Sabtu, 16 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #17

Hari ini kami ada kajian dan berkesempatan dirumah. Alhamdulillah semua berjalan dg lancar.

Eh eh tapi ya gtu ya. Anak2 mah selalu heboh jadilah kami yg punya para beibi (sebutan bayi dr aisyah) sesekali ke kamar untuk menidurkan si bocil 2 krn memang sdh waktunya bobo.

Eh ternyta gak bobo.. Dan malah main.
Jadilah saya berinisiatif untuk Mendongeng dadakan. 😂

Saat ini posisi aisyah yg sdh bisa ngomong dan banyak ngoceh. Yg lain masih berusia 4 bulan dan 8 bulan.

Assalamualaikum kaka aisyah.. Aku faqih. Anak shalih dan baik hati.

Assalamualaikum kaka aisyah aku Naura anak shalihah dan pintar

Waalaikumsalam Nauraaaa. Waalaikumsalam faqih. Aku juga shalihah :)

Oiya ini sapi aku namanya "mumu"
Ini boneka beruang aku namanya "beber"

Mumu sapi yg periang dan beber beruang yang baik hati. Mereka bermain bersama dan tertawa bersama "haaa haaa haha"

Mereka selalu berbagi mainan dan bermain bersama sama. :D

=======
Point yg saya tekankan dsini ialah
Kaka Aisyah,,, Naura... Faqih juga harus main bersama yaa.. Baik baik yaa... Saling berbagi ya...

Dan mereka lumayan menyimak lah ya. Hanya gak bertahan lama jdi cuma segini aja  yg bisa bunda ceritakan dan kasih nilai :D

#day17

Jumat, 15 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #16

Hari ini Aisyah bertemu dan bermain bareng si om kecil. Yup krn om ini usianya masih 3tahun 😆

Saat mereka tengah asik main bareng. Eh ada aja tuh suasana yg bikin saling kesel. Saling rebut mainan. Hingga harus ada yg menangis. 😂😂

Alhamdulillah ada ide yg muncul eh mksdnya sekalian ngerjain tantangan bundsay juga si 😎

Langsung lah saat mereka tengah ramai saya datang sebagai Hero dan sok sok asik punya cerita seru.

Aisyah moo nya mana?
"tuh tuh" tunjuk ke arah si boneka sapi.

Ih om juga punya ya boneka kelinci. Dmna mang boneka nya?
"di kamar," jawabnya.

Yuk kita mainnya di kamar aja yuk
.

Saya pegang lah boneka sapi dan si kelinci secara bersamaan.

Aisyah kmrn bunda ceritain aisyah juga ya.
Nah skrg bunda mau cerita si kelinci, sapi dan anak cantik yang ada di hutan.
Anak cantik ini sedang main dengan kelinci.
Dan sapi  bersama anaknya sedang makan rumput di hutan.

Lalu anak kecil ini mengajak kelinci untuk menghampiri sapi dan anaknya. Sambil bilang "haloo sapi. Aku aisyah.. Ini kelinci ku."

Kelinci ku mau makan dirumput sini boleh kan sapi?

"haii aisyah.. Hai kelinci.. Silahkan makan saja rumput dsini juga. Kita bersama sama yah. :)" jawab si sapi.

Dan mereka pun makan bersama dan main bersama di hutan.

Jeeeeng selesei  horeeeee...

Kamis, 14 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #15

Unda moo mooo ayoou

Mksdnya ialah, ia ingin sy berperaga sebagai sapi.  Moo moo gtu.
Krn kondisi badan

Lanjut ke tantangan Mendongeng.

Saya ambillah boneka sapi (alhamdulillah memang punya boneka sapi)
Sama si bebek.

Sapi sedang mencari makan di kebun dan ada seekor bebek yang menhampiri sapi.

Hei sapi apakah kamu melihat ibuku?
Aku terpisah dari ibuku sejak tadi pagi. Huhuhu (ekspresi menangis)

Wah bebek kamu pasti sedih ya terpisah dg ibumu. Yuk kita cari bersama..

Dan mereka pun mencari ibu bebek bersama dan Alhamdulillah yeeeey ibu bebek ternyta sedang ada di pinggir sungai..

Itu ibumu bebek. Yuk kita kesana

Wah iyaaa betul.
Terimakasih ya sapi udah mau bantu aku cari ibu ku..
Alhamdulillah

=======
Sapi nya baiknya ya nak?
Aisyah harus jadi org baik jg ya. Yuk kita berdoa. "ya Allah jadikan Aisyah anak yg shalihah.. Aamiin"

Rabu, 13 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #14

Full ikut masak sama bunda banget dari awal sampe akhir.

Aisyah aisyah..
Mungkin nnti bunda akan kangen bgt sama situasi aisyah minta di gendong bunda saat bunda masak.

😘
Dari pada mengeluh akhirnya td saat sdh mulai capek. Coba tarik nafas dan kembali menggendong aisyah dg tangan satu sambil masak. Dan di situlah bundanya mulai Mendongeng.

Aisyah inget kk khadijah yg di buku ndak?

Iya kk khadijah sayang bgt sama bundanya. Setiap bundanya pergi selaku di ikuti dan eh terus pernah deh saat bundanya sakit si kaka khadijah ini langsung sedih sekali "uuuuu" terus si kk khadijah berdoa deh sama Allah. "ya Allah sembuhkan bundaku
Angkat penyakitnya ya Allah. Aamiin"

Eh eh aisyah  malah asik  berekspresi ngikutin muka bunda jg ternyta 😂😂😂

Bunda bilang sedih, dy ikut bilang "uuu uuuu" sambil kucek mata.

Haduh nak. Kamu mah gemassh deh 😘😘

Selasa, 12 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #13

Di awali dengan :

"nda nda sini. Anguun... Tulis tulis" sambil menunjuk ke papan tulis.

Kyknya lbh heboh bgt sama tulis menulis Hihii. Padahal bundanya masih belajar banget buat bisa gambar2..

Sudah dari dua hari lalu kegiatan Mendongeng ini memang saya sambil dengan media tulis dg papan tulis ini. Alhamdulillah ia bisa memperhatikan  dan sejauh ini masih bisa terkontrol.

Eh tp yg kali ini lumayan gak terkontrol sii 😁😁😁 dongeng blm jelas udh dy gantian aja. Jd dy yg cerita. Coba do lanjutkan gak kebagian jg ttp dy yg kepingin di dengerin.hihii

Kyknya hrs cari cara yg lbh kreatif si ya.
Di sisi lain alhamdulillah seneng bgt krn ternyta ia tertarik dg cara kmrn.

Semangattt
Semoga malam ini bunda bisa menemukan trik Mendongeng yg tepat untuk aisyah ya nak.

Senin, 11 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #12

Ternyta cukup efektif berdongeg dengan media papan tulis ya.

Aisyah bisa fokus mengikuti jalan cerita saat mengantarkanmya pas mau tidur siang.

Ketika ia mimi sambil saya sambil menceritakan kisah tentang sapi dan pak tani yg baik hati.

Sampai Akhirnya ia tdk jadi tidur 😂😂

Dan poin moral yg saya sampaikan dsini dan saya tekankan dsini ialah. Agar bisa menjadi orang baik yg tidak pamrih.

Harus ikhlas melakukan kebaikan dan mempasrahkan diri ketika  kita menginginkan sesuatu sedang kita sdh berusaha dan berdoa.

Kalau meminta apapun itu seperti pak tani. Kita sebaiknya sholat dan memohon ke Allah.

Krn Allah yg memiliki alam semesta ini.

Okeh?
"kata penutup dr saya" dan ia pun menjawabnya dengan "keh" juga
😁
#12

Minggu, 10 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #11

Yeay alhamdulillah kini hadir wallpaper stiker whiteboard..eh bukan promo ini deng.

Alhamdulillah ceritanya kmrn smpt bingung beli online papan tulis. Buat corat coret.. Pas searching ternyta ada lah stiker whiteboard ini.

Dan setelah di pasang. Seperti biasa dong ya aisyah heboh dg hal baru.
Saat ayahnya tidur dy malah ajak bundanya main di depan papan tulis stoker tsb.

Ikut lah bunda. Dan kyknya gak mau ketinggalan momen. Jadilah sekalian bunda jadikan media dongeng.. Hihii

#emakgakmaurugi

Aisyah ini apa nak?
"ayam"

Kalau ini apa?
"puku puku" (kupu2)

Nah disaat ayam dan kupu kupu sedang main di taman. Eh dateng lah di kelinci (bunda langsung gambar kelinci nya) menghampiri si ayam.
Ayam kabur.

Hei ayam jgn takut. Sini main saja sama aku "kata kelinci"

Aku baik ko. Mau ajak kamu ketempat yg saaangat indah "rayu di kalinci"

"wak ternyta kelinci itu baik." (kata si ayam dalam hati)

Akhirnya ayam ikut kelinci ke taman yg di hilang kelinci deh.

Wahh sybhhanallah bagus banget tmpat ini kelinci. Aku baru tau ada tempat sebagus ini dsini. "ucap si ayam"

Wah ini tempat biasa aku main bersama kupu2 Yam. Alhamdulillah kalau kamu suka. Kamu boleh ko ajak teman2 mu kesini jg "ucap kelinci"

Wah terima kasih ya. In syaaAllah nnti aku akan ajak teman2 ku untuk datang kesini jg "jawab ayam"

Dan mereka main di taman yg indah itu sampai sore dengan perasaan yg bahagia.

Sabtu, 09 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #10

Hari ini full di liar rumah. MaasyaaAllah
Week and barokah. Semangat silaturahim

Aisyah bertemu kembali dg sepupu barunya. Baru lahir 3 hari yg lalu.

Ada kejutan yg ia berikan saat bertemu dg bayi td siang.

Tetiba pegang bayi sambil bilang:
"beibii boooboo,,, boooboo beibii.."

Begitu Seterusnya...

AHA ternyta ia sedang menyanyikan si bayikk 😂😂😂

Belakangan ini memang kami berdua sering menyanyikan lagu seperti itu jika sedang main cerita ceritaan bersama beber..

"Beber boooboo oh beber bobok"

MaasyaaAllah nak. Barokallah
Semoga lelahmu hari ini menjadi ladang belajar yang selalu bermanfaat kelak untuk kehidupan mu.
Aamiin

Jumat, 08 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #9

Saat di depan rak buku. Sedang asyiknya aisyah mengambil beberapa buku. Semua buku miliknya ia turuni.

Aisyah mau buku mana?

"nih" menunujuk ke buku bantal.

Yuk baca bareng bunda..

"iniii" menunujuk ke arah buku lainnya.

Yaudah sini boleh.. Bawa sini yuk

Ehh dy balik lg ke rak buku.

Okeh bunda pakai jurus dongeng.
Masih dg si beber, kali ini tentang beruang yang pemaaf.

"aduh, kakiku sakit. Jatuh"
Loh kamu kenapa ber? (tanya sapi)

Tadi saat kamu jalan ada batu yang mengenai ku.

"MaasyaaAllah... Maafin aku ber.. Aku gak sengaja. Sakit ya?" (tanya si sapi sambil melas)

Iyah aku maafin ko. Lain kali Hati2 ya jalannya. (jawab beber)

Dan di kalimat terakhir aisyah mengikuti kalimatnya demgan ikut bilang "ati ati.. Muu"

😂😂😂
#day9

Kamis, 07 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #8

Hari ini bunda gak berhasil Mendongeng apapun. Tiap lg baca buku ingin rasanya cari inspirasi eh tapi udh di gantiin duluan sama doi.

"Aicah aja Aicah aja"

Pas udh berhasil Mendongeng belum sampe semenit. Sdh di ganti kan juga "Aicah aja"

MaasyaaAllah...
Sepertinya ia sudah mulai belajar bercerita dan menceritakan apa yg di rasa..

Niat pas anak tidur mau belajar dan cari bahan eh Emaknya malah ikutan tidur jg..
Walah
.
Hari ini sungguh luar biasa. Semoga esok mjd lbh baik ya nak kita berdua. 😂😂😂

Rabu, 06 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #7

Lagi lagi dongeng kali ini di sponsori oleh duo beber.

Belum mau ke lain hati.
Dan serunya kali ini saya coba ajak Mendongeng dengan 2 arah. Dan Aisyah ternyta sudah bisa mengikuti timbal balik arah pembicaraan kami berdua.
Hihii

Sedikit dialog sore tadi :
Haloo baby beber.. Namaku big beber.. Kamu lagi apa?

"haloo ow,, gii mamam"

Oo lagi mamam.. Baby beber mamanya sudah baca doa?

"Aamiin" (Tetiba cuma jawab amin. Mksdnya doa kali ya)

Beby beber sudah bobo belum?

"udah"

Baby beber jadi anak baik yaa..

"iyaa"

Nnti kalau sudah besar rajin sholat

"iya owat"

Wkwkwk

#day7

Selasa, 05 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #6

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #6

Sepertinya saya batu menyadari kalau karakter seorang anak bisa di mulai dengan dongeng juga.

MaasyaaAllah tabarokallah nak shalihah.
Usai mandi pagi saya cukup di kejut kan saat aisyah benar2 berhasil memakai celananya sendiri. Tanpa saya bantu sama sekali. :)

Belakangan ini memang saya perhatikan ia lagi Semangat 2 nya melakukan apa yg ia ingin lan sendiri. Seperti makan (makan memang sejak kecil saya ajarkan BLW), pakai baju, celana, sepatu, jilbab, dll..

Hanya dengan di awal ungkapan seperti ini:
Aisyah pakai baju Yuk.. Mah bunda pakaikan ??

"ndak, aisyah aja"

Selalu itu jawabannya.

