Sabtu, 11 Agustus 2012

Qur'an Camp




Qur’an Camp @Ar-Rohman Qur’anic College. 27,28,29 Juli 2012
yang menyajikan 7 T : Tahsin, Tilawah, Tadabbur, Talaqqi, Tasmi', Tahfidz, Tasqif
ini gambaran lokasi kami: 
Tepat pada awal pekan Ramadhan, LDK UNJ khususnya pada LSO Qur’an Institut mengadakan sebuah kegiatan yang pastinya sangat berkaitan dengan Al-Qur’an. Yaa gak salah dong kan Syahru Romadhon Syahru Qur’an juga.. Acara ini GAK Cuma untuk anak UNJ sajoo namun untuk anak umum lainnya juga.. dan saya termasuk salah satu di dalamnya. Alhamdulillah Allah masih meridhoi saya untuk berteman dengan orang-orang yang sangat cinta terhadap Al-Qur’an.
#seseorang itu dapat dilihat dengan siapa ia berteman#
Tema : #The Journey Through The Qur’an#
#Why We learn Al-Qur’an#
Kekecewaan Rosul terdapat dalam surat Al-Furqon ayat 30, Al-Baqoroh ayat 121.
Orang-orang yang beriman kepada kitab Allah (Al-Qur’an) di cirikan dengan:
1.     Sungguh-sungguh dalam membacanya (Al-Qur’an)
2.     Sungguh-sungguh dalam memahaminya (Al-Qur’an)
3.     Sungguh-sungguh dalam mengamalkannya (Al-Qur’an)
 Kunci sukses belajar Al-Qur’an:
1.     Jangan pernah berkata “susah”atau “berat” sebelum mempelajari Al-Qur’an
2.     Sucikan Allah lalu berdo’alah “yaa Allah Tambahkanlah Ilmuku”
3.     Sungguh-sungguh dalam membacanya, mempelajarinya serta mengamalkannya.

    Salah satu tanda hari kiamat adalah munculnya Ya’juj dan Ma’juj, banyak sekali orang yang mengatakan bahwasanya  Ya’juj dan Ma’juj merupakan mahluk yang keluar pada hari kiyamat, berbentuk tubuh gepeng serta dengan postur tubuh yang lebih kecil dari manusia..
O’oww ternyata itu salah teman, menurut penjelasan dari Ust. Umar Makkah sang Hafidz @Arrohman Qur’anic College, Mega Mendung, Bogor jawa barat dalam kegiatan Qur’an Camp pekan lalu (27, 28, 29 Juli 2012), Ya’juj dan Ma’juj merupakan makhluk yang memiliki bentuk tubuh, ukuran tubuh serta postur tubug yang sama dengan manusia. Karena Allah menciptakan 10 golongan manusia yakni 1 golongan tersebut itu adalah kita dan 9 golongan lainnya adalah Ya’juj dan Ma’juj. Hmm coba bayangkan 1:9 sobat…

wOkeh itu sekilas penjabaran mengenai Ya’juj dan Ma’juj. Pada saat sesi pentadabburan Al-Qur’an kita semua di Tanya oleh ust. Umar Makkah tersebut.
“menurut kalian manusia pada zaman dahulu tuh bodoh-bodoh atau cerdas-cerdas???” Bodooooh “jawab kami serempak”. Ust terdiam dan melanjutkan pertanyaan.
“menurut kalian manusia pada zaman dahulu tuh ganteng-ganteng atau jele’ – jele’?? ” hmm…. jeleeee’….. ganteeeng…. Dan ternyta jawabanpun bervariasi. Dan ust mengatakan “okeh”. Lanjut ke pertanyaan lainnya.
“menurut kalian manusia pada zaman dahulu tuh bla bla bla atau blab la  bla??” (terlalu panjang untuk dituliskan)Hhehee :D

