Rabu, 28 September 2011

AL-QIYADAH WAL-JUNDIYAH resume

AL-QIYADAH WAL-JUNDIYAH



Kewajiban Beramal Jama’i
kewajiban setiap muslim adalah berdakwah, untuk mencapai tujuan dakwah Islamiyyah ini hanya dapat dicapai dengan adanya jama’ah dan harus melalui Amal Jama’I yang tersusun rapih dan terorganisir. Maka dari itu Amal Jama’I ini adalah wajib. Setiap jama’ah harus memiliki manhaj yang jelas dan bergerak menurut manhaj tersebut. Oleh karena itu pastinya terdapat seorang pemimpin yang merupakan lambing kekuatan, keutuhan, tak lupa pula harus adanya keanggotaan. Karena pemimpin yang kuatpun pastilah ia memiliki anggota-anggota yang kuat.
Amanah dan Tanggung Jawab Pemimpin
Dalam satu jama’ah, pimpinan mempunyai amanah dan beban yang sangat berat karena ia bertanggung jawab memberikan arahan kepada setiap anggota untuk menjalankan langkah-langkah gerakan dan mencapai hasil di bidang dakwah. Ibarat anggota tubuh, maka pemimpin adalah kepala yang berisi otak yang mengorganisir anggota. Besar dan beratnya tanggungjawab pimpinan ditentukan oleh besarnya cita-cita dan tujuan yang akan di capai.
Hal-hal yang Membantu Terlaksananya Tugas Pimpinan:
Ikhlas karena Allah semata, serta selalu benar dan jujur kepada-Nya
Peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah
Memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya
Pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab besar yang dapat mendorongnya untuk selalu menjaga diri dalam memegang amanah
Pimpinan harus memberikan perhatian yang cukup kapada masalah pendidikan (tarbiyah), menyiapkan kader dan calon pengganti.
Pimpinan harus memberikan perhatian yang cukup kapada masalah pendidikan (tarbiyah), menyiapkan kader dan calon pengganti.
Pimpinan harus benar-benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan-persiapan sesuai dengan kemampuan
Para pimpinan pada tingkat cabang atau daerah dan setiap anggota jama’ah harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan pusat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
Pimpinan harus selalu bersungguh-sungguh menyalakan cita-cita, mengukuhkan tekad dan membangkitkan harapan di kalangan anggota jama’ah.
Akhlak dan Sifat-sifat yang Harus Dimiliki Pemimpin
Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena Allah semata.
Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman luas,
berpandangan jauh dan tajam, berwawasan luas, mampu menganalisis berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat menerapkan hasil analisanya dengan baik.
Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah
Sifat bersahabat perlu dimliki para pemimpin
Berani dan sportif, tidak pengecut dan tidak membabi buta
Shidiq
Tawadhdhu
Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan
Menepati janji dan sumpah setia
Sabar
‘Iffah dan kiram
Wara’ dan zuhud
Tidak mengungkit-ungkit dan menyombongkan diri
Memelihara hal-hal yang dimuliakan Allah
Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba
Tekad bulat, tawakkal dan yakin
Sederhana dalam segala hal
Bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur
Menjauhi sikap pesimistis dan over estimasi
Tabiat Gerakan dan Medannya
Harus beriltizam dengan tujuan berdirinya jama’ah
Memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakan dengan seluruh konsekuensinya, tanpa melupakan salah satu aspeknya.
Perlu menjaga tabiat tahapan dakwah Islamiyyah dengan segala tuntutannya
Kewajiban memberikan perhatian serius terhadap pendidikan (Tarbiyyah) di setiap peringkat.
Dana adalah urat nadi ‘Amal Islami.
Pimpinan harus memanfaatkan sebaik-baiknya pengalaman dalam gerakan dan realitas keragaman aktivitas Islami.
Beberapa Petunjuk dalam Bergerak
Pimpinan harus memberikan perhatian menyeluruh kepada tugas dan tanggung jawab supaya dapat melaksanakannya dengan baik dan utuh tanpa melupakan salah satu aspek tanggung jawabnya dalam beramal.Memiliki kepercayaan kuat terhadap tugasnya.Setiap penanggung jawab harus menyusun program kerja lengkap
Tepat dalam memilih petugas yang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik
Pemimpin dituntut mengatur waktu dan urusannya seefektif mungkin
memiliki kecekatan dan kekuatan tekad
pemimpin menumpukkan perhatian kepada usaha yang sangat diperlukan
Berdakwah adalah ibadah kepada Allah
Pemipin harus percaya atas ketinggian moral anggotanya yang bertugas
Pemimpin harus benar-benar meningkatkan cara kerja, mengembangkan sarana dan melengkapinya serta memanfaatkan pengalaman baru yang dapat membantu pencapaian tujuan dalam meninggikan mutu dakwah
Pemimpin tidak boleh membatasi aktivitasnya semata-mata untuk masa sekarang
Pemimpin bertanggung jawab dalam menilai dan mengevaluasi amal dan hasil setiap saat
Petunjuk Pergaulan antara Pemimpin dan Anggota
Pemimpin harus pandai memilih orang yang laik dalam memegang jabatan.
Pemimpin menyelesaikan persoalan tertentu
Tidak boleh bersikap pesimis dan buruk sangka
Memeperbaiki pembagian tugas dan menentukan spesialisasi supaya tidak terjadi tumpang tindih