Hingga misal ia sedang makan lalu tetiba teralihkan perhatiannya dg yg lain. Saya cukup katakan "aisyah mau bunda suapin? Atau maam sendiri?"

Ia akan menjawab "ndiri"
😄

Karena masih mane di kesukaannya si beber sejak dulu (boneka beruang) jadi saat Mendongengpun lebih sering bunda menggunakan si beber jg untuk memberikan nilai melalui Mendongeng.

Senin, 04 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #5

Hari ini main dirumah datuk. Sengaja di tinggalin 2 boneka dsana. Ada Rakun dan Beber.

Sekitar jam 8 an setelah sarapan Tetiba nyariin dua boneka itu. Dan di peluk2lah langsung inget tantangan kelas Bunda Sayang. Mulailah bunda Mendongeng ala ala 😄

Aisyah mau pegang Rakun atau Beber?

"Beber. "
Yaudh bunda yg Rakun yak.

Hai beber kamu sepertinya sudah mengantuk yaaa?

Kalau sudah mengantuk mari kita bobo bersama. Kebetulan aku juga udh ngantuk nih. (rakun)

Hei beber kamu ko diem aja. Mau bobo bareng aku? Kalau mau nnti aku ajak kamu kerumahku.. ('rakun)

Iya nih aku ngantuk. Boleh aku bobo dirumah mu? (beber)

Boleh doong . Kamu kan anak yg baik. Mamahku pasti senang kalau kamu kerumahku. (rakun)

Eh sampai sini bundanya mentok. Dan aisyahnya keliatan udh ngntuk. Jadilah bunda mimiin dan ternyta gak jd tidur. Krn liat datuk nya Mondar mandir 😂😂😂

Minggu, 03 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #4

"Eh ini putri bunda yang shalihah yaa? 😍😍"  saya coba mengawali dongeng kali ini dengan kalimat diatas dengan berharap dan memastikan kalau ia masih inget dengan cerita sblmnya :)'

Ketika hendak saya ingin mengajak aisyah bermain semi inbond di salah satu pusat perbelanjaan saya mencoba untuk memasukkan nilai anak pemberani. Krn jujur saja aisyah masih blm berani untuk ikut gabung bersama teman2 jika di tempat permainan outdoor.

Saya mencoba mengambil tokoh keberanian dari seekor burung yg kecil berani mengajak teman2 nya ikut serta memadamkan api yg membakar hutan .

"suatu hari saat semua binatang sedang asik bermain di dalam hutan. Tiba2 ada teriakan seekor gajah yg berbunyi " hayu keluar dari hutan ini teman2 hutan kita telah terbakar oleh api.. Ayo segera keluar dr hutan ini sekarang juga!! "

Mendengar teriakan sang gajah tersebut semua binatangpun spontan ikut bergegas melarikan diri keluar hutan.

Mulai dari harimau, gajah, kambing, Kuda, burung, semut, dll.. Semuanya ikut bergegas keluar sambil ikut teriak" hayo teman2 kita harus segera keluar.....!!! "

Saat semua binatang bergegas menyelamatkan diri terlihat datanglah seekor burung kecil yg malah berlalu masuk kehutan. Hingga semua binatang meneriakinya  " hey burung kecil.. Ko malah masuk. Di dalam hutan terjadi sebuah kebakaran. Kamu bisa mati kalau masuk kedalam hutan. Hayo segera keluar.!!"

Dan jawaban si burung kecilpun tanpa di kira akhirnya menjawab "saya akan berusaha memadamkan api di dalam walau hanya dg paruh kecil yg kupunya."

"Waah burung kecil ini berani sekali ya nak! " seperti aisyah :)

Mendengar jawaban tsb teman2 nya langsung ikut berpikir. Untuk membantu si burung kecil tsb.

Kalau bukan kita yg menyelamatkan hutan  siapa lagi dan kelak dmn kita akan tinggal jika semua hutan ini sdh terbakar.

Yup itulah dongeng hari ini yg saya sampaikan untuk aisyah. Dan pas ia takut ketika mulai ikut bermain bareng teman2 nya saya cuma bilang "ayo aisyah berani. Aisyah pintar.." dan iapun langsung bersemangat hingga akhirnya 1jam full main dan mengikuti semua permainan yg ada):)

Dan hari ini ia terlihat sangat lelah sekali.

Sehat ya nak. Barokallah

Sabtu, 02 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #3

"pada suatu hari ada sang putri yg cantik beliau dan sangat shalihah,,, setiap kali di minta bundanya untuk makan ia selalu senang dan bahagia. Hingga sang putri ini di karuniakan oleh Allah badan yg sehat dan jarang sakit." waah putri cantik bunda mamamnya banyak yah. Pintar ya.. Maa syaaAllah... " sahut bunda sang putri sambil menatap wajah anaknya.. "

Aisyah mau jadi putri yang sehat?
" iyah. Auu"

Iya mau dong bunda. Aku makannya kan banyak. (sambil bunda masukkan makanan yang sdh di siapkan di sendok ke mulutnya dan gooollll) 😂😂😂

Dongeng diatas adalah sekilas yang saya sempat sampaikan ke Aisyah saat ia hampir saja gak mau makan. Krn asyik main. Sambil saya megang sendok sayapun menghampiri dan memeluknya dan memangkunya lalu dimulai lah cerita diatas. Dan ternyta  dy sangat antusias memperhatikan setiap yg saya ucapkan dan sering kali mengulang kembali kata2 yang ia dengar dari mulut saya.

MaasyaaAllah.. Tabarokallah nak shalihah. Ini diluar ekspektasi bunda hari ini.

Kirain akan di cuekin. 😂😂😂

Dan beberapa kali saat ia sudah mulai gak nyaman. Sayapun memutar otak untuk memikirkan jalan cerita yang akan saya sampaikan. Dan Alhamdulillah hari ini berhasil 2x saya Mendongeng di hadapannya. Walau isi dongeng ya kadang gak nyambung yg terpenting ada nilai yg dapat ia simak dengan baik. 😊

Jumat, 01 Desember 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #2

Ehhh aisyah belum mau makan?
"tanya saya seketika saat kami sudah berada di posisi siap santap makanan"

Baiklah,,
Bunda sambil Inget2 kisah buaya kemarin yang tidak mau makan hingga Akhirnya hampir mati..

Di mulai....
Aisyah bunda ada buaya nih. ('sambil nunjuk tangan yg seolah membentuk mulut buaya) "buaya hari ini seharian bermain dengan teman2 nya di pinggir sungai.  Hingga tak terasa ternyta hari sudah semakin gelap dan hujan mulai turun sedikit demi sedikit. Buaya yang masih berada di pinggir sungai pun menjadikan ibu sang buaya menjadi sangat khawatir. "polaaan.. Polaaan.. Kamu dimana?? ( polan = nama anak buaya)

Polaan hari sudah gelap nih . Kamu Dmn nak? Hayu segera pulang kamu belum makan sedari pagi.

Di carinya lah si polan di sekeliling sungai. Namun ibu buaya tidak juga menemui  polan anaknya. Ibu polan sangatlah sedih hingga akhirnya menangis. "huhuuu hu'uh Polaan. Polan segera pulang nak, ibu sudah siapkan makanan untuk makan sore kamu hayu segera sini"

Dengan tertatih tatih polanpun berjalan menemui sumber suara yg terus menerus memanggil namanya.

Dan ternyta ibu buaya  melihat polan tengah berada di antara kayu kayu potongan di pinggir sungai tsb

Polan kamu knp?
"tanya ibu polan"

Perut polan sakit buuu... Perih...

Tanpa berpikir panjang ibu polan langsung mengambil makanan yang sudah ia siapkan dan menyuapi satu persatu siapa ke mulut polan. Hingga ia terlihat lbh segar.

================
Cerita belum usai ternyta Aisyah sudah kembali antuisas dengan sepiring nasi lalu menyuapi si beber.. Dengan berkata"  Yuk beber... Maam... Yuk..

Hihii

Kamis, 30 November 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Mendongeng #1

Sudah menjadi kebiasaan bunda sebenrnya untuk hal cuap2 di depan Aisyah. Menjadi pengarang dan pencipta lagupunsudah menjadi keseharian bunda. Hehee
(Walau hanya bunda yg bisa nada ya sendiri krn sbnrnya Bunda gbsa nyanyi) 😆😆 eh tapi Aisyah selalu menerima si setiap apa aja yg di nyanyiin bunda. Malah sering juga bilang "lagi... Lagi,,,) hahaa
Makasi loh nak. 😘

Eh tapi ini tantangan nya mendongeng yak? Wah belum kreatif untuk hal ini. Tapi mati kita coba Yuk.

Pas membaca satu persatu yg telah di sampaikan di grup bunda sayang jakarta pagi tadi bunda langsung searching di youtube. Cari inspirasi tepatnya. Yup krn gaya belajar bunda yg lbh dominan ke visual. Jd bunda batu bisa terbayang sama materi dan penugasan setelah melihat contoh langsung. Walau hanya Satu..

Eh dapet dongeng kak Riki. Ttg buaya yg serakah.

Setelah usai sarapan langsung lah bunda coba mempelajari gaya mendongeng nya beliau. Eh aisyah nyanperin dan langsung berdiri di depan komputer. Ehh kyknya ia juga tertarik. Jadilah kami menonton dan belajar mendongeng bersama. :) '

Hal yg tdk di sangka lagi ternyta setiap gerakan kak Riki Aisyah selalu mencoba menirunya. Jadilah bunda juga heboh mengulang setiap perkataan ka Riki sambil mengajak Aisyah untuk memperagakannya.

Okeh sampai sini dlu untuk cerita hari ini. Semoga esok bunda sudah bisa mengimprovisasi

Semangat latihan mendongeng bundaaa :)
#1

Sabtu, 25 November 2017

Aliran rasa level 9

Menjadi ibu kreatif PR besar. Maa syaaAllah. Kalimat penyemangat yang senantiasa NJLEEBB dan senantiasa HARUS di ingat ialah " Sejatinya anak anak sdh terlahir kreatif maka orangtualah yang at us belajar untuk menjadi kreatif"

Berada di level ini Alhamdulillah semakin bersyukur dengan posisi menjadi ibu. Ibu baru yang selalu merasa tak berilmu. Terima kasih IIP. Berada di kalangan IIP merupakan penyemangat sekaligus panduan untuk bagaimana menjadi ibu yang baik. Ya yg baik.

Terlahir dr orangtua yang bisa dibilang minim ilmu membuat diri Ini mengacu dan mesti belajar keras untuk bagaimana agar bisa berilmu.

Terimakasih kelas Bunda Sayang, teman2 fasilitator dan teman2 seperjuangan yang

Berada di lingkungan IIP menjadikan diri semakin rindu untuk memiliki lingkungan yang di kelilingi dengan  semua keluarga IIP.

Selasa, 14 November 2017

Be Creative #13

Sakit gigi menjadi tantangan untuk bisa ttp berkreatif ria dg anak.

Subhanallah MaasyaaAllah
Sakit gigi kali ini sangat berasa. Dan in syaaAllah sepertinya esok akn kedokter kembali untuk memeriksakan diri.

Bagaimana kabar bersama aisyah hari ini???

IA ttp heboh mnta d ajak main. Alhasil saat saya menungging (maaf) dengan maksud menahan sakit dan kondisi saya yg tdk bnyk bicara hanya hnya mengatakan "kuda sini" dan ia lngsung mengerti. Dengan semangat menaiki punggung saya dan bilang "tuk tuk tuk tuk"
Dan selebihnya ia ditemani oleh ayahnya.

Alhamdulillah

Senin, 13 November 2017

Be Creative #12

Alhamdulillah hari ini dapat nikmat sakit gigi dan memang sudah bbrapa pekan ini sdg perawatan dg dokter gigi.

Alhamdulillah bolak balik jakarta depok.
.
.
Dan hal yg sangat saya sangat tega ialah mengikutsertakam aisyah untuk ikut kerumahsakit.

Sudah menjadi orangtua ternyta seperti ini ya bun. Sesakit apapun kondisi tetap gak mau anaknya ikut merasakan.
Alhasil terpikir lah untk sebelum ke doktergigi kerumah kakek dulu. Ajak main sebentar sampai ia ngantuk. Di boboin dan langsung menyiapkan makan siang jaga jaga lama di rumah-sakit dan Aisyah keburu bangun

Dan gak bawa anak itu sebuah Keganjalan
Rasanya..

Akhirnya gak setelah dr dokter gigi segera pulang dan yg sangat di nnti2 ialah kabar dr konsisi Aisyah.

Gimana aisyah, bangun gak td?
Rewel ga?

Dan jreng ternyta ia bsa tetap anteng. Sangat bersyukur ya Allah.

Terimakasih untuk semua nya

Barokallah untuk anak yg semakin besar dan shalihah serta cerdas.
S

Minggu, 12 November 2017

Be Creative #11

Hari ini Aisyah ikut kondangan ke sahabat bunda. Tante husna namanya

Acara akad yg begitu syahdu di iringi okeh derasnya hujan yg in syaaAllah bertanda keberkahan. Aamiiin

Eh tp tdk untuk Aisyah. Ia tetap lebih memilih Mondar mandir kesana kemari 😂😂 dan selalu bunda berusaha mengikuti kemauannya dengan di awali bismillah dan tarian nafas yg panjang.

Mondar mandir yg tiada henti itu akhirnya membuat bunda berpindah posisi duduk dr depan ke bagian belakang.
.
.
Dan kreatifitas dsini sangatlah di uji. Akhirnya bunda ikit aisyah keluar dan mengajaknya berkenalan dengan hujan dan basah.