Beberapa menit setelah pertanyaan itu selesei di sebutkan ustd berkata: “itulah tanda – tanda orang yang belum mentadabburi Al-Qur’an ketika di Tanya “menurut kalian manusia pada zaman dahulu tuh ganteng-ganteng atau jele’ – jele’? kalian menjawab Jelek”. Jawaban kalian sama saja seperti orang yang hanya mengaku islam, bahkan sebagaimana yang telah kita ketahui dalam buku sejarah yang telah kita pelajari di sekolah ada yang mengatakan Manusia itu berasal dari kera, berarti kalianpun akan percaya bukan?... sekarang coba kita bersama-sama merenungi, dalam Al-Qur’an saja sudah diceritakan betapa tampannya Nabi Yusuf sampai para perempuan melukai tangan-tangan mereka sendiri setelah Nabi Yusuf memperlihatkan dirinya. Seraya berkata: “ Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang sempurna” (Q.S Yusuf:31). 
Nah loh terbukti kan kalo manusia pada zaman dahulu tuh ternyata TAMPAN. Dan di harapkan dengan sangat setelah kita mentadabburi Ayat-Ayat Allah lainnya keimanan kita akan semakin bertambah. Subhanallah ya teman-teman. :D’ ilmu itu gak ada habis-habisnya.



Oiya selain sebelumnya kalian sudah tahu belum “APASI TADABBUR ITU??”
HayOo HaYoo
Hhe, nih ust. Umar Makkahpun menjelaskan mengenai pengertiannya. Ia mengatakan Tadabbur merupakan : Berfikir Jernih, merenung dengan dalam, agar dapat menengkap rahasia di balik kata dan makna dari Al-Qur’an itu sendiri. Dan ternyata keberkahan Al-Qur’an akan kita dapatkan ketika kita sudah mentadabburinya dan setiap orang dapat melakukannya tentu dengan bimbingan orang yang lebih paham juga dong biar gaKK melenceng. Ya gaak?
Tapi Beda yah dengan tafsir Al-Qur’an, ada beberapa persyaratan ketika seseorang ingin melakukan penafsiran terhadap ayat-ayat Allah SWT, diantaranya:
-          Ia harus seseorang yang HUFADZ (hafal Al-Qur’an 30 JUZ, bukan JUZ 30 yaaa!!)
-          Hafal ribuan hadist, mulai dari hadistnya itu sendiri, sanadnya, perawinya, dan segala macam tentang hadist-hadist tersebut. (bukan hanya hadist Arba’in aje berarti)
-          MURU’AH , apaan yaa? Saya juga baru denger nih kata-kata soB. Ternyata muru’ah ini artinya “ia tidak pernah makan atau minum sambil berdiri” waaah subhanallah yaa luar biasa yaa…
-          Dan ia juga harus menguasai ilmu bahasa Arab khususnya, secara ya Al-Qur’an aje diturunkan memang sudah dalam bahasa arab. Baik ilmu nahwunya, shorofnya, balaghoh dan lain-nya.
-          Dll..
Wah kalo gini caranya saya sudah terELIMINASI sejak menjajahi SYARAT yang PERTAMAa __-
Huh T.T
*teteep berusaha untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya ko, insyaAllah..
Sebenernya banyak sekali ilmu-ilmu lainnya yang saya dapatkan dalam kegiatan tersebut baik ilmu yang tersurat maupun yang tersirat lainnya. Namun saya hanya manusia biasa yang banyak sekali kekurangannya sehingga hanya ilmu yang sedikit ini yang dapat saya share dan semoga ini dapat menjadikan kita semakin bangga menjadi MUSLIM/MUSLIMAH yang selalu cinta terhadap Al-Qur’an. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah kita miliki…. Karena pada kenyataannya sebanyak apapun kita merasa memiliki ilmu masih jauh-jauh jauh banyaknya lagi adalah ilmunya ALLAH SWT bahkan tidak ada yang akan bisa menandingi ilmu-NYA.
Subhanallah Wal Hamdulillah Allahu Akbar !!!
senyum perpisahan rasa syukurpun terlihat jelas dalam wajah kami..:
Tuing : 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Follow by Email