pengekalan) adalah kemampuan anak dalam memahami aspek-aspek akumulatif materi seperti volume dan jumlah. Anak yang mampu mengenali sifat kuantitatif benda akan tahu bahwa sifat kuantitatif benda tersebut tidak akan berubah secara sembarangan.
🍡 _Addition of classes_ (Penambahan golongan benda), kemampuan anak dalam memahami cara mengombinasikan beberapa golongan benda yg dianggap berkelas lebih rendah, seperti mawar dan melati lalu menghubungkannya dengan bunga. Juga sebaliknya, dari tinggi ke rendah. Misalnya bunga menjadi mawar, melati dan seterusnya.
🍡 _Multiplication of classes_ (pelipatgandaan golongan benda), kemampuan yang melibatkan pengetahuan mengenai cara mempertahankan dimensi-dimensi benda (misalnya warna dan tipe bunga) untuk membentuk gabungan golongan benda (misalnya mawar merah, mawar putih, dan seterusnya), juga kemampuan sebaliknya yaitu memisahkan gabungan golongan benda menjadi dimensinya tersendiri. Warna bunga mawar terdiri atas merah, putih dan kuning., dan seterusnya

🔅Tahap Formal-Operasional (11-15 tahun)
Disebut sebagai perkembangan kognitif tahap akhir, pada usia ini anak menginjak remaja. Pada tahap ini seorang remaja dapat mengatasi keterbatasan pemikiran konkret-operasional sehingga ia memiliki kemampuan mengoordinasikan dua ragam kemampuan kognitif :
🍡Kapasitas menggunakan hipotesis. Dalam hal ini seorang remaja berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respons
🍡 Kapasitas menggunakan prinsi-prinsip abstrak. Seorang remaja akan mampu mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak, seperti ilmu agama (misalnya ilmu tauhid), ilmu matematika dan ilmu-ilmu abstrak lainnya dengan luas dan lebih mendalam.

Dua Kapasitas kognitif ini sangat berpengaruh terhadap kualitas skema kognitif karena pada tahap inilah seseorang dianggap telah mulai dewasa dan memiliki kedewasaan berpikir.

DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. 2015. Psikologi Belajar. Rawajali Pers. Jakarta.

Kecerdasan logika-matematika Anak Usia Dini.http://ekacahyamaulidiyah.blogspot.co.id/2014/02/kecerdasan-logika-matematika-anak-usia.html

Menstimulus Kecerdasan Logis Matematis Anak

🍕🧀Cemilan Rabu🍕🧀

*🔹Menstimulus Kecerdasan Logis Matematis Anak🔹*

Dalam pendidikan anak, peran orangtua tidak tergantikan dan rumah merupakan tempat pendidikan anak yang utama.

Banyak permainan eksplorasi yang bisa dilakukan bersama-sama antara orangtua dan anak yang bisa dilakukan didalam rumah atau diluar rumah untuk mengasah kemampuan logis matematis anak.

👶🏼Saat anak balita bermain pasir atau benda kecil halus lainnya (beras, tepung, biji2an, dll) sesungguhnya ia tengah menghidupkan otot tangannya dan melatih motorik halusnya sehingga anak akan mampu memegang pensil, menggambar, dll. Dengan bermain pasir dan benda kecil halus lainnya, sesungguhnya anak belajar estimasi dengan menuang & menakar.

🔢Saat mengenalkan konsep angka, orang tua mesti menyediakan suatu angka dengan simbolnya, misalnya mama mempunyai 3 buah apel. Maka orangtua mengenalkannya dengan buah yang sesungguhnya dengan jumlah yang sama, sehingga anak paham tentang konsep angka dan bilangan.

🎶Lagu juga bisa menjaDi media untuk mengenalkan berbagai tema tentang angka. Contoh: lagu Satu-Satu Aku Sayang Ibu. Lagu ini tidak hanya mengenalkan angka tapi juga subyek yang ada di sekitar anak tersebut.