Apakah itu?
Yup kebetulan sekali sepertinya ia sdh lelah sampai akhirnya saya di minta untuk memakai gendongan dan menggendongnya. Lalu saya ajak keluar sambil mengenakan ya ke hujan yg terus turun dengan derasnya.

Ini apa nak?
"hanya diam"

Ini huhuuu jan. Apa?

" U jan " (jawab singkatnya)

Nah ini air hujannya. Basah ya?
Sini sini bunda ajak kenalan dengan hujan..

Pengang iniiii!!!!!!
(Punta saya sambil memegang besok yg basah karena hujan)
Eh eh eh eh
(saya masih berlagak kaget sambil mengangkat tangan secara cepat)

Heheehhhaha (dan Ikut tertawa dg riang sekali)

Terus dy  bilang "jan jan" sambil memegang besok yg basah dan ikut mengangkat tangan dengan cepat. Seolah menirukan yg saya lakukan.

MaasyaaAllah sederhana sekali membuatnya bahagia. Dan kuncinya ikutin dulu apa keinginannya dan Batik ah ajak untuk kemudian ia yg mengikuti kita.

Barokallah nak

Sabtu, 11 November 2017

Be Creative #10

Kali ini mengenai kreatifitas yg di uji saat di dalam kendaraan (mobil)

Dengan durasi kurang lebih 2jam perjalanan.

Mungkin sdh lelah dan sangat ngantuk aisyah saat tadi.
Sedangkan perjalanan masih lumayan. Aisyah dengan kondisi sudah urng uringan dalam mobil akhirnya menangis sambil merengue meminta "endooong ndaa" (; gendong bunda)

What???
Di dalam mobil minta di gendong.???

Sambil terus menguji dan mengasah kreatifitas saya saat di dalam mobil saya terus optimis dengan satu kalimat "ini tantangan buat kamu"

Alhamdulillah dengan begitu yg keluar dr pikiran ialah segala upaya untuk membuat Aisyah  nyaman kembali.
Mulai dari main tebak2 kendaraan. Tebak2 anggota tubuh. Nyanyi bersama.
Dan di akhir dengan mimi.. Sampai akhirnya ia terluka tidur.

Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah

Nyapih

Oh ternyata Nyapih itu bertahap ya...

Ternyata kudu pelan2
1 minggu pertama Ga nen pagi sampe siang
1 minggu kedua ga nen dari pagi sampe sore
1 minggu kedua ga nen dr pagi sampe separo malem
1 minggu ke empat latihan ga nen full

Selain menjaga Ibu dari kesakitan, juga akan lebih menenangkan di anak karna tidak terlalu kaget..

Jumat, 10 November 2017

Be Creative #9

Menjadi Kreatif merupakan tantangan yang harus di kerjakan oleh seorang ibu. Tentu agar kondisi semuanya tetap bisa aman terkendali.

Saat selesai masak memasak tentu di bantu oleh aisyah selesei. Saya mengajaknya untuk beristirahat di kamar. Dan Aisyah datang dengan membawa mainan lego nya.

Dia mainkan sesaat setelah itu di tinggalkan. Jadilah kasur pun penuh dg mainan nya.

"aisyah mainan nya beresin dlu ya.."

Eh cuek dan dy malah bilang "mimi mimiii"

Kondisi masih berkeringat. Krn masak sambil gendong dan berniat mau istirahat ternyta harus melihat kondisi kasur penuh dg mainan 2 nya.

"aisyah mau mimi? Kalau mau mimi Yuk beresin mainan nya dlu.."

"res bereskan. Rapih rapih kan...
Res beres kan.. Bersih bersihkan..."

Sambil tarik nafas akhirnya saya menganggap sayur persatu lego nya ship menyanyikan lahunya "HEI BLO" tentang membereskan mainan setelah selesei.

Yeaayyy gak pake maksa ia malah langsung semangat beresin sampai selesei

Alhamdulillah

Kamis, 09 November 2017

Be Creative #8

One day one juz

Belakang ini beralasan bgt gk selesei 1 juz perhari. Padahal kerjaan jug gak Banyak 2 bgt.

Tantangan yg terjadi ialah aisyah yang selalu lebih heboh ketika saya sdh memegang mushaf Alquran.

"Ndaa no no, siniih"
(bunda bunda No, sini aja ya)
Sambil menunjuk pinggir kasur dengan maksud saya menemaninya Main lego sambil duduk di pinggir kasur.

"bunda baca Alquran dulu yaa, aisyah main mau ikut bunda baca atau mau main sendiri dulu?" saya coba membuat penawaran

"Ca baca, Bunda yah" sambil menunjuk ke Alquran yg sedang saya pegang.

"bunda boleh baca dlu?"

Dan Iya pun mengangguk.

Hanya 3 mentang Tetiba ia datang menghampiri saya dari kasur sambil buka lemari dahulu dan mengamnil IQRO miliknya. Dan duduk persis di samping saya. Yang terdengar hanyalah desisan suaranya dari mulut mungilnya itu.

Subhanallah..

(kata saya dalam hati)

Jeda beberapa lama kemudian ia kembali mengambil legonya dan meminta saya untuk duduk di lantai dan menyusunkannlego untuknya.

"Ndaa keyeta"
Tut tutt

Dan ia menunjukkan ke saya kereta yang berhasil ia susun dari legonya.

Hihii

Iya itu kereta ya nak. Barokallah ya nak. Bisa buat kereta  tutuuut

Rabu, 08 November 2017

Be Creative #7

Pagi hari ini kami berdua (bunda dan Aisyah) memberikan makan kepada Ayam 2 peliharaan.

Kegiatan ini biasanya akan membuat Aisyah sangat berbinar binar karena itu artinya ia akan keluar rumah 😅

Saat sudah mulai heboh di
Dalam rumah dan akhirnya muncullah ide kegiatan tersebut 😇

Dan ia langsung bergegas mengambil tempat makan yang sudah siap di berikan ke ayam.

"bawa bawa, eniih bawa" kata Aisyah sambil mengambil tempat makan yg saya pegang tsb

Selasa, 07 November 2017

Be Creative #6

Be Creative

Full hari ini kami sekeluarga dirumah datuk (kakek)..

Jadwal bunda ke dokter gigi jd benar2 harus mengatur waktu agar saat ke dokter aisyah bisa istirahat tidur.

Mulai dari mengikutinya main. Bolak balik jalan dari ujung rumah ke rumah yg lain. Dll

Dan ternyta Aisyah blm juga terlihat capai. Sementara jam sudah hampir  menunujukkan jam 9.00

Bunda berpikir lagi apa yang bisa di lakukan ke aisyah.

AHA
Ada Sabrina (anak asuh tetangga)
Saya ambillah Sabrina dan mengajak ya main di rumah.
Sabrina yang usianya sedikit di bawah Aisyah rasa rasanya cukup pasrah Alma perlakuan Aisyah saat itu.

"nak Sabrina nya boleh makan kue aisyah ya?, ini ada banyak. Berbagi ya.."

"iyah" jawabnya

"nih nih dudu dudu Sabinah duduk nih"
(sini sini duduk, Sabrina duduk disini ya)
Sambil menunjuk ke arah tempatnya duduk.
Dan ternyata ampuh. Alhamdulillah
Sepotong kue bisa menjadikan anak pelajaran saling berbagi. Hingga akhirnya mereka asyik bermain dan lelah.

Alhamdulillah tepat jam 09.55 aisyah bisa bobo dan bari bangun sepulang ayah bunda kembali dr RS.

Senin, 06 November 2017

Be Creative #5

Masi di edisi beberes ala KonMari..

Butuh waktu yg lama ternyta untuk menyelesaikan semuanya.

Apalagi asistennya anak usia 1,5tahun 😇😇

Buat ide apa yaaa agar anak shalihah ini bisa anteng dan bunda bisa santai beberes..

Terlihat ada nesting dan kelengkapan lainnya (alat masak yang digunakan saat di gunung)

Clinggg

Aisyah nih bunda punya ini (sambil tunjuk ke alat2nya)
Dan ia ternyta sangat berbinarr melihat benda baru tersebut.
😍😍😍

"nih aisyah bisa pake ini, ada panci... Ada piring.. Aisyah main MASAK 2 ya pake ini sama beber dan Hafiz"

Dengan antusias ia mengambil dan membawanya ke kamar sebelah.

Gak lama kemudian dipanggillah saya "Ndaa Ndaaa dudu dudu nih" (nunjuk ke arah kasur)

"bunda duduk disini nak?" (tanya saya)

Iyah.. Nih undaa (nih untuk bunda) sambil memberikan piring yang berisi lego2nya

MaasyaaAllah nak siapa yg ngajarin ini. Hihiii

Akhirnya melihat ia yang sangat antusias beberes saya berhasil ia kalahkan. Dan saya memilih untuk menemani ya dahulu main.

Barokallah nak shalihah😘😘

Be Creative #5

Masi di edisi beberes ala KonMari..

Butuh waktu yg lama ternyta untuk menyelesaikan semuanya.

Apalagi asistennya anak usia 1,5tahun 😇😇

Buat ide apa yaaa agar anak shalihah ini bisa anteng dan bunda bisa santai beberes..

Terlihat ada nesting dan kelengkapan lainnya (alat masak yang digunakan saat di gunung)

Clinggg

Aisyah nih bunda punya ini (sambil tunjuk ke alat2nya)
Dan ia ternyta sangat berbinarr melihat benda baru tersebut.
😍😍😍

"nih aisyah bisa pake ini, ada panci... Ada piring.. Aisyah main MASAK 2 ya pake ini sama beber dan Hafiz"

Dengan antusias ia mengambil dan membawanya ke kamar sebelah.

Gak lama kemudian dipanggillah saya "Ndaa Ndaaa dudu dudu nih" (nunjuk ke arah kasur)

"bunda duduk disini nak?" (tanya saya)

Iyah.. Nih undaa (nih untuk bunda) sambil memberikan piring yang berisi lego2nya

MaasyaaAllah nak siapa yg ngajarin ini. Hihiii

Akhirnya melihat ia yang sangat antusias beberes saya berhasil ia kalahkan. Dan saya memilih untuk menemani ya dahulu main.

Barokallah nak shalihah😘😘

Minggu, 05 November 2017

Be Creative #4

Kreatif

Yuk jadi kreatif..

Saat ini Aisyah sdh mulai banyak tanya.
Saat kita pegang suatu benda pasti ia akan sigap bertanya "ini apa?" dan begitu seterusnya

Dan setiap kata yang di ucapkan oleh ayah dan bundanya sering juga ia langsung menurunkan ya.
Barokallah ya nak.

Saat ia selalu mengikuti setiap apa yang saya katakan. Sayapun berpikir "ngomong apa ya biar aisyah semakin banyak kosakatanya dan memiliki nilai. Aha ini dia :

Satu satu Aisy cinta Allah
dua dua cinta Rosulullah
Tiga tiga cinta ayah bunda
Satu dua tiga cinta semuanya
Yeayyy

Bbrpa kali ia mengikuti dan Tetiba dalam jangka yang tidak terlalu lama ia pun terdengar ada lirik yg beda.
Seperti ini:

Ayaahh
Undaaa (bunda)
Ayangg (sayang)
Aisahh

Maa syaaAllah ia mengarang lagu sendiri.
Barokallah nak shalihah

@day4

Sabtu, 04 November 2017

Be Creative #3

Hari ini seharian aisyah main dengan mamang (sebutan om kecil) krn kami sekeluarga memang agendakan menginap disana.

Seperti biasa rebutan mainan selalu terjadi dan entah siapa yg akan mengalah dan di akhir dengan tangisan walau tdk lama.

Saat mereka rebutan mainan dan teringat dengan tantangan dr kelas bundsay akhirnya beberapakali sempat bisa teralihkan. Yeayy

Mengenai Be Creatif yang ingin saya ceritakan ialah saat kami mengajak aisyah ke pusat perbelanjaan perlengkapan  bayi. Tersampaikan playground disana dan bbrpakali ia ikuti semua permainan ya dan saat itu juga saya memperhatikan cara yg ia gunakan tdk sam dengan kebanyakan temannya dan tetap berhasil bisa melalui semua permainan dengan baik.
Alhamdulillah

Jumat, 03 November 2017

Be Creative #2

Postingan dr tantangan kedua sempat bermasalah. Alhamdulillah masih ada waktu untuk buat lagi.

Semangattt

Disaat saya sedang mencuci baju dan Aisyah sibuk sendiri bermain. Tetiba ia menghampiri saya sambil bilang "Ndaaa puup. Beber"

Oo beber pup nak, nangis ndak?, sudah di bersihin? "(tanya saya padanya)"

"huuuhuuu" (memperagakan raut muka sedih dan menangis) 😂😂

Kembali lah saya mencuci dan ia kembali sibuk lagi dengan si beber nya.

Eng ING Eng
Gak lama kemudian ko terdengar suara air di dalam kamar mandi. Dan saya obat menghampiri ke arah kamar mandi ternyata ia sedang sibuk basah di beber.

" sambil kaget saya coba menanyakan padanya" aisyah lg apa?
Bebernya kenapa di mandiiin?

"puup,, beberr" jawabnya

(beber pup nak?) tanya saya
Maa sya Allah nak. Sambil geleng geleng gereget mau marah tp lucu 😂😂😂
   

Kamis, 02 November 2017

Be Creative #1

Pada dasarnya setiap anak itu kreatif hanya saja kota yg sering membatasi setiap apa yang ada di pikirannya.

Alhamdulillah dapat materi ini disaat sekarang Aisyah masih berusia 1 tahun tepatnya 1,5 tahun. Saat ini ia sudah mulai sering suka bertanya dengan kata "apa". Bunda pegang piring, ia akan bertanya "apa?" (sambil menunjuk ke piring yg saya pegang) kalau tidak di jawab apa ia akan diam??
No.

