Sabtu, 09 Juni 2012

Ukhuwwah itu Anugerah :)


Sulit diungkapkan
Sebut saja namanya Dera. Dera duduk di semester dua pada salah satu perguruan tinggi negeri. Hampir genap 1 tahun ayahnya meninggal dunia karena sakit yang di Derita selama kurang lebih 1,5 tahun. Pada awalnya kesedihan itu sangat sulit di hentikan, karena ayahnya itu memang terkenal sebagai seseorang yang baik serta Dermawan terhadap siapa saja, ia tidak pernah kasar terhadap anak-anaknya Banyak sekali para tetangga yang mengakui hal tersebut. Dan seiring berjalannya waktu Dera dan keluarganyapun terbiasa dengan kehidupannya yang tanpa seorang ayah. Dera ,merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia mempunyai kakak laki-laki yang umurnya tidak jauh berbeda dengannya serta adik perempuan yang sekarang masih duduk di kelas satu smp. 
Sebelumnya setelah 1 tahun ayahnya Dera meninggal Alhamdulillah ibu Dera pun berkesempatan untuk melangkahkan kakinya ke baitullah bersama ibunya alm. Ayah (nenek Dera) serta seluruh keluarga besarnya. Itu merupakan rencana yang Allah yang sudah ada dalam aturannya. Namun tidak lama berselang setelah kepulangan ibu dan neneknya Dera dari Baitullah, banyak sekali ujian-ujian dari Allah. Dan ujian itupun berkisar tentang ibunya Dera yang mau menikah