Minggu, 15 April 2012

Konsep Al-Wala’ Wal-Bara’ Dalam Aqidah Islam

Definisi Al-Wala’ Wal-Bara’ Kata al-wala’ menurut bahasa berarti; mencintai menolong mengikuti mendekat kepada sesuatu. Kata al-wala’ menurut terminologi syariat berarti; penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yg disukai dan diridhoi Allah berupa perkataan perbuatan kepercayaan dan orang.
Wilayah al-wala’; apa yg dicintai Allah. Ciri utama wali Allah; mencintai apa yg dicintai Allah dan membenci apa yg dibenci Allah ia condong dan melakukan semua itu dgn penuh komitmen. Kata al-bara’ menurut bahasa berarti; menjauhi membersihkan diri melepaskan diri memusuhi.
Kata al-bara’ menurut terminologi syariat berarti; penyesuaian diri seorang hamba terhadap apa yg dibenci dan dimurkai Allah dari perkataan perbuatan kepercayaan serta orang. Wilayah al-bara’; apa yg dibenci Allah. Ciri utama al-bara’; membenci apa yg dibenci Allah secara menerus dan penuh komitmen. Pembagian Manusia Berdasarkan Aqidah Al-Wala’ Wal-Bara’ Ada 3 Bagian
1. Orang yg berhak mendapatkan wala’ mutlak Orang mukmin yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah dgn ikhlas krn Allah.
2. Orang yg berhak mendapat wala’ di satu sisi dan bara’ di sisi lain Muslim yg melakukan maksiat yg melalaikan sebagian kewajiban agama melakukan sebagian perbuatan yg diharamkan Allah namun tidak menyebabkan ia menjadi kufur dgn tingkatan kufur besar.
3. Orang yg berhak mendapat bara’ mutlak Orang musyrik kafir Syarat mendapat ‘Kewalian’ dari Allah
1. Berakal
2. Baligh
3. Kesesuaiannya dgn apa yg dicintai dan dibenci Allah
4. Mengetahui dasar-dasar agama
5. Mengetahui masalah-masalah furu’ dalam syariat Islam
6. Mempunyai akhlak terpuji
7. Takut kepada Allah
Tingkat Wali-Wali Allah
1. As-Sabiquun Fil Khairat 2. Al-Muqtashid 3. Az-Zhalimu Linafsihi
Hak-Hak Al-Wala’
1. Hijrah
2. Membantu dan menolong kaum muslimin 3. Terlibat dalam permasalahan kaum muslimin 4. Mencintai kaum muslimin seperti mencintai diri sendiri 5. Tidak mengejek melecehkan mencari aib dan berghibah serta menyebarkan namimah kepada kaum muslimin 6. Mencintai dan selalu berusaha berkumpul bersama kaum muslimin 7. Melakukan apa yg menjadi hak kaum muslimin 8. Bersikap lembut mendoakan serta memohon ampun bagi kaum muslimin 9. Amar ma’ruf nahi munkar serta menasehati kaum muslimin
10. Tidak cari-cari aib dan kesalahan kaum muslimin serta buka rahasia mereka kepada musuh Islam 11. Memperbaiki hubungan di antara kaum muslimin 12. Tidak menyakiti kaum muslimin 13. Bermusyawarah dgn kaum muslimin 14. Ihsan dalam perkataan dan perbuatan 15. Bergabung dalam jamaah kaum muslimin dan tidak berpisah dgn mereka 16. Tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

2 komentar:

  1. Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya meriwayatkan, Asma mengatakan: Ibuku mendatangiku dan ia sangat ingin aku menyambung hubungan dengannya. Kemudian aku menanyakan pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bolehkah aku tetap menjalin hubungan dengannya? Beliau pun menjawab, Iya boleh. Sufyan bin Uyainah mengatakan bahwa setelah itu Allah menurunkan firman-Nya (yang artinya), Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al Mumtahanah: 8′)

    BalasHapus

Follow by Email