Ia akan terus bertanya. 😍😍😍
Pokoknya nikmati aja deh setiap apa yang ia tanyakan. Walau sering berulang 😂😂

Mengenai KREATIF.
Pas dpt materi ini dan ada bbrpa kuis dr tim fasil saya sempat drop dan merasa "ko gw gak kreatif bgt sii  >,<'...

Hihii...
Baca lg perlahan dan coba ikut ke alur diskusi ternyta tidak terlalu sulit. Mari coba tuntaskan tantangan ini 😎😎

Dan hari ini saya memulai untuk beberes ala KonMari sebetulnya. Sempat terbesit." bisa ga ya? Nnti aisyah ikut heboh ga ya, bla bla bla" karena saya sedang terapkan toilet training jg untuk Aisyah. dan ternyta Aisyah malah cukup mengerti akan kegiatan yg sedang di lakukan oleh bundanya. #Alhamdulillah

Saat kami berdua (saya dan suami) sedang sibuk beberes. Aisyah pun sibuk ikut bantu gak mau tinggal diam.
Ide kreatif pun muncul untuk membuatnya sibuk tanpa ikutan "membantu" kami.

Ada ranjang baju untuk tempat pakaian. Niat hati saya untuk mengalihkan ia agar main boneka di dalam keranjang baju tersebut. "sini aisyah ambil beber (nama boneka beruang) duduk di sini Yam beber nya do boboin.)

Eng ing eng..
Alhamdulillah ia pun ikut dengan arahan saya. Dan gak lama kemudian ia mengambil kardus belas yg sudah saya potong untuk tempat baju jg. Ternyata ia mengambilnya dan meletakkan kain ke atasnya dan menaruh si beber ke dalamnya. Dan kemudian ia dorong 2 layaknya stroller.

Maa syaaAllah nak. Kreatif sekali kamu. Subhanallah... (ucap saya seketika sambil melihat ia yg tetap mendorong2 bonekanya)

Benar adanya setiap anak itu memang sudah kreatif pada dasarnya. 😘

Selasa, 17 Oktober 2017

Jadi apakah sudah mendapati suami yg tepat?


Kenapa Istri Saya Jelek?" Jawaban Makjleb Cowok Ini Bikin Semua Cowok Langsung Menunduk Malu! Ternyata Kenyataan Itu "Semiris Ini"!

Wanita, kamu menikah dengan orang yang tepat atau tidak, semuanya akan terlihat jelas dari penampilanmu. Kalau kamu menikahi orang yang tepat, bahkan sampai tua pun kamu pasti bisa mempertahankan kecantikanmu. Tapi kalau kamu salah orang, semuanya malah akan terpuruk.Kedua pria yang sama-sama menikah 10 tahun membawa istri mereka ke sebuah pertemuan. Setelah acara selesai, para wanita duduk di sofa dan mengobrol bersama, sedang para pria juga memiliki obrolannya sendiri. Akhirnya kedua pria ini bertemu dan mulai mengobrol.

Rudi : San, lama gak ketemu, istri lu cantik amat!
Hasan : Thank you thank you…
Rudi : Kalian baru nikah ya?
Hasan : Iya belum lama, baru 10 tahun…Mendengar jawaban Hasan, Rudi langsung kaget, karena dia dan istrinya juga sudah menikah kurang lebih 10 tahun, tapi istrinya tidak seperti istri Hasan yang begitu cantik dan menarik. Bagi Rudi, istrinya seperti wanita tua yang sudah tidak menarik lagi.

Rudi : Gue sama istri juga sama sih kurang lebih, dulu waktu nikah dia cantik banget, tapi sekarang semuanya berubah, udah jadi emak-emak. Mau gimana liat juga nggak enak diliat, kadang mau keluar rumah juga males bawa dia, coba aja kalau istri gua kayak istri lu.
.Hasan hanya terseyum mendengar perkataan Rudi, Rudi kemudian melanjutkan..
Rudi : Tapi liat istri lu cantik mulus kayak gitu, harusnya dia gak akan bersih-bersih rumah kan yah? Yah kalau dilihat dari sisi ini, mungkin ini kelebihan istri gue sih, setidaknya, dua anak gue bisa dirawat baik-baik sama dia.
.Hasan : Ah kata siapa? Emang dia cantik jadi keliatannya kayak yang gak suka bersihin rumah. Tapi dia apa juga bisa, rumah selalu bersih, masak juga enak. Anak perempuan gue juga cantik kayak mamanya..Mendengar jawaban ini, muka Rudi mulai berubah. Dia tidak habis pikir, sama-sama wanita, kenapa bedanya begitu besar? Hasan kemudian tersenyum dan bertanya..

Hasan : Lu tau gak istri lu sukanya makan apa?
Rudi : wah gak tau gue..
Hasan : Lu sering peluk dan cium istri gak?Rudi : Ya ampun udah nikah segini lama ga perlu lagi kali..
Hasan : Lu sering beliin istri lu baju baru dan perawatan kulit gak?
Rudi : Yah umur udah segini, mau buang begitu banyak uang juga sama aja..
Hasan : Kalau gitu, lu tau gak istri lu pake baju ukuran berapa? Sepatunya ukuran berapa?
Rudi : Ini… hmm.. Kayaknya gua juga gak tau..
Hasan : Gue tahu jelas apa yang disukai istri, apa hobinya, bahkan apa yang dia pikirkan, gue bisa tebak. gue suka pijetin kalau dia pulang kerja, setiap bangun tidur gue juga selalu kecup kening dan peluk dia. Kalau hari hujan, mau sejauh apapun, gue pasti bakal jemput dia pulang kerja. Gue tahu ukuran baju dan sepatunya, jadi kalau kadang kita jalan-jalan dan dia gak rela keluarin uang buat beli barang yang jelas-jelas dia suka, gue akan langsung beliin..
Rudi kemudian malu dan mukanya memerah
, Hasan melanjutkan..
Rudi semakin menunduk, dia kemudian teringat akan istrinya, dia sering bertengkar dengan istri di rumah, kalau tidak puas, dia akan langsung membentak dan bersikap cuek pada istrinya, bahkan beberapa hari lalu, mereka baru saja bertengkar cuman karena istrinya beli baju yang harganya gak seberapa dan Rudi selalu mengatakan kalau itu pemborosan.Kemudian,
Hasan melanjutkannya..
Hasan : Kalau istri sendiri kita gak sayang, masa tunggu orang lain sayang dia? Dia tuh demi keluarga ini, demi anak, sudah mengorbankan begitu banyak waktu dan tenaga, kadang malah gak pernah mikirin dirinya, kenapa lu gak bantuin dia? Cewek itu ibarat bunga mawar, yang cuman bisa dilindungi sama suaminya, baru mereka bisa selalu mekar dengan segar dan semangat. Kalau gak ada yang ngerawat, ya udah deh, pasti cepet layu..Lu harus banyak waktu perhatiin istri lu, tadi dia lewat di sebelah gue, gue bahkan bisa cium bau minyak di kepalanya, dia bahkan jadi kayak emak-emak yang lu bilang tadi, masa lu gak mau bikin hidup dia jadi lebih bahagia, jadi lebih cantik gitu?
Rudi hanya bisa terdiam.. Tak lama kemudian, acara pun berakhir, Hasan pamit dan menggandeng istrinya pulang
. Rudi melihat istrinya yang kelelahan sudah ketiduran di atas sofa, ia melangkah menuju istrinya kemudian dengan lembut membangunkannya, "Capek ya? Yuk kita pulang..

ada pepatah yang mengatakan, wajah perempuan sebelum 30 tahun itu ditentukan oleh keturunan, tapi setelah 30 tahun itu ditentukan dari pernikahan! Kalau kamu memiliki suami yang mengerti kamu, kamu akan menjadi wanita yang cantik dan berbahagia!Wanita yang berbahagia, bisa dilihat dari sinar yang memancar dari wajahnya, ia selalu tersenyum, sorot matanya penuh kehangatan dan bersemangat
.Ada pepatah berkata, "Kalau kamu bercermin dan menemukan kalau dirimu semakin lama semakin cantik, maka kamu menemukan orang yang tepat!"Banyak pria yang berkata ingin menikahi wanita yang cantik, lemah lembut dan baik hati. Padahal sebenarnya, pria yang memiliki kemampuan, justru akan menikahi wanita yang biasa saja, dan akan menyayanginya sampai wanita itu menjadi cantik rupawan.Pria baik itu ibarat pisau operasi plastik, dialah yang menentukan kecantikan seorang wanita. Kalau kamu menikahi lelaki yang benar, setiap hari yang kamu jalani penuh kebahagiaan, kamu dengan sendirinya akan memancarkan kecantikan.Tapi kalau kamu menemukan lelaki yang salah, dia akan membuatmu menjadi semakin jelek dan semakin buruk dalam berbagai aspek. Walaupun awalnya kamu adalah wanita cantik penuh senyum, pada akhirnya kamu akan menjadi wanita suram yang haus akan kebahagiaan.Jadi pria, perlu ingat baik-baik! Bagaimana kamu memperlakukan wanitamu, begitu pulalah wanitamu akan menjadi!

Rabu, 04 Oktober 2017

Aliran Rasa Game #8

*Rezeki itu pasti, Kemuliaan lah yang harus di cari *
.
.
Membersamai anak usia 1 tahun dengan konsep bahwa semua rezeki dari Allah dan Rezeki tak melulu berkaitan dengan Materi / Uang.
.
agar anak Cerdas Financial sejak dini. .
Alhamdulillah dapat materi ini saat Aisyah masih 1 tahunan.  Jadi masih Bis banget untuk belajar menerapkan konsep rezeki ke anak. Di game ini orangtua juga jadi lebih sering bersyukur karena  memang rezeki tak melulu dalam bentuk uang. Kesempatan dapat membuat anak bahagia juga sejauh rezeki yang tak ada duanya.
Alhamdulillah
.
.
(saat ngobrol di kandang)
B: Aisyah seneng punya kelinci?
A: nenggg (re: seneng)

B: Kelinci nya laper ya, kasih mamam Yuk..
A: nih nih nih (nunjuk 2 rumput, terus di cabut dan di kasih ke kandang kelinci)

B: kelinci nya mau makan ndak?
A: mau.. Laper

B : alhamdulillah,, (ucap bunda spontan) kalau kelinci nya mau makan bilang apa nak?

A: maacihh (sambil nengglengin kepala) (padahal mksdnya bilang Alhamdulillah) 😂

B: bilang " Alhamdulillah.. Terimakasih ya Allah" gitu. Bilang apa?
A: maacihh *sahut nya lagi

B: bilang terimakasihnya ke Allah.. "terimakasih yaa Allah"  kelinci Aisyah mau makan, kelinci Aisyah mau makan rumput ini
.. A: maacihh loohh (re: terimakasih ya Allah)

Selasa, 03 Oktober 2017

Isi hati

Nemu ini di fb jd merembes seakan mewakili isi hati yang sedang sayu belakangan ini 😆

Katanya, seorang ibu itu ibarat denyut jantung sebuah keluarga.

Di saat ibu mood-nya hepi, teruruslah anak dan suaminya.

Di saat ibu sendu, merembetlah kesedihan pada cara caranya mengurus rumah tangga.

Dan siapa sih yang gak asing dengan celetukan, "Jadi Ibu itu jangan sampai sakiiiit.."

Bukan. Bukan karena concern dengan kesehatan si Ibu, tapi lebih karena... kalau Ibu sakit yang ngurus anak anak siapa? Sarapan pagi dan bekal sekolah si Kakak gimana?? Sempak Bapake yang kemaren baru beli ditaruh dimana??? #eh 😂

Ritme kehidupan rumah tangga mendadak eror sejalan dengan durasi sakitnya si Ibu. Yang membuat ia berjuang kepingin buru buru sembuh.

Bukaan.. bukan karena rindu akan badan sehat tapi lebih karena.............. ga tega ngeliat bocah dipakein baju yang motif dan warnanya tabrak lari berhari hari *lirik tajam ke Bapake, wkwkw..

Yang seringkali terlupa adalah, dengan segabruk aktivitas yang bergantung pada kehadiran sang ibu, pada siapakah Ibu bersandar untuk me-recharge kembali energinya?

Pada Allah, sudah tentu. Di tengah malam yang sunyi ketika seisi rumah sudah lelap, tak ada yang mengalahkan asyiknya bercengkrama pada Allah dalam senyap. Meminta kekuatan buat esok hari, karna sadar betul dengan kemampuan diri.

Selain Allah, siapa lagi?

Suami.

Entah kenapa berkali ku amati, banyak sesama Ibu dan istri yang terlihat bahagia dengan hidupnya, ikhlas dengan aktivitasnya, dan waras dalam mengasuh anak anaknya............

ternyata diawali dari adanya limpahan cinta dari sang suami.
.
.
.
Cinta yang mungkin hanya sesederhana ucapan terimakasih karena sudah menjaga anak anak seharian..

Sesimpel pujian, "Enak deh Mah!" sembari mengacungkan jempol saat sarapan dihidangkan..

Sesederhana berkomentar, "Kamu kurusan ya, Dek?" meski baru saja menyaksikan si istri menyeduh indomie dua bungkus. Dimakannya pake nasi pula..

Sekecil menawarkan diri untuk menghandle bocah sesaat, supaya istri bisa menuntaskan keperluannya di kamar mandi tanpa ada gedoran pintu semenit lima kali.