0⃣ Setelah anak mengenal bilangan 1 sampai 10, maka kenalkanlah anak dengan bilangan nol. Memberikan pemahaman konsep nol pada anak tidaklah mudah. Bisa dilakukan dengan menghitung hiasan magnet yang ditempel dikulkas. Cobalah mengambil satu persatu dan mintalah anak menghitung yang tersisa. Lakukan berulang sampai magnet di kulkas tidak ada lagi yang melekat. Saat itu
kita tunjukkan bahwa yang dilihat pada kulkas adalah 0 (nol) magnet

🍳Saat berada didapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan logika matematika, misalnya mengelompokkan sayur dan buah berdasarkan bentuk dan warna

🥘Di dapur juga anak bisa belajar dan mengenal konsep membagi, menambah dan mengurangi dari aktivitas memasak🍜 dan membuat kue, membagi hasil masakan dan membagi kue 🍕. Anak juga bisa belajar menimbang, menakar dan menghitung waktu. Memasak sambil melihat resep juga melatih keterampilan membaca dan belajar kosakata baru.

🏡Di rumah, kita juga bisa memberikan pemahaman konsep kuantitas dalam matematika. Misalnya dengan menghitung berapa jumlah ikan hias di kolam atau aquarium, menghitung berapa banyak motor yang lewat didepan rumah dalam 15 menit. 
Mengenalkan konsep perbandingan seperti besar-kecil, cepat-lambat, panjang-pendek dan sebagainya, misalnya dengan menanyakan roti donut dan roti bolu lebih besar mana, yang lebih cepat bergerak mobil atau motor, lebih tinggi mana pohon kelapa atau pohon belimbing, atau lebih berat mana tas kakak atau tas adik, dan sebagainya.

🛍Untuk kegiatan diluar rumah, kita bisa mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga melatih keterampilan aritmatika sederhana (kali, bagi, tambah, kurang).

🥁Kita juga bisa memberikan anak mainan yang berbentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi, persegi panjang, dan lain-lain serta mengajak mereka mengamati benda-benda disekitarnya yang berhubungan dengan bentuk geometri, misalnya: ban mobil, papan iklan, dan lain-lain. Pengenalan geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik.

⚽ Permainan tradisionalpun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti main congklak atau dakon, bermain bola bekel, dan lain-lain, sebagai sarana belajar berhitung dan bermanfaat untuk melatih kemampuan manipulasi motorik halus terutama melatih kemampuan jari tangan yang bermanfaat untuk kekuatan tangan saat menulis. Selama bermain, anak dituntut fokus mengikuti alur permainan, hal ini berguna melatih konsentrasi dan ketekunan.

🌟Mengapa stimulasi untuk kecerdasan logis matematis anak, banyak melalui permainan dan kegiatan bermain yang menyenangkan?
🎨Karena dengan bermain akan membuat anak dapat mengekspresikan gagasan dan perasaan, serta membuat anak lebih kreatif.
🔍Dengan bermain, juga akan melatih kognisi atau kemampuan belajar anak berdasarkan apa yang dialami dan diamati dari sekelilingnya
💡Saat memainkan permainan yang menantang, anak memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah, misalnya menyusun lego atau puzzle. Anak dihadapkan pada masalah, tetapi bukan masalah yang sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan, membuat anak tanpa sadar bahwa ia tengah dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah.

🌸Dengan menstimulus kecerdasan logis matematis di rumah dan di lingkungan sekitar tempat tinggal anak, dengan pendekatan yang menyenangkan, kreatif, kontekstual dan realistik, maka anak akan menyukai matematika, karena matematika ada disekitar mereka *(I Love Math, Math Around Us)* dan mereka mengetahui tujuannya untuk apa mereka belajar matematika.

Matematika ternyata mengasyikkan ya 💡
Selamat belajar matematika bersama keluarga 🏡👨‍👩‍👦‍👦

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

🔹Sumber Bacaan:
http://uihanamizuki.blogspot.co.id/2014/12/makalah-kecerdasan-logis.html?m=1

Thomas Amstrong, In Their Own Way: Discovering and Encouraging your child's Multiple Intelligence, 2000

Kemampuan Anak Kita Seluas Samudra

🍰 Cemilan Rabu 🍰

🌊 *Kemampuan Anak Kita Seluas Samudra*🌊

🎀Dengan meyakini anak kita adalah bintang, maka kita pun yakin kemampuan anak itu seluas samudra. Sayangnya, orangtua, guru sekolah,atau sistem pendidikan lah yang mereduksi atau menyempitkan kemampuan anak hingga samudra itu berubah menjadi selokan-selokan kecil.