Menentukan, mengatur dan memudahkan jalur komunikasi di setiap peringkat dan bagian
Pemimpin harus selalu membangkitkan semangat kerja sama yang penuh kejujuran
Pemimpin harus membiasakan diri bermusyawarah dengan para anggota sebelum mengeluarkan keputusan penting
Sangat bermanfaat diadakan pertemuan-pertemuan rutin dengan para anggota
Pemimpin harus memperhatikan setiap orang yang diberi tugas memikul amanah dan cepat menegur petugas yang melakukan kesalahan
Seorang pemimpin perlu meminta pandangan dan saran-saran anggota tertentu yang berguna untuk memperbaiki kelancaran gerakan dan mewujudkan strategi dakwah
Beberapa Persyaratan Pokok Seorang Aktivis
Memahami benar arti komitmennya kepada Islam
Mengenal karakter tahapan dakwah yang sedang dijalaninya dengan segala tuntutannya
Meyakini bahwa kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw. secara benar dan serius adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan umat Islam
Yakin akan kewajiban bergerak membangkitkan iman di dalam jiwa manusia
Harus mengetahui bahwa ‘Amal Jama’i memiliki syarat dan keiltizaman yang harus diketahuinya
Dasar beramal dalam gelanggang ini hanyalah semata-mata karena Allah, bukan karena siapa-siapa
Keharusan dan Prilaku Anggota yang Harus Ditegakkan
Seorang Muslim harus berusaha menjadi seorang Mu’min yang teguh dan yakin terhadap ‘Amal Jama’i dengan segala tuntutannya
Seorang Muslim harus mengetahui secara mendalam segala ketentuan jama’ah
Seorang anggota jama’ah harus melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan dan kelaikan
Seorang Muslim yang menyerahkan hidupnya untuk berjuang karena Allah dan menegakkan kekuasaan agama Allah
anggota jama’ah harus menjadi pelindung terpercaya terhadap tujuan jama’ah
anggota jama’ah harus berani menempatkan dirinya di barisan jihad fi sabilillah
anggota jama’ah berkewajiban menanam dan mempersubur benih cinta mencintai di kalangan sesama anggota serta memperkuat persaudaraan karena Allah
Anggota jama’ah harus membiasakan diri melaksanakan setiap perintah pimpinan jama’ah
Seorang anggota jama’ah harus benar-benar memberikan kepercayaan penuh pada pimpinan jama’ah
Wajib beriltizam dengan sikap adil dan sederhana, tidak keterlaluan dan tidak meremehkan
Berpegang pada semboyan, “ Perbaiki diri dan seru orang lain kepada kebaikan”
Para aktivis wajib menjaga waktunya dengan serius, berdisipli, seluruh urusannya rapi, berguna bagi sesama manusia
Seorang anggota jama’ah harus menghiasi dirinya dengan seluruh akhlaq Islam
Aturan dan Adab Pergaulan Pimpinan dan Anggota
Saling menghormati dan menghargai
Adab pergaulan dan perbincangan. Dalam pembicaraan, orang yang pertama mengajak bicara harus menghadap kepada yang diajak bicara, mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan wajar. Orang yang mendengar harus juga menghadap orang yang mengajak bicara, ia harus diam mendengarkan pembicaraannya dan memperhatikannya
Saling menasihati
Saling mencintai dan bersaudara
Mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota
Tunduk di bawah hukum Allah dan Rasul-Nya
Mengkaji berbagai harakah dan mengembangkan pengalaman
Sistem dan Peraturan
Menyusun peraturan dan mekanisme kerja harus berada dalam kerangka dasar-dasar Islam
Seluruh sistem dan peraturan harus dipandang sebagai sarana dan alat untuk menyusun dan mengatur kerja dan gerakan
Jama’ah harus bergerak sesuai hasil syura, ketentuan dan polesi pimpinan
Peraturan bertujuan untuk mengelakan kekacauan aktivitas yang dapat mengganggu atau bahkan menghancurkan program
Peraturan harus mencakup cara perbaikan bagi setiap kelalaian dan kesalahan
Menyusun peraturan dan sistem perlu diperhitungkan keluwesannya, sehingga dapat memudahkan jama’ah bergerak meraih keberhasilannya
Selama kita masih menghambakan diri kepada Allah, maka keiltizaman kita dengan peraturan dan sistem kerja tersebut adalah bernilai ibadah dan berada di dalam kerangka taat kepada Allah
Pengendalian Pertemuan-Pertemuan
Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan adalah bagian dari beribadah kepada Allah swt
Sebaiknya setiap pertemuan dimulai dengan berdzikir kepada Allah, memohon perlindungan kepada-Nya dari gangguan syetan
Agar pertemuan berjalan tepat waktu, harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya
Harus teliti dalam menyampaikan informasi mengenai waktu dan tempat diadakannya pertemuan
Setiap anggota majlis harus bersungguh-sungguh menghadiri tepat pada waktunya, kecuali berhalangan
Bila suatu pertemuan telah disetujui, perlu ditentukan waktu dimulainya pertemuan, agar setiap anggota dapat mengatur waktu dan kerjanya
Perlu ditentukan agenda pertemuan dengan menulis di papan tulis
Pimpinan pertemuan harus bijak dalam memelihara tata tertib pada waktu berlangsungnya pembahasan acara
Pimpinan acara harus dapat mengarahkan fikiran terhadap agenda pembahasan
Sebelum ditutup hendaknya hasil-hasil keputusan siding dibaca ulang dan ditetapkan waktu dan tempat pertemuan yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email