Atau bahkan sereceh pesan singkat gombal, "Kangen deh sama Bunda. Besok Ayah transfer uang buat ikut Pre Order Puppet Booknya yaa.." #eaaaa Pesan yang gak cuma bikin si istri bahagia, tapi juga Book Advisornya 😂 IYAAA INI SEKALIAN JUALAN IYAAA.

***

Membahagiakan istri berarti menyuplai jiwa mereka dengan energi positif.

yang kemudian akan mengalir pada cara caranya mengurusi rumah dan keluarga.. yang juga tersalur pada geraknya dalam mendidik anak anak tercinta.

Membahagiakan istri berarti menyuntikkan semangat pada dirinya.

Semangat yang membuatnya terdorong untuk memberi lebih baik lagi. Sehingga bertemulah sang suami dengan kejutan kejutan, saat rasa masakan sang istri mulai meningkat level enaknya.. saat wajahnya menyambut di rumah dengan ceria senantiasa.. Ketika anak anak terlihat tumbuh sehat, cerdas, dan suka baca Halo Bali.. #ahsudahlah wkwkw.. 

Membahagiakan istri adalah cara suami menjaga keluarganya dari kejauhan.

Memastikan sang istri terpenuhi tangki cintanya, sehingga terjaga kewarasannya. Karena hanya mereka yang dipenuhi cinta, yang bisa berbagi cinta pada sekitarnya..

Membahagiakan istri,

Perkara sederhana tetapi amat besar efek dominonya.

Karena tugas pertama seorang Ayah terhadap anak anaknya adalah : mencintai Ibu mereka sepenuh jiwa 💜

💜post by Jayaning Hartami

Senin, 25 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #12

Allahumma soyyiban naafia'an

Ya Allah jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat, Aamiiin

Alhamdulillah hari ini pagi menjelang siang Hujan turun cukup deras hingga
rasanya ingin ikutan main Hujan 2an 😂

Sayangnya kami sekeluarga sedang batuk. Jd  hanya melihat hujan dr jendela dan merasakan asyiknya bunyi air yang jatuh keroyokan di atas atap. 😊

"Alhamdulillah hujan nak, udah lama gak hujan ya. Alhamdulillah sekarang hujan. Kita liat dr sini aja yak. Aisyah bisa berdoa apa aja sama Allah. Apalagi saat hujan gini. In syaaAllah di Kabul kan sama Allah.
"

Oiya yuk kita doa agar semuanya sehat kembali." Ya Allah Sehat kan aisyah, ayah bunda dan semuanya ya Allah. " aamiin

Dan Aisyah alhamdulillah sudah mengerti ketika berdoa ia akan langsung mengangkat kedua tangannya 😀

#day12

Minggu, 24 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #11

Hari ini kami sekeluarga menghadiri pernikahan saudara.

Saat suasana sudah mulai saya iseng kepo tanya2 😆

Td mas kawinnya apa?
"bla bla bla"

Uang yang di bawa brp?
"bla bla bla"

Setelah ngobrol arus sana sini sampai selesei sayapun menatap wajah aisyah yg sudah nampak sangat lelah.
Sambil berkata "dek, jadi anak yang shalihah ya, taat sama Allah,, kerjakan ibadah dengan maksimal. In syaaAllah bunda percaya seorang yang shalih akan menghargai wanitanya walau bukan dalam bentuk mahar yang besar. Karena pria shalih  akan memberikan mu lebih dari itu. Ia akan membantumu mendapatkan syurganya Allah yang nilainya jauh sekali dari sebesar apapun mahar seseorang."

Eh eh eh ko udah bahas ginian yak 😂😂
#day11

Sabtu, 23 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #10

Hari 10
Rezeki datang dari hasil silaturahim
.
.
Assalamualaikum "piit"

Terdengar suara di depan rumah.
"Iaa masukk "

Ternyta suara pakde Aisyah.
#bajuaisyah
Dan Aisyah langsung di berikan kantong plastik berisikan sepasang baju.

#akunGrab
Setelah cerita panjang lebar mendengarkan  curhatan suami mengenai perGojekan belakangan kmrn. Lngsung ia di tawarkan akun transportasi umum lainnya (selain gojek) yang sudah terverifikasi

#kantongberas
Sudah belakangan ini Alhamdulillah persediaan beras habis. Alhamdulillah masih bisa membeli beras eceran di warung. Eng ing Eng setelah pakdenya mau pulang ternyta di tinggalkan sekarang ukuran kecil beras. Maa syaaAllah

#bazarbaju
Seusai sholat maghrib pakde melihat tumpukan baju di kamar yang kosong dan sempat mempertanyakan ttg itu. Eh di ajakin untuk join an isi Bazar untuk menjualkan Baju 2 yg ada itu. Alhamdulillah peluang

Diatas segelintir hasil silaturahim yang kami rasakan. Maa syaaAllah berkah berkah 😀 aamiiin

Seusai pulang dan Aisyah di pakai kan baju yg tadi di bawakan
Eh maa syaaAllah yuk kita ucapkan terimakasih ke Allah Yuk.

Jumat, 22 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #9

Kesehatan aisyah sedang menurun 2 hari belakangan ini. Mohon doanya agar lekas sembuh 😇🙆

Bicara tentang rezeki maa syaaAllah hari ini Allah membuka jalan Itu dengan sangat indah.

Saat suami sudah Mondar mandir karena pemasukan yg sdg tdk stabil namun banyak yang Harus terselesaikan di akhir bulan ini membuat suami mendaftarkan diri ke gojek grup sebagai saran menjemput rezeki.

Saya sebagai istri hanya akan mendukungnya dan membantu sebisa mungkin. Walau agak tidak yakin akan bisa menjalankan gojeknya itu. 🙈 rasanya kalau suami pergi sendiri harus ikut aja gtu. Gak tega klo ia pergi sendirian 😇😢😘😆

Setiap ia berangkat rasanya pengen tau kabarnya terus #aihh

"gimana ayah, ada order kah di gojeknya"

"aku udh muter2 gak dpt orderan masa,"

"Ya Allah sabar ya ayah, semangaattt"

Berikut lah sedikit percakapan kami saat masing2 sedang H2C (harap2 Cemas)

Then
Siapa sangka saat hampir dua pekan bolak balik urus pergojekan depok - Bekasi, depok- Jakarta. dan  belajar cari pelanggan ternyta tidak semudah yang di pikirkan. Dan kabar baik itu datang sore hari ini selepas mau wudhu mau sholat asar.

"bunda, liat ini"
Nominal 5jetian lebih masuk di orderan

Barokallah, maa syaaAllah
Perhitungan Allah memang tdk pernah salah dan tidak ada yang sia2.

ternyta kosong nya orderan gojek itu Allah lekas gantikan pada saat justru ia sdg berada dirumah, dengan nominal mungkin sangat berkali 2 lipat dari orderan gojek. 😇😇

#day9

Kamis, 21 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #8

"Hadza min fadli Robbi"

Sungguh rezeki tak melulu soal uang. Kehadiran Aisyah di tengah2 ayah bunda merupakan rezeki berharga yang amat besar.

Setiap kali ada satu kemajuan yang bunda liat dari Aisyah bunda selalu bersyukur atas rezeki ini. Yang karena aisyah hadir ayah Bunda pun belajar mjd orangtua.

Ingat saat Aisyah bermain dengan teman2nya. Dan Aisyah yang masih kekeuh karena tidak mau meminjamkan mainan nya sampai akhirnya nangis.

Dan ia seketika berhenti nangis saat saya menjelaskan bahwa "mainan nya itu hanya titipan dari Allah. Bukan milik aisyah saja tapi ada hak teman2 aisyah boleh meminjamnya jg disitu. Nah kalau aisyah lagi main bareng jadi nnti harus berbagi mainan ya. Saling pinjam. Boleh ko. Okeh nak? "

IA pun mengangguk seakan mengerti atas penjelasan saya.

Dan benar saja setelah ia bertemu dengan temannya lahir ia dengan senang hati membolehkan temannya untuk meminjam mainan miliknya.

Pasti di awali dengan kalimat" ni njam nih"

(re: nih boleh pinjam nih) mungkin itu yang ia maksud.

Barokallah nak shalihah.
Sehat selalu dan tambah shalihah ya 😊

Rabu, 20 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #7

Rencana hari ini bikin kenclengan namun gagal karena ternyta suhu badannya aisyah cukup tinggi. Jadilah hr ini lbh sering nempel dan bobo sambil mimi sama bunda. Mungkin karena memang benar2 sdg tdk nyaman. Semoga lekas sehat ya nak.
.
.
Konsep rezeki yang belakangan ini di dengar setelah pertemuan dengan IIP. "rezeki itu pasti, kemuliaan lah yang di cari" rasanya NYESS bgt. Karena sebelumnya sangat mengkhawatirkan rezeki namun tdk memikirkan kemuliaan, Allah maaf kan.

Jadilah sepanjang tadi perjalanan pulang dari warung sempat bercerita ke Aisyah, bahwa kita tdk perlu menghabiskan waktu kita untuk mencari rezeki. Namun kewajiban2 kita terhadap Allah tdk di laksanakan atau lalai.

Rezeki itu masing2 org sudah ada jatah ya nak, begitu dengan rezeki Aisyah, ayah, dan bunda. Kita tdk boleh khawatir untuk hal itu.
Tugas kita adalah ikhtiar untuk menjemputnya. Tentu di barengi dengan Doa yang tulus. Maka saat misalnya Ayah sedang keluar untuk mengerjakan tugasnya kita yang ada dirumah harus lebih banyak Dekat 2 sama Allah, atau ayah sedang sibuk di komputer, aisyah main dlu sama bunda.. Dll..

Nah sambil nunggu ayah dirumah kita doa deh memohon sama Allah agar semuanya di lancarkan dan berkah ya..

(aisyah masih lemes Namun tetap seakan menyimak) sesekali ia menjawab dengan "iyaah" 😅😅

#day7

Selasa, 19 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #6

Hari ini seusai aisyah ikut belanja sayur dengan bunda. Kita berdua mencoba mengumpulkan Kpn2 yang ada dirumah dan rencana besok akan mulai membuat celengan sederhana.

Sangat semangat ketika aisyah di minta tolong. "wah uangnya jatuh nah, boleh bantu bunda ambilin uangnya?, Yuk kita kumpulin disini" hari ini kita berdua batu membereskan koin yang di dapur. Kebiasaan buruk bunda jg nih jatuh uang koin berceceran 😀

Dan saat di mintai tolong, aisyah melakukannya dengan antusias sekali padahal kondisi badannya lg panas dr semalam. 😢 cepet pulih ya nak..

Sambil membereskan koin sambil saya sisipi nilai tentang kebutuhan kita akan uang dan tidak boleh di gunakan seenaknya saja.

Senin, 18 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #5

Saat pagi menjelang siang di tempat tukang sayur.
.
.
Aisyah mau semangka?
Mau "jawabnya"
Yaudah beli semangkanya setengah aja ya, karena bunda bawa uangnya hanya pas untuk hari ini. Nnti kita makan semangka dirumah bareng sama ayah.

Karena kita sudah beli semangka jadi lauknya ini aja ya nanti. "sambil saya menunjukan beberapa jenis lauk dan sayur untuk di masak."

Ketika di jalan pulang saya pun tetap mencoba menjelaskan kenapa hr ini kita lauknya sayur asem dan tahu saja.

"td bunda beli sayur asem sama tahu, nnti kita masak bareng ya nak. Ini masih ada kembalian nya nnti kita pakai kalau ada kebutuhan lain aja. In syaaAllah menu hari ini cukup ya.. Nnti cemilan nya semangka deh.
Okeh?

" keeh" jawabnya menanggapi penjelasan sy..
Hihii

Alhamdulillah ya hari ini Allah masih memberikan kita rezeki yang cukup. Yuk berterima kasih kepada Allah.. " ya Allah terimakasih untuk semua rezekiMu, aisyah bisa makan nanti dirumah deh"

Eh Tetiba dy sahut dengan kata "aamiin"

Tuh kan aisyah makin pintar 😍
Alhamdulillah
Barokallah nak

#day5

Minggu, 17 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #4

"Aisyah ini bunda akan semangat bantu ayah cari penghasilan untuk aisyah nanti. Dan bunda akan berusaha untuk tidak mengurangi Waktu 2 bunda bersama aisyah.

Nah uang bunda ini akan digunakan untuk aisyah saat aisyah sudah memerlukan pendidikan yang lbh tinggi. Bunda gak mau nanti aisyah mentok di sekolah formal seadanya yg ada di zaman sekarang. Aisyah bantu bunda jg ya. In syaaAllah ayah dan bunda akan terus belajar untuk pendidikan apa yang aisyah butuhkan kedepannya "

Kurang lebih percakapan seperti itulah yang saya ucapkan menjelang ia tidur setelah pulang dr family camp.

#day4

Sabtu, 16 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #3

Berbicara terkait finansial setelah gr ini diskusi langsung dg bu septi di agenda family camp ternyta untuk anak usia satu tahun sudah bisa di lakukan bahkan sejak masih dalam kandungan.

Dengan cukup mengajak anak berdiskusi ringan dengan jeda waktu sekitar 5 menitan. Karena waktu 5 menitan itulah anak bisa berkonsentrasi untuk usia seperti ini.

Dan itu langsung saya coba mempraktikannya.

Saat ia sedang tenang makan saya coba ajak Aisyah berdiskusi dengan mulai
Mengatakan "Aisyah Pegang uang siapa nak tadi?"
Kaka "jawabnya"

Ooo uang kaka ya?
Uang kaka tadi ada banyak ya? Aisyah kalau punya uang banyak untuk apa nak?
"sambung saya"

( Setiap saya menanyakan ini ternyta merespon walau hanya beberapa kata)

Misal:

Oo aisyah klo punya uang bnyak untuk di tabung ya?, Terus untuk apa lagi nak?