🎀Menurut psikologi perkembangan,kemampuan anak yang sangat luas terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu psikoafektif, psikomotorik, dan psikokognitif.

Prof.Dr.Nasution,M.A menjelaskan bahwa kemampuan belajar anak atau peserta didik dikatakan sempurna jika memenuhi tiga aspek kemampuan berikut ini :

1⃣ *Aspek kemampuan afektif*
Aspek kemampuan yang berkaitan dengan nilai dan sikap. Penilaian pada aspek ini dapat terlihat antara lain pada kedisiplinan atau sikap hormat terhadap guru. Aspek afektif ini berkaitan erat dengan kecerdasan emosi (EQ) anak.

2⃣ *Aspek kemampuan psikomotorik*
Aspek kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap mental. Aspek ini menunjukan kemampuan atau keterampilan ( _skill_) anak setelah menerima sebuah pengetahuan.

3⃣ *Aspek kemampuan kognitif*
Aspek kemampuan yang berkaitan dengan kegiatan berpikir. Aspek ini sangat berkaitan dengan intelegensia (IQ) atau kemampuan berpikir anak. Sejak dahulu,aspek kognitif selalu menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan formal. Ini dapat dilihat dari metode penilaian pada sekolah- sekolah di negeri kita dewasa ini yang sangat mengedepankan kesempurnaan aspek kognitif.

❤Mestinya, orang tua memandang kemampuan anak dengan landasan paradigma bahwa *kemampuan anak kita seluas samudra*. Artinya, anak memiliki tiga aspek kemampuan, yaitu afektif,psikomotorik,dan kognitif.
💛Jika anak memiliki kekuatan pada salah satu aspek  kemampuan tersebut, sudah cukup untuk dikatakan sebagai anak yang MAMPU, PANDAI, PINTAR, atau CERDAS.

Salam Ibu Profesional

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

🔸Sumber Bacaan:
Munif Chatib, Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi dan Kecerdasan dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak

Semua Anak adalah Bintang

🍎🍏 *Cemilan Rabu* 🍏🍎
Semua Anak adalah Bintang*

*Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak*

👑 Setiap anak terlahir unik dan membawa peran hidup masing-masing (fitrah bakat). 

🌟 Abah Rama Royani, yang mengembangkan _talents mapping_, secara sederhana menyebut fitrah bakat adalah fitur unik, yaitu potensi produktif seseorang, dan dapat dilihat secara sederhana pada aktivitas yang dikerjakan dengan _easy, enjoy, excellent, earn_ (4E).

👨‍👩‍👧‍👦 Tugas orang tua adalah menjadi fasilitator dan partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi  fitrah yang mereka miliki.
Fitrah anak bisa jadi akan cedera jika orang tua menitipkan mimpi mereka kepada anak-anak mereka. Misalnya, orang tua mengharuskan anak mengikuti jejak orang tua menjadi dokter, memimpikan anak mereka menjadi pegawai negeri karena mendapatkan tunjangan pensiun, dan harapan-harapan yang lain yang sejatinya itu bukan "diri" mereka. Bisa jadi anak-anak tersebut memang hebat dalam bidang tersebut ( _easy_ dan _excellent_), akan tetapi mereka belum _enjoy_ dalam menjalaninya.

🏆 Bakat bukan hanya keistimewaan fisik seperti olahraga, memasak, menari, dsb, akan tetapi bakat juga terkait keistimewaan sifat seperti suka mengatur suka meneliti, suka berkomunikasi, suka memimpin, dan sebagainya.

📝 Usia 0-7 tahun
Bagaimana menemukan bakat anak? Caranya adalah dengan terus mengamati dan mendokumentasikannya. Dalam tahapan usia ini, berikan ragam aktivitas dan wawasan.