"bung"
(re: tabung)

Dan di lanjut dengan beberapa pertanyaan lainnya jg. Walau akhirnya saya di tinggal pergi karena melihat bnyak teman2 nya yang berlari2an

Alhamdulillah jadi semakin belajar

#day3

Jumat, 15 September 2017

Mendidik anak cerdas financial sejak dini #2

Hari ke dua

Sambil mengikuti family camp dan banyak sharing dengan bu Septi. Ternyta masi diberikan kesempatan untuk mengerjakan Game level #8 ini

Bicara kecerdasan finansial hari ini

Sewaktu di stasiun mau menuju tempat acara family camp iip. Dan saya mengantri membeli tiket sampai akhirnya aisyah harus nangis karena cukup berdesakan.

Setelah usai saya coba untuk membekukan pengertian mengenai tujuan saya mengantri td. Dan sedikit menjelaskan kalau td yg sy lakukan itu menukarkan uang untuk mendapatkan tiket kereta yang akan membawa kita ke bogor.

Karena menangis berhenti maka saya menganggapnya ia paham dengan apa yang saya bicarakan.
Hihii

#day 2

Kamis, 14 September 2017

Mendidik anak finansial sejak dini #1

Mendidik anak finansial sejak dini. Ini materi yang sangat saya sukai.

Sedari dulu Alhamdulillah selalu percaya kalau rezeki itu datangnya  dr Allah. Dan ingat sekali sebelum menikah dlu kalau   lg kepengen apa2 itu pasti ibadahnya jadi berkali lipat. Mulai dari puasa sunnah sholat sunnah bahkan tilawah hampir tak pernah tinggal.

Namun setelah menikah entah kenapa sepertinya suami belum mempercayakan keuangannya di pegang oleh istri (saya) sempat sedih namun apa boleh buat. Mungkin karena memang hitung2an saya sangat lemah. 😥

Dan setelah saya ikut berjualan Alhamdulillah jadi bisa pegang uang sendiri dan bisa berbagi ke saudara2, ke orangtua, bahkan beberapa kali bisa membelikan pakaian untuk suami. Ah senangnya. Dan bisa belajar berinfaq pakai uang sendiri...

Gak ada niat apapun. Hanya ingin bisa membahagiakan org sekitar.

Ya apapun itu alasannya semoga Allah tetap menumbuhkan prasangka baiknya di diri ini.

Dan Alhamdulillah di usia satu tahunnya Aisyah saya selalu berusaha untuk melibatkan setiap apa yang ia punya itu dari Allah dan kita harus mengucapkan "Alhamdulillah" atas semua itu.

Dan biasanya saya akhirkan dengan kegiatan berdoa. Misal " terimakasih ya Allah, atas rezeki ini, jadikan aisyah anak yang shalihah dan pandai bersyukur" tak jarang ia akan seolah tau harus merespon dengan kata "aamiiin"

#hari1




Sabtu, 09 September 2017

Aliran Rasa #semua anak adalah bintang

Semua Anak Adalah Bintang dan dilevel inilah saya belajar untuk mencari bintang dalam diri Aisyah.

Dr beberapa pengamatan hasil kemarin saya mendapatkan Aisyah sangat sayang binatang. Ia akan rela makanannya ambil oleh binatang ada ad di hadapan ya.

IA sudah mulai jika fokus untuk melakukan kegiatan yang dominan butuh konsentrasi. Seperti menyusun puzzle Evamat. Walau hanya bertahan 5 menitan 😅

IA sudah mulai berani memegang benda yang dominan pembekalan seperti playdoh. Yang awalnya saaangat tdk mau megang.

Ia sangat cepat mengulang kata yang barusaja  ia dengar.

Ia bisa bertahan baca buku 'menunujuk isi buku" dengan jeda waktu lbh lama sambil menyebutkan isi bukunya.

Hobi mengamati jika ada anak yang bermain asik. Setelah beberapa menit dan dirasa ia bisa ikut main. Maka ia akan menghampiri dan SKSD.

Aisyah sudah bisa mengenal apa itu SHARING. / baik makanannya ataupun mainan nya.

Alhamdulillah..

#aliranrasa
#KuliahBunsayIIP
#Bintangkeluarga
#level7

Jumat, 08 September 2017

Perbaikan diri

Hal yang masih harus di tuntaskan:
Ruhiyah:
🍨 baca Quran 1 hari 1 juz
🍨 ngafal minimal 1 baris perhari
🍨 sholat tepat waktu
🍨 mendirikan QL
🍨 merugikan Dhuha
🍨 memulai puasa sunnah

Semoga Allah mudahkan.
Remind!!!
Flashback sewaktu sebelum nikah sholat selalu ONTIME, puasa sunnah minimal bgt senin kamis dan hutang puasa selalu teelunaskan tidak lama setelah idul fitri, tahajud minimal bgt 2kali dalam seminggu. Baca Quran sehari tidak pernah lewat.

Bismillah...
Katanya dengan menikah maka Ibadah 2 yang belum sempurna akan bisa tersempurnakan. Ya Allah ampuni hamba ini yang malah banyak merosot ibadahnya.

Izinkan hamba untuk memiliki anak yang shalih dan shalihah.

-ALLAHUMMANSURNAA BIL IIMAAAN-

#reminder

Selasa, 29 Agustus 2017

BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL KOMUNIKASI KITA

☕🍪 _cemilan rabu #2_ 🍪☕

*BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL KOMUNIKASI KITA*

Bulan ini bagi teman-teman yang sudah bisa menyelesaikan tantangan 10 hari, akan mendapatkan badge yang bertuliskan

_I'm responsible for my communication result_

Artinya apabila hasil komunikasi kita dengan pasangan hidup, dengan anak-anak, dengan teman-teman di komunitas, rekan kerja dan masyarakat sekitar kita, tidak sesuai harapan, maka jangan salahkan penerima pesan, kitalah yang bertanggung jawab untuk mengubah strategi komunikasi kita.

Contoh kasus saya pernah jengkel dengan assisten rumah tangga saya yang biasa dipanggil budhe. Berkali-kali diberitahu cara setrika yang benar, tapi hasilnya selalu salah.

Kondisi seperti ini biasanya akan menyulut emosi kita ke penerima pesan.

Maka saya harus segera mencari orang ketiga untuk cari solusi lain.

Saya ceritakan kondisi ini ke pak dodik, beliau hanya menjawab simple

"Kalau sekali saja diberitahu langsung paham, maka budhe itu sudah pasti jadi manager sebuah bank, bukan kerja di rumah ini"

(😀 beginilah salah satu gaya komunikasi pak dodik)

Hmmm....sayalah yang harus mengubah strategi komunikasi saya, artinya gaya komunikasi saya tidak tepat saat itu, bukan salah budhe.

Akhirnya ketemulah pola, kalau berkomunikasi dengan budhe harus diberi contoh, tidak hanya diberitahu lewat omongan saja.

Ini baru satu contoh komunikasi kita dengan assisten rumah tangga, belum lagi kasus komunikasi kita dengan ibu kita atau dengan ibu mertua kita, pasti makin kompleks. Dan yakinlah semua itu membuat kita makin terampil berkomunikasi, selama kita tidak menyalahkan hasil komunikasi kepada orang yang kita ajak bicara.

_There is NO failure, only WRONG RESULT, so we have to CHANGE our strategy_

Tidak ada kegagalan berkomunikasi itu yang ada hanya hasil yang berbeda, tidak sesuai harapan, untuk itu segera ubah strategy komunikasi anda.

Ingat satu hal ini, pada dasarnya kebutuhan manusia yang paling dalam adalah keinginan agar perasaannya didengar, diterima, dimengerti dan dihargai. 

Jadi dalam komunikasi, kita perlu meningkatkan kemampuan kita dalam mencoba memahami perasaan orang lain, apakah itu teman, pasangan hidup, rekan kerja, atasan, anak atau siapapun juga yang menjadi lawan bicara kita. 

Untuk anak-anak, seringkali mereka belum mampu untuk mengatakan apa yang mereka rasakan, bisa jadi karena perbendaharaan kata mereka yang belum banyak. 

Maka mereka akan menggunakan bahasa tubuh bahkan jauh ketika mereka belum pandai berbicara. 

Sebagai orang tua maka kita harus meningkatkan kepekaan kita dalam menangkap makna dibalik bahasa tubuh dan perasaan apa yang mendasari sehingga kita bisa memahami perasaan yang ingin disampaikan si anak. 

Rasa kurang percaya diri biasanya muncul karena kita “menidakkan perasaan” sehingga lawan bicara menjadi bingung, kesal, tidak mengenali perasaannya sendiri akhirnya tidak percaya pada perasaannya sendiri.

Jadi ingat dialog saya dan ibu waktu kecil

Saya : “Ibu, aku benci sama pak Guru. Tadi aku dimarahi di depan kelas”

Ibu : “Pasti kamu melakukan kesalahan makanya pak Guru marah sama kamu. Tidak mungkin kan pak Guru tiba-tiba marah”

Kalimat itu membuat saya jengkel sekali karena ibu seakan-akan justru membela pak guru dan otomatis menyalahkan saya.

Padahal saya hanya ingin di dengarkan. Sehingga kalimat

"Mbak jengkel banget ya sama pak guru, sini duduk sebelah ibu, minum teh hangat, dan mbak lanjutkan ceritanya"

Selamat melanjutkan tantangan komunikasi anda, jangan pernah menyerah walau kadang anda merasa lelah.

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

Sumber bacaan :

_Pengalaman pribadi dalam menghadapi tantangan komunikasi sehari-hari_

BERKOMUNIKASI SESUAI BAHASA CINTA ANAK

_Cemilan Rabu #3_ plus _Review #3 Komunikasi Produktif_

*BERKOMUNIKASI SESUAI BAHASA CINTA ANAK*

Menurut Gary Champan & Ross Campbell, MD, dalam buku mereka yang bertajuk The Five Love Languages of Children, terdapat 5 cara anak dan manusia memahami dan mengekspresikan cinta, yakni;

1. Sentuhan Fisik,

2. Kata-kata Mendukung,

3. Waktu Bersama,

4. Pemberian Hadiah,

5. Pelayanan.

Umumnya setiap anak bisa menerima cinta melalui 5 bahasa di atas, namun ada satu bahasa yang paling dominan pada masing-masing anak. Berikut adalah tips dalam berkomunikasi dengan si kecil sesuai bahasa cintanya.

1. Apabila bahasa cinta anak kita adalah Sentuhan Fisik
* Saat bertemu dan berpisah dengan si kecil, berilah pelukan.
* Saat si kecil stres, beri belaian untuk menenangkannya.
* Peluk dan cium si kecil saat ia tidur malam dan bangun pagi.
* Setelah mengajar disiplin pada si kecil, beri pelukan sejenak dan jelaskan bahwa pengajaran yang diberikan adalah untuk kebaikannya dan Anda tetap sayang padanya.
* Saat memilih hadiah untuknya, beri benda yang dapat ia pegang/peluk, seperti bantal, boneka, atau selimut.
* Saat menghabiskan waktu bersama si kecil, seperti menonton televisi bersama, duduklah berdekatan dengannya, sambil berpelukan.
* Sering-seringlah bertanya padanya apakah ia mau digandeng atau dipeluk.
* Apabila ia terluka, pegang dan peluk mereka untuk memberi kenyamanan.

2.Apabila bahasa cintanya adalah Kata-kata Mendukung
* Saat menyiapkan bekal untuknya, masukkan kertas kecil berisi kata-kata mendukung.
* Saat ia berhasil mencapai prestasi, tunjukkan rasa bangga Anda dengan memberi kata-kata membangun, seperti “Mama bangga dengan adik bermain adil di permainan tadi,” atau “Kakak baik sekali membantu adik membangun rumah-rumahan itu.”
* Simpan hasil karya si kecil, seperti lukisan atau tulisan, dan pajang dengan tambahan tempelan kertas mengapa Anda bangga dengan karyanya itu.
* Biasakan mengucap kata, “Mama sayang kamu,” tiap berpisah dengan si kecil atau menidurkannya di malam hari.
* Saat si kecil bersedih, bangun kepercayaan dirinya dengan mengucapkan alasan-alasan yang membuat Anda bangga padanya.

3. Apabila bahasa cintanya adalah Waktu Bersama
* Coba libatkan anak dalam aktivitas-aktivitas Anda, seperti belanja ke supermarket, memasak, mencuci piring, dan lain sebagainya.
* Saat si kecil ingin bercerita, hentikan sejenak aktivitas Anda untuk benar-benar menatap dan mendengarnya.
* Ajak si kecil memasak bersama, seperti membuat kue atau camilan lainnya.
* Tanyakan kepada si kecil mengenai tempat-tempat yang ingin ia kunjungi, dan jika ada kesempatan, beri kejutan dengan mengajak mereka ke tempat-tempat tersebut.
* Biasakan untuk memintanya menceritakan hari yang ia lalui di sekolah atau aktivitas lain yang telah ia lakukan.
* Saat mengajak si kecil bermain, bermainlah bersamanya ketimbang hanya menonton.
* Jika Anda memiliki lebih dari 1 anak, tetapkan jadwal bermain dengan masing-masing anak secara individu, tanpa melibatkan yang lain.

4. Apabila bahasa cintanya adalah Pemberian Hadiah
* Kumpulkan hadiah-hadiah kecil (tak perlu mahal) untuk diberikan kepada si kecil di saat-saat yang pas.
* Bawa permen atau camilan kecil lain yang dapat Anda berikan pada si kecil saat sedang bepergian.
* Beri makanan kesukaan si kecil, Anda bisa memasaknya sendiri atau mengajak si kecil ke restoran kesukaannya.
* Buah sebuah “kantong hadiah” berisi hadiah-hadiah (tak perlu mahal) yang dapat dipilih si kecil saat ia melakukan prestasi.
* Saat menyiapkan bekal untuknya, selipkan hadiah kecil untuknya.
* Buatkan semacam permainan teka-teki untuknya mencari hadiah dari Anda.
* Daripada membeli hadiah ulang tahun yang mahal, buatkan pesta ulang tahun meriah di tempat yang ia sukai.

5. Apabila bahas cintanya adalah Pelayanan
* Temani ia saat mengerjakan pekerjaan rumahnya.
* Saat ia sedih atau menghadapi kesulitan, buatkan makanan kesukaannya.
* Daripada menyuruhnya tidur, gendong atau gandeng mereka ke tempat tidur.
* Saat sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah, bantu mereka memilih pakaian untuk hari itu.
* Mulai ajarkan si kecil mengasihi orang lain dengan memberi contoh membantu orang lain atau memberi sumbangan kepada orang yang kurang mampu.
* Saat si kecil sakit, angkat semangatnya dengan menonton film, membaca buku, atau masak sup yang ia sukai.
* Saat menyiapkan sarapan, makan siang, atau makan malam, selipkan makanan penutup atau camilan kesukaan mereka.

Cara mengamati bahasa cinta anak :

1.  Amati cara si Kecil mengekspresikan cintanya pada Mama
Apabila si Kecil seringkali mengucapkan “Aku sayang Mama” atau “Terima kasih Mama atas makan malam yang enak”, Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin adalah “Kata-kata Mendukung”.

2. Amati cara si Kecil mengekspresikan cinta kepada orang lain
Apabila si Kecil seringkali ingin memberikan hadiah kepada teman atau gurunya, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Pemberian Hadiah”.

3. Pelajari apa yang seringkali diminta oleh si Kecil
Apabila si Kecil sering meminta Mama untuk menemaninya bermain atau membacakan cerita untuknya, maka Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin “Waktu Bersama”. Sedangkan kalau si Kecil sering meminta pendapat Mama mengenai apapun yang sedang dilakukannya, seperti “Mama suka ga sama gambarku?” atau “Bajuku bagus ga Ma?”, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Kata-kata Mendukung”.

4. Pelajari apa yang seringkali dikeluhkan oleh si Kecil
Apabila si Kecil sering mengeluh mengenai kesibukan Mama atau Papa diluar rumah, seperti “Papa kok kerja terus yah” atau “Mama kok ga pernah mengajakku ke taman lagi,” maka mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Waktu Bersama”.

5. Beri 2 pilihan kepada si Kecil
Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, Mama bisa menanyakan apa yang diinginkan si Kecil, untuk menemukan Bahasa Cinta yang dominan padanya. Pertanyaan yang diberikan dapat berupa pilihan antara 2 Bahasa Cinta. Contohnya, saat Mama ada waktu luang, dapat memberi pilihan kepada si Kecil seperti “Sore ini adik mau Mama temani jalan-jalan atau mau Mama betulkan rok adik yang rusak?”, dengan memberi pilihan ini maka Mama memberikan pilihan antara Bahasa Cinta “Waktu Bersama” atau “Pelayanan”.


_Sumber bacaan_:

_Gary Chapman & Ross campbell M.D, The 5 Love language of children, jakarta, 2014_

_Eric Berne, Games people Play, jakarta_

_Eric Berne, Transaksional Analysis, jakarta._
.

Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak

🍯🧀Cemilan Rabu #1🧀🍯

Melatih Kemandirian Anak

*Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak*

Membangun dan mendidik kemandirian anak bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama melatih anak mandiri ketika masih di usia dini. Secara alamiah anak sebenarnya cenderung untuk belajar memiliki kemandirian "Yes, I can!" Kata-kata ajaib ini merupakan sinyal dari kesadaran seorang anak terhadap diri dan kemampuannya sendiri untuk menentukan dirinya.

Orang tua yang bijaksana memanfaatkan keinginan akan kemandirian ini dengan membiarkan anak-anak mereka mempraktikkan keterampilan mereka yang baru muncul sesering mungkin pada lingkungan yang aman atau ramah anak. Dukungan orang tua yang seperti ini memang sangat dibutuhkan anak agar dapat melakukan berbagai hal secara mandiri, termasuk aktivitas yang masih relatif sulit.

Namun realita yang ada, orang tua terkadang merasa tidak tega, tidak bersabar, khawatir yang lahir karena bentuk rasa sayang yang berlebihan kepada anak.  Inilah salah satu penyebab dari kegagalan anak dalam proses kemandiriannya. Oleh karena itu, orang tua perlu memperbaiki sikap mental agar tidak mudah khawatir dengan anak.

Faktor lingkungan juga terkadang ikut andil dalam kegagalan proses kemandirian anak. Dorongan negatif dari lingkungan sekitar yang terkadang menganggap apa yang orang tua lakukan untuk melatih kemandirian anaknya sebagai bentuk eksploitasi. Padahal yang paling terpenting dan utama dalam membangun dan mendidik kemandirian anak adalah ketika anak merasa senang dalam melakukan aktivitas kemandiriannya tanpa ada rasa takut ataupun karena ada rasa tekanan dari luar.

Perlu diketahui bahwa kemandirian anak usia dini berbeda dengan kemandirian remaja ataupun orang dewasa. Jika pengertian mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain, sedangkan untuk anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan perkembangan usianya.

Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah sebagai berikut:

*1. Kemandirian dalam Keterampilan Hidup*

Prinsip pokok menumbuhkan kemandirian dalam keterampilan hidup adalah memberi kesempatan, bukan melatih. Anak secara alamiah memang cenderung berusaha belajar melakukan berbagai keterampilan hidup sehari-hari secara mandiri, semisal makan, mengenakan baju sendiri, mandiri sendiri, dsb.

Jika kita mengizinkan anak melakukan berbagai aktivitas hidup sehari-hari tersebut secara mandiri, lambat laun akan terampil. Yang kita perlukan hanyalah kesediaan mendampingi sehingga anak tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, meskipun kita tetap harus menyadari bahwa untuk mencapai keterampilan perlu latihan yang banyak dengan berbagai kesalahannya.

Kemandirian itu akan lebih meningkat kualitasnya jika orangtua secara sengaja memberi rangsangan kepada anak berupa tantangan untuk mengerjakan yang lebih rumit dan sulit. Ini bukan saja melatih kemandirian dalam urusan keterampilan hidup sehari-hari, melainkan juga menumbuhkan kemandirian secara emosional.

*2. Kemandirian Psikososial*

Bertengkar itu tidak baik. Tetapi menghentikan pertengkaran begitu saja, menjadikan anak kehilangan kesempatan untuk belajar menyelesaikan konflik. Kita memang harus menengahi dan adakalanya menghentikan. Tetapi kita juga harus membantu anak menggali masalahnya, merunut sebabnya dan menawarkan jalan keluar kepada anak, baik dengan menunjukkan berbagai alternatif tindakan yang dapat diambil maupun menanyakan kepada anak tentang apa saja yang lebih baik untuk dilakukan.

Apa yang terjadi jika kita bertindak keras terhadap berbagai konflik yang terjadi antar anak? Banyak hal,  salah satunya anak tidak berani mengambil sikap yang berbeda dengan teman-temannya, meskipun dia tahu bahwa sikap itulah yang seharusnya dia ambil. Padahal kita seharusnya menanamkan pada diri anak sikap untuk mendahulukan prinsip daripada harmoni. Rukun itu penting, tapi hidup dengan berpegang pada prinsip yang benar itu jauh lebih penting. Kita tanamkan kepada mereka _principles over harmony_ , melakukan hal-hal yang benar semata-mata karena prinsip. Bukan karena ada orang lain yang memaksa anak melakukannya.

Lalu apakah yang harus kita lakukan jika anak sedang bertengkar? Apakah kita biarkan mereka? Tidak. Kita tidak boleh membiarkan. Kita harus menangani. Membiarkan anak bertengkar dengan keyakinan mereka akan mampu menyelesaikan sendiri dapat memicu terjadi situasi submisif, yakni siapa kuat dia yang menang. Dan inilah yang sedang terjadi di negeri kita. Bahkan urusan antre pun, siapa yang kuat dia yang duluan. Dampaknya akan sangat luas dan bisa menakutkan.

Kita juga dapat melatih kemandirian psikososial anak secara lebih luas. Melatih _toilet trainee_ beserta adab-adabnya. Melatihnya bagaimana adab ketika bertamu atau menerima tamu, adab berbicara kepada yang lebih tua atau yang lebih muda, dan lain sebagainya.

*3. Kemandirian Belajar*

Inilah proses serius kita hari ini. Banyak sekolah yang bersibuk mengajari anak agar terampil membaca, menulis semenjak usia dini, tapi lupa bahwa yang paling mendasar adalah sikap positif, kemauan yang kuat, dorongan dan kebanggaan akan kegiatan tersebut.

Jika anak memiliki kemauan yang kuat untuk belajar disertai keyakinan (bukan hanya paham) bahwa belajar itu penting, maka kita dapat berharap anak akan cenderung menjadi pembelajar mandiri saat mereka memasuki usia 10 tahun. Sebaliknya jika kita hanya mengajari mereka berbagai kecakapan belajar semisal membaca, menulis, dan berhitung di usia dini, mungkin awalnya mereka menggebu-gebu untuk mempelajari semua itu, namun di usia 10 tahun justru menjadi titik balik berupa kejenuhan serta keengganan belajar.

*4. Kemandirian Emosional*

Bekal pokok dari kemandirian emosional adalah pengenalan diri yang diikuti dengan penerimaan diri, kemudian pengendalian diri. Ini memerlukan peran orangtua dalam mengajak anak untuk mengenali kelebihan-kelebihan, kekurangan, kemampuan dan kelemahannya sendiri. Pada saat yang sama orangtua menunjukkan penerimaan terhadap kekurangan maupun kelemahan anak, tetapi bukan berarti membiarkan anak melemahkan dirinya sendiri. Malas dan enggan mengatasi masalah merupakan bentuk sikap melemahkan diri sendiri. Orangtua perlu menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka tak patut merendahkan orang lain, tak pantas pula meninggikan diri. Lebih-lebih untuk sesuatu yang diperoleh tanpa melakukan usaha apa pun alias sepenuhnya merupakan pemberian semenjak lahir.

Yang juga penting untuk dilakukan adalah mendampingi anak mengenali kebutuhannya. Balita pun tak perlu rewel jika ia telah dapat mengenali kebutuhannya untuk istirahat. Perlu juga mendampingi mereka untuk belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan perlu dipenuhi, meski tak serta-merta. Sedangkan keinginan, adakalanya dapat dituruti, tetapi tetap perlu belajar menahan diri. Semua ini ditumbuhkan bersamaan dengan menguatkan dorongan sekaligus kemampuan bertanggung-jawab, termasuk berkait dengan konsekuensi atas berbagai tindakan mereka.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber bacaan :

Muhammad Fauzil Adhim, Anak Perlu Belajar Mandiri, Majalah Hidayatullah edisi November 2014.

Ciri Anak Mandiri dan Tahapan Perkembangan Kemandirian, www.AlMaghribiCendekia.com, 2015

William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004

Kemandirian Anak dan _Adversity Quotient

🍶🍫🍮Cemilan Rabu #2🍮🍫🍶

Melatih Kemandirian Anak

*Kemandirian Anak dan _Adversity Quotient_*

Berbagai rutinitas harian anak, seringkali menantang dan menghadapkan kita pada pilihan apakah akan 'membantunya' atau 'melatihnya melakukan sendiri'. Sebut saja, misalnya: makan, memakai sepatu, mandi, membereskan mainan, dan lain-lain.

Dengan alasan 'sudah terlambat', seringkali kita pada akhirnya 'membantu' menyuapi si tiga tahun. Tak jarang juga, kita bantu pasangkan sepatu si dua tahun, hanya karena tak sabar melihatnya berproses memakai sepatunya. Lalu bagaimana dengan si 10 tahun yang akan berangkat sekolah? Dengan alasan yg kurang lebih sama, kita sibuk menyiapkan seragam dan berbagai kebutuhan sekolahnya.

Padahal, yang kita cita-citakan bersama tentulah mempersiapkan calon ibu yang tangguh, serta calon ayah yang penuh tanggung jawab bukan? Dan kemandirian sejak dini adalah kunci awalnya.

Maka, bila anak-anak kita yang masih berusia 0-1 tahun masih sepenuhnya bergantung pada orang lain di sekitarnya, seiring dengan pertumbuhannya, sepatutnya kita melatih juga kemandirian anak. Misal: anak usia 3 tahun sewajarnya bila sudah tidak disuapi lagi, dan anak usia 4 tahun sepatutnya sudah bisa membersihkan tubuhnya sendiri.

Adalah _Adversity Quotient_ yang menggambarkan pola seseorang dalam mengolah tanggapan atas semua bentuk dan intensitas dari kesulitan. Menurut Paul G. Stoltz, _Adversity Quotient_ merupakan kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

_Adversity Quotient_ memiliki  tiga tingkatan dengan terminologi pendaki gunung.