🗒 Usia 7-10tahun 
Pada tahapan usia ini anak perlu memetakan bakat dan membuat _visioning board_. Serta memperbanyak gagasan dan aktivitas pada klub, proyek maupun _visiting_ agar dapat ditemukan bakatnya ketika usia 10 tahun

💡Usia 10-14 tahun
Usia ini merupakan _golden age_ bagi fitrah bakat karena anak berada pada masa pra-aqilbaligh agar mandiri dan berkarya ketika mereka berusia 14-15 tahun. Untuk membangkitkan fitrah bakatnya adalah dengan disiplin dan konsisten. Bimbing anak agar menemukan bakat yang merupakan panggilan hidupnya dengan magang, belajar bersama maestro atau _projects based talents_.

💫 Usia >15tahun
Diharapkan pada usia ini sudah menemukan peran spesifik peradaban.

⭐ Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri. ⭐

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

Sumber Bacaan:
Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa, Millenial Learning Center

Hebat Belum Tentu Fitrah Bakat

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯

*Hebat Belum Tentu Fitrah Bakat*

💁🏻 Kita semua percaya bahwa keistimewaan seseorang adalah apabila mereka mampu melakukan sesuatu dengan hebat.

👩‍👧‍👦Lalu bagaimana dengan anak-anak kita?
Hati-hati jika anak kita terlihat hebat dalam sebuah bidang atau peran,sesungguhnya itu belum tentu keistimewaan atau kekuatan dirinya.

👼🏻👼🏻Ciri anak yang melakukan aktivitas dengan penuh bahagia:
❤ Aktifitas itu dinanti-nanti kedatangannya,ditunggu-tunggu dengan suka cita dan tidak sabar.
❤Ketika tiba waktunya maka aktitas itu dijalaninya dengan penuh semangat dan kegembiraan seolah jamberhenti bergerak dan dia tenggelam dalamkeasyikannya.
❤ketika berakhir,maka mereka tidak mengatakan "Ahhh...akhirnya selesai juga..." tetapi tergambar di wajahnya kepuasan dan kebahagiaan yang luar biasa.

👨‍👩‍👧‍👦Tugas orang tua adalah:

💁🏻‍♂Fasilitasi anak-anak kita dengan beragam aktivitas, pilihlah 3 atau 4 saja yang terbaik lakukanlah hanya dua kali dalam sepekan, lengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan pendukung maka fitrah bakat ini akan tumbuh subur.

💁🏻‍♂Ketika anak kita mengalaminya catat saat itu juga.

💁🏻‍♂Hebat belum tentu cukup tetapi fitrah bakat harus memenuhi empat hal yaitu _*Easy,Enjoy,Excellent, Earn*_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

📚Sumber Bacaan:

Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa

12 Gaya Populer, Penghambat Komunikasi Kita

Cemilan Materi komunikasi Produktif
📆Hari baru, Semangat Baru

Satu minggu sudah kita memperdalam materi "Komunikasi Produktif". Dan teman-teman saat ini sedang melatih kekonsistenan diri dalam menjaga komunikasi dengan diri kita sendiri, dengan partner atau rekan kerja  dan dengan anak-anak kita. Banyak tantangan ya pasti, tapi seru. Di pekan pertama ini, kami ingin berbagi tentang 12 gaya populer, yang menghambat komunikasi kita.

Mungkin sebagian besar dari kita sudah sering mendengar tentang 12 gaya populer (parenthogenic).  Tanpa kita sadari, secara turun temurun 12 gaya komunikasi ini sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari.

Ketika anak sedang atau tidak bermasalah pun, jika kita sering meresponnya dengan menggunakan 12 gaya populer ini, anak akan merasa tidak percaya dengan emosi atau perasaannya sendiri.

Padahal sangat penting bagi anak untuk belajar percaya dengan perasaannya dan dirinya, hal tersebut akan mendukung perkembangan emosinya dan mendorong anak tumbuh menjadi percaya diri.

Jika perkembangan emosi anak baik, ia juga akan memiliki kontrol diri yang baik ketika menghadapi suatu masalah, bahkan ia akan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Berikut adalah  contoh-contoh 12 gaya populer:

1⃣Memerintah,
contoh: “Mama tidak mau dengar alasan kamu, sekarang masuk kamar dan bereskan kamarmu!”

2⃣Menyalahkan,
contoh: Ketika anak tidak bisa mengerjakan soal PRnya, ayah berkata, “Tuh kan. Itulah akibatnya kalau kamu tidak mendengarkan Ayah dan malas belajar”

3⃣Meremehkan,
contoh: “Masak pakai sepatu sendiri saja tidak bisa, bisanya apa dong Kak?”

4⃣Membandingkan,
contoh: “Kok kamu diminta naik ke panggung saja tidak mau sih Kak, tuh lihat Andi saja mau”

5⃣Memberi cap,
contoh:”Dasar anak bodoh, disuruh beli ini saja salah!”

6⃣Mengancam,
contoh: “Kalau kamu tidak mau makan lagi, kamu tidak akan dapat uang jajan selama seminggu!”

7⃣Menasehati,
contoh: “Makanya, kalau mau makan cuci tangannya dulu, nak… Tangan kan kotor banyak kumannya…”

8⃣Membohongi,
contoh: “Disuntik tidak sakit kok nak, seperti digigit semut aja kok”

9⃣Menghibur,
contoh: Ketika adik menemukan bahwa es krim nya dimakan oleh kakaknya tanpa sepengetahuannya, bunda berkata, “Sudah ya sayang, besok bunda belikan lagi es krimnya, lebih enak dari yang dimakan kakak tadi”

🔟Mengeritik,
contoh: “Lihat tuh! Masak mengepel masih kotor dimana-mana begitu. Mengepelnya yang benar dong!”

1⃣1⃣Menyindir,
contoh: “Hmmm… Pintar ya? Sudah mandi, sekarang main tanah dan pasir lagi”

1⃣2⃣Menganalisa,
contoh: “Kalau begitu, yang mengambil bukumu bukan temanmu, mungkin kamu tinggalkan di tempat lain…”

Aha! makin banyak yang harus kita perbaiki ya, ayo lanjutkan tantangan 10 hari teman-teman, dengan kualitas komunikasi yang semakin bagus.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

_Sumber bacaan_:

_Elly Risman, Penghambat Komunikasi Dalam Keluarga, artikel, 2014_

_Tim Fasilitator Bunda sayang IIP, Hasil Tantangan 10 hari, komunikasi produktif, 2017_

Golongan darah

Katanya orang jepang sangat mendewakan golongan darah. Milih karyawan berdasarkan gol darah. Mengelompokkan siswa2 berdasarkan goldar. Bahkan sampai memilih jodoh berdasarkan goldar.

Hmmmm... segitunya ya.

Dan yang bikin saya terkejut adalah suami ideal AB adalah B. Cieeeee...

Di stifin sendiri golongan darah memang mempengaruhi karakter seseorang, bagaimana mengambil keputusan, bertindak atau merespon keadaan dari yang dialaminya..

Namun dalam konsep STIFIn,, golongan darah hanya sebagai pengantar Pesan kepada pemilik rumah atau pemilik tubuh.

Jika diibaratkan maka,, treatmean yang diterima oleh tubuh kita akan langsung direspon oleh golongan darah,, informasi yang diterima tersebut kemudian dibawah ke pusat pengendali tubuh,, lalu otak lah yang mengambil keputusan..

---------------------------------------------------------

Berikut ini karakteristik seseorang berdasarkan golongan darah dan jodoh yg pas buat dia :

------------GOLONGAN DARAH A------------

-mempertimbangkan sesuatu secara hati2
-dapat dengan gampang mengerti perasaan orang lain
-baik hati
-ramah
-suka kebersihan
-sangat tenang
-bertanggung jawab
-pekerja keras
-pengemudi yang taat.

Jodoh goldar A :

–Golongan Darah A dengan A -mempunyai banyak kesamaan, namun sama2 keras kepala, jadi salah satunya bisa merasa terganggu oleh yg lain.
–Golongan Darah A dengan B -seseorang dengan golongan darah A selalu berusaha untuk menghibur seseorang dengan golongan darah B, namun si A selalu khawatir terhadap kepribadian seseorang dengan golongan darah B.
–Golongan darah A dengan AB -golongan darah AB sangata bergantung pada Golongan darah A,tempat dimana mereka bisa mencari pertolongan dan nasihat. Mereka cinta mereka akan langgeng.
–Golongan darah A dengan O -golongan darah O sangat protektif terhadap golongam darah A.Namun jika si A selalu membicarakan suatu hal yg kecil,hubungan mereka tidak akan bagus.

------------GOLONGAN DARAH B------------

-berpendirian tetap
-melakukan sesuatu seenaknya sendiri tanpa meikirkan perasaan org lain.
-selalu ceria dan ahli dalam melanggar aturan
-Optimis
-ramah
-cepat beradaptasi
-Pragmatis
-suka bermain
-penyuka pesta
-gampang jatuh cinta
-tidak pernah patah hati walaupun dikecewakan.

Jodoh Goldar B :

–dengan golongan darah A : org dengan golongan darah A akan selalu berusaha untuk membantu golongan darah B, namun mereka berdua cepat merasa bosan.
–dengan golongan darah B : dua duanya sangat ceroboh, jadi kemungkinan mereka akan melakukan suatu hal yg melenceng dari aturan
–dengan golongan darah AB : mereka akan merasa tertarik satu sama lain dan mereka akan secepatnya menjalin suatu hubungan. Sangat mencintai satu sama lain
–dengan golongan darah O : Dapat mengerti satu sama lain. Seseorang dengan golongan darah O akan selalu menutupi keburukan golongan darah B. Pasangan yang hebat dalam persahabatan.

------------GOLONGAN DARAH AB------------

-mengejar kesempurnaan dan mimpi
-tidak memilki keinginan yang aneh seperti serakah dan hasrat untuk sukses
-religius
-tenang dan selalu berpikir rasional
-sensitif dan gampang terluka perasaannya
-mempunyai kepribadian yang kompleks
-kehidupan pribadi sangat penting untuk mereka
-tidak suka orang lain ikut campur
-mempunyai banyak hobi
-mempunyai rasa ingin tahu yang besar dlm mengejar ilmu pengetahuan
-kutu buku
-selalu mempunyai ide yg unik dan kreatif
-mempunyai hobi yang ada seperti dalam cerita
-tenang dan santai dalam hubungan percintaan

Jodoh Goldar AB :

–dengan golongan darah A : seseorang dengan golongan darah AB sangat menghormati golongan darah A dan mempunyai ketertarikan satu sama lain namun rentan berpisah
–dengan golongan darah B : pasangan yang bagus dan nyambung satu sama lain
–dengan golongan darah AB : hubungan mereka akan slalu putus nyambung. mereka tidak bisa saling terbuka satu sama lain.
–dengan golongan darah O : mereka dapat menjadi sukses dlm hubungan bisnis dan bermacam2 kegiatan bersama. bersama, mereka dapat memproduksi sesuatu yg baru dengan mudah

------------GOLONGAN DARAH O------------

-realistis
-bagus dalam mengembangkan konsep ekonomi
-romantis
-kuat dalam menghadapi perbedaan
-selalu bermimpi untuk cepat kaya tapi sesungguhnya mereka hanya jalan ditempat
-Ambisius
-mempunyai jiwa kepemimpinan dan selalu menjaga yg lebih muda dan org2 dibawahnya
-sangat berhati hati
-tidak peduli dengan hal2 yg kecil

Jodoh Goldar O :

–dengan golongan darah A : seseorang dengan golongan darah O selalu ingin memimpin orang2 dengan golongan darah A.mereka adalah kombinasi yang bagus
–dengan golongan darah B : mereka dapat berbicara dengan bebas dan terbuka dan mempunyai hubungan yang nyaman, namun golongan darah O terkadang bisa menjadi bingung dengan
orang dengan mood atau perasaan orang dengan golongan darah B
–dengan golongan darah AB : pemikiran mereka cocok, namun jika mereka berada dalam arena yang sama, mereka akan bersaing satu sama lain habis2an
–dengan golongan darah O : dasarnya, mereka tidak akan bisa saling mengerti satu sama lain. Jalan yang terbaik jika mereka menjaga jarak satu sama lain.

-----------------------------------------------------

Ini bukan ramalan ya. Karakter berdasarkan golongan darah memang ada :)

Coba cek gol darah kamu dengan pasangan. Biar tau karakternya seperti apa.

Semoga bermanfaat :)

#statusmbaTiwi

Senin, 28 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang #11

Alhamdulillah sudah sampai di hari #11
Hr ini kami sekeluarga full agenda diluar rumah tepatnya di daerah bogor.
Cukup menguras energi. Sepulang dr sana sudah menjelang malam. Usai bersih2 dan sholat lalu makan malam.

Aisyah yang sudah terlihat sangat lelah namun belum juga bisa istirahat.

Dengan spontan saat sang ayah memegang handphone ia menghampiri sambil posisi tangan ikut pegang handphone yang dipegang ayahnya sambil bilang "pinjem"

Aisyah mau apa? "tanya saya"

Pinjem niii (re: pinjem ini) mau pinjem hp yang di pegang ayahnya

Ayahnya sempat bilang "main aja Yuk, ini bukan mainan aisyah" eh eh eh dia langsung mewek dan nangis sedih sekali 😥😥

Aisyah mau pinjem ini "hp" mau liat kelinci ya? "sambung saya sambil mencoba menenangkan.

" inciii.... (sambung nganggur dan menunujuk ke handphone lg)

Ooo nih nih ayah cariin dulu "sambung ayahnya"

Dan JREEEENG iapun langsung kembali terlihat sangat berbinar wajahnya..

Maa syaaAllah nak.

Barokallah ya..

=========

Berlanjut kita menonton sebentar di Channel youtube dan ia semakin antusias. Sampai ayahnya langsung jadi terbesit "nnti usia dy sekitar 4 tahunan aku mau bikinin chanel youtube ah" besok ik syaaAllah ayah cariin  binatang baru ya buat belajar aisyah dirumah.

😁😁😁😁

Begituan sekiranya percakapan sebelumnya akhirnya aisyah minta di boboin dan bundanya kelupaan bikin penugasan hr ini 😧😧😧

Tetiba terbangun jam 12.30 ragu mau di posting atau gak. Heheh

Alhamdulillah ternyta sudah memenuhi 10 hati kmrn secara urut. Jd karena tetap gbsa tidur sampai jam segini. Gpp deh di posting aja 😉

#Tantamgan10hari
#KuliahBunsayIIP
#PipitJayanti
#level7
#Bintangkeluarga
#hari11

Minggu, 27 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang #10

Alhamdulillah ternyta sampai di hari - 10
.
.
.
Sudahkah ditemukan Bintang pada diri sikecil?

Berbeda dengan sebelumnya. Hr ini Aisyah kedatangan teman yg usianya 3bulan dibawah ia.

Dsini saya melihat raut mukanya sangat berbinar.. Sangat senang sekali 😊

Walau tetap ketika main bersama ada saja cek ok, rebutan mainan, Dsb..

Tapi memang fitrah pada anak itu baik, mereka hanya sebentar sekali dan selanjutnya sudah baikan dan kembali bermain bersama.

Dan dsini saya sempat memergoki ketika sempat rebutan mainan dan akhirnya ia yg menang, dengan cepat ia juga langsung menjauh dan terlihat sangat menyesal. Karena temannya jadi menangis..

Ya Allah nak, hatimu sungguh lembut... Maafkan bunda jika banyak salah dalam mendidik mu..
😢😢😢

Dan ketika temannya nangis ia akan menghampiri saya atau ayahnya dengan menatap temannya yg menangis.

"hana kenapa tuh" tanya saya
Angis (re; nangis) sambil menunjuk kearahnya.
Dan ia akan menghampirinya untuk sekedar memberikan mainan sebagai tanda permohonan maaf atasnya.

#Tantamgan10hari
#PipitJayanti
#level7
#Bintangkeluarga
#hari10
#KuliahBunsayIIP

Follow by Email