*1. AQ rendah*
Mereka cenderung mudah menyerah dan tidak berdaya. Mudah menyalahkan orang lain tanpa memperbaiki situasi. Kesulitan yang dihadapi mempengaruhi semua aspek hidupnya sehingga selalu merasa dikelilingi kesulitan.  Seringkali menolak kesempatan yang diberikan. Mereka diidentikkan sebagai orang yang terhenti ( _quitter_)

*2. AQ sedang*
Memiliki banyak perhitungan. Mereka mampu memandang kesulitan sebagai sesuatu yang sementara dan cepat berlalu, tetapi ketika kesulitan itu semakin menumpuk, maka akan membuat putus harapan dan memandang kesulitan tersebut akan berlangsung lama dan menetap.

Seringkali sudah melakukan sedikit lalu berhenti di tengah jalan. Mereka mau mendaki meskipun akan berhenti di pos tertentu dan merasa cukup sampai disitu ( _camper_)

*3. AQ tinggi*
Inilah pembelajar seumur hidup. Mereka mempu untuk mengendalikan setiap kesulitan. Kesulitan yang muncul pada satu aspek kehidupan tidak meluas pada aspek yang lain. Mereka memandang kesulitan yang ada bersifat sementara dan cepat berlalu. Mampu memandang apa yang ada di balik tantangan tanpa memikirkan suatu hal sebagai hambatan. Mereka membuktikan diri untuk terus mendaki ( _climber_)

Pandu anak-anak supaya terbentuk AQ yang tinggi. Bukankah ini penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan sehari-hari? Supaya mereka bisa melewati tantangan hidup. Menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana hingga yang sulit dapat mereka lakukan dengan penuh percaya diri. 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Bahan Inspirasi :
Stoltz, P.G. 2000. Adversity Quotient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. PT. Grasindo

Melatih Kemandirian Anak

🍮🍓🍵Cemilan Rabu #3🍵🍓🍮

Melatih Kemandirian Anak

*Ayah Bunda, Biarkan Anakmu Berproses*

Jika anak kerap meminta secara berlebihan dan selalu ingin dilayani, layaknya kita waspada. Apa yang terjadi pada diri anak kita kemungkinan sinyal bahwa ia tidak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Namun jangan pula terburu-buru menyalahkan anak. Sebab apa yang terjadi tak lepas dari bagaimana kita mendidiknya.

Melatih anak mandiri memang bukan persoalan gampang. Seringkali orang tua bersikap *ambivalen* dalam menghadapi anak. Di satu pihak mereka menuntut anak menjadi mandiri, namun di sisi lain orang tua kurang berteguh hati untuk memberikan kesempatan pada anaknya untuk mencoba. Padahal keyakinan diri anak-anak tumbuh ketika mereka menyelesaikan aktivitas  kemandirian mereka. Bagi anak, dengan memberikan kontribusi dalam keluarga, mereka melihat dirinya sebagai anggota yang penting dari "tim" keluarga. Di samping itu, ketika mereka menguasai keterampilan baru mereka merasa berkompeten.

Sikap bijaksana orangtua memang sangat diperlukan dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua tidak perlu bersikap terlalu melindungi. Berikanlah anak kebebasan untuk mengungkap segala keinginan dan pikirannya. Orang tua juga tidak perlu malu atau gengsi jika anak melakukan kesalahan.

Ukuran kebenaran bagi anak tidak dapat dilihat dari kacamata orang dewasa. Lagi pula dari kesalahan itu, anak akan belajar lebih banyak. Ingatlah, bahwa orang tua tidak selalu ada di samping anak untuk membantunya seumur hidup. Karena itu, ketika anak belajar mandiri, tunjukkanlah bahwa orang tua memperhatikan hal-hal yang mereka lakukan. Pujian dan dorongan akan memotivasi anak dan membuat mereka merasa bangga.

Anak-anak senang ketika mereka diliputi kehangatan yang mengalir dari persetujuan orang tua yang selalu mereka cari. Anak juga berharap orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka, Karena bila larangan itu hadir, kelak anak akan menjadi bingung dan kehilangan respek terhadap orang tua yang tidak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab.
Maka Ayah Bunda biarkanlah anak  mandiri dan bertanggung jawab, meskipun hasilnya belum maksimal, terus fokus mendampingi anak berproses secara bertahap.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Bahan Inspirasi :

Nina Chairani & Nurachmi W., penyunting. Biarkan Anak Bicara, Jakarta. Republika, 2003

William Sears, M.D., Anak Cerdas: Peranan Orang Tua dalam Mewujudkannya, Emerald Publishing, Jakarta 2004

Adversity Intelligence for Successful Life (AIfSL

Cemilan Rabu, 12 April 2017

🏵Adversity Intelligence for Successful Life (AIfSL)🏵

🖌Setelah 19 tahun melewati penelitian yang panjang & mengkaji lebih dari 500 referensi, Paul G. Stoltz mengemukakan satu kecerdasan baru selain IQ, EI, SI yakni AI. *AI (Adversity Intelligence)* adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. Bagaimana mengubah hambatan menjadi peluang.
AI dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AI menjadi indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan.

*Adversity Intelligence (AI)*berarti bisa juga disebut dengan *ketahanan atau daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah*. Stein & Book (2004) menjelaskan bahwa ketahanan adalah kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif mengatasi kesulitan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi. Orang yang tahan menghadapi kesulitan akan menghadapi, bukan menghindari, tidak menyerah pada rasa tidak berdaya atau putus asa.

AI berakar pada bagaimana kita merasakan tantangan-tantangan yang dihadapi. Orang yang memiliki AI lebih tinggi, tidak menyalahkan pihak lain atas kemunduran yang terjadi dan mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan tantangan. Ia selalu belajar dari kesalahan dan mengambil sisi positif dari setiap kejadian. Orang yang memiliki AI tinggi, berani mengambil resiko yang diperhitungkan.

📌Faktor-faktor yang mempengaruhi AI, yaitu:

1. Daya saing
Individu yang merespon kesulitan secara lebih optimis dapat diramalkan akan bersifat lebih agresif dan mengambil lebih banyak resiko.
2. Kreativitas
Orang yang tidak mampu menghadapi kesulitan menjadi tidak mampu bertindak kreatif. Oleh karena itu, kreativitas menuntut kemampuan untuk mengatasi kesulitan yang oleh hal-hal yang tidak pasti.
3.Motivasi
Orang yang AInya tinggi dianggap sebagai yang paling memiliki motivasi.
4. Mengambil Resiko
Individu yang merespon kesulitan secara lebih konstruktif, bersedia mengambil banyak resiko. Resiko merupakan aspek esensial pendakian.
5. Perbaikan
Perbaikan terus-menerus perlu dilakukan supaya individu bisa bertahan hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik.
6.Ketekunan
Ketekunan adalah kemampuan untuk terus menerus walaupun dihadapkan padakemunduran-kemunduran atau kegagalan.
7.Belajar
Anak dengan respon-respon yang pesimistis terhadap kesulitan tidak akan banyak belajar dan berprestasi jika dibandingkan dengan anak yang memiliki pola-pola yang lebih optimis.

📌Sebagai gambaran AI dalam diri seseorang, Stoltz memakai terminologi  para pendaki gunung. Dalam hal ini, Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga bagian:
➡Quitter (yang menyerah).
Para quitter adalah mereka yang sekadar bertahan hidup. Mereka mudah putus asa dan menyerah di tengah jalan.
➡Camper  (berkemah di tengah  perjalanan)
Mereka  berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi  risiko yang aman dan terukur. Cepat puas, dan berhenti di tengah jalan.
➡Climber (pendaki yang mencapai  puncak).
Berani menghadapi risiko dan menuntaskan pekerjaannya. Merekalah yang berada di puncak.

📌Dimensi AI dapat kita pahami sebagai berikut :
💧C --> Control : Seberapa besar control yang kita rasakan saat dihadapkan pada persoalan yang sulit, bermusuhan atau berlawanan?
💧O2 --> Origin dan Ownership : Siapa atau apa yang menjadi asal muasal suatu kesulitan? Sejauh mana kita berperan memunculkan kesulitan?
💧R --> Reach : Seberapa jauh suatu kesulitan akan merembes ke wilayah kehidupan kita yang lain?
💧E --> Endurance : Berapa lama kesulitan akan berlangsung? Berapa lama penyebab kesulitan akan berlangsung?

📌Adapun cara mengembangkan dan menerapkan AI :
💧L --> Listened (dengar) respon kita dan temukan sesuatu yang salah
💧E --> Explored (gali) asal dan peran kita dalam persoalan ini
💧A --> Analized (analisalah) fakta-fakta dan temukan beberapa faktor yang mendukung kita
💧D --> Do (lakukan) sesuatu tindakan nyata

✳Hubungan AI dengan Sukses

Dalam kehidupan nyata, hanya para climbers-lah yang akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Sebuah penelitian yang dilakukan Charles Handy terhadap ratusan orang sukses di Inggris memperlihatkan bahwa mereka memiliki tiga karakter yang sama.

*Pertama*, mereka berdedikasi tinggi terhadap apa yang tengah dijalankannya. Dedikasi itu bisa berupa komitmen ,passion, kecintaan atau ambisi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.

*Kedua*, mereka memiliki determinasi. Kemauan untuk mencapai tujuan, bekerja keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan kemauan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

*Terakhir*, selalu berbeda dengan orang lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Dari ciri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dua dari tiga karakter orang sukses erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan. Mereka yang AI nya tinggi menjadi lebih sukses dalam kehidupan daripada mereka yang AI nya rendah.

Bagaimana dengan kita?  

📚Sumber bacaan :

https://tisna2008.wordpress.com/2009/05/26/antara-iq-eq-dan-sq/amp/

https://personalityfajar.wordpress.com/tag/adversity-quotient/

https://personalityirine.wordpress.com

https://skripsipsikologie.wordpress.com/2010/07/17/pengertian-adversity-quotient/

https://nafismudrika.wordpress.com/2010/04/22/adversity-quotient-by-paul-g-stoltz/

Fitrah Belajar

🥝🥑 Cemilan Rabu 🥑🥝
Memahami Gaya Belajar Anak

📑Fitrah Belajar📜
-------------------------------

"Anakku malas belajar"
Pernah dapat keluhan ini dari teman-teman sejawat?, atau dari tetangga?Saudara? atau kita sendirilah yang mengeluhkan hal ini.

Benarkah anak-anak kita malas belajar?. Atau jangan-jangan kitalah yang terlalu mengkotak-kotakkan pengertian belajar, sehingga menjadi "duduk diam di meja belajar sambil baca buku atau menulis/menyalin".

Fitrahnya setiap anak adalah pembelajar sejati, bagaimana tidak?.
Setiap bayi yang lahir adalah pembelajar tangguh, bayi tidak memutuskan merangkak seumur hidupnya, namun ia menuntaskan belajar berjalan dengan gigih, sampai bisa berlari dan melompat. Setiap bayi yang dilahirkan adalah penjelajah yang penuh rasa ingin tahu (discoverer, curiousity)setiap sudut rumah jadi targetnya. Setiap bayi yang lahir juga penuh dengan daya imajinasi kreatif. Lihat saja, di tangan kanak-kanak kita, sangkutan baju jadi pesawat, kursi jadi kuda pacu, awan dicat berwarna ungu, matahari berubah pink (merah muda) dan lain sebagainya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yang aman dan semangat.

Lalu mengapa bisa berubah menjadi enggan atau malas belajar?. Jangan-jangan kitalah yang telah mengubur dan menyimpangkan fitrah belajarnya.

Apa saja yang bisa mencerabut fitrah belajar anak-anak kita?

1. pendidik (orangtua/guru) yang terlalu menyetir proses belajar anak, sehingga daya kreatif anak lumpuh.

2. pendidik yang terlalu banyak menyarikan materi, anak-anak tidak berkesempatan memaknai dan menemukan asosiasi antara ide-ide, sehingga daya pikirnya tidak terlatih

3. Buku teks yang digunakan tak mengandung ide-ide menggugah

4. Dipakainya kompetisi dan rasa takut sebagai pelecut belajar, sehingga anak-anak bukan belajar karena "rasa ingin tahunya".

*Kita tidak bisa memastikan buku mana yang akan menggetarkan jiwa seorang anak; lukisan atau komposisi mana yang akan memantik apresiasi seninya; kunjungan ke tempat historis mana yang akan membangkitkan kesadaran sejarahnya. Setiap anak akan memberi respon secara berbeda-beda sesuai keunikan minat dan kepribadian mereka. Yang bisa kita lakukan adalah membuka akses selebar-lebarnya untuk mereka pada seberagam mungkin ide yang berharga (Charlotte Mason)*

Banyak orang mengira, kemampuan manusia yang utama dalam belajar adalah adaptasi, padahal semua binatang dan tumbuhanpun, Allah ciptakan mampu beradaptasi. Demikian juga, jika kita menganggap kemampuan utama manusia itu adalah kompetisi, karena sesungguhnya hewan dan jin pun berkompetisi.

*Ketahuilah bahwa kemampuan manusia yang utama adalah mengelola, mengklasifikasi, menginovasi dan mewariskan pengetahuan sebagai produk dari potensi fitrah belajarnya.* Seribu kera bisa dilatih memancing ikan, namun tidak satupun dari mereka mampu menciptakan kail dan mewariskan pada anak-anaknya.

Sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki potensi fitrah belajar. Para orang tua/pendidik tidak perlu panik menggegas kemampuan belajar anak-anaknya. Anak-anak hanya memerlukan sebuah ruang terbuka di alam dan hati orangtuanya yang terbuka bagi imajinasi kreatifnya, bagi curiousity-nya, bagi ketuntasan eksplorasi belajarnya, bagi penjelajahan dan petualangan belajarnya, bagi kesempatan untuk semakin menjadi dirinya.

sumber bacaan:
Fitrah based Education, 2016, Harry Santosa, Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
💾💾💾💾💾💾💾💾💾💾

Follow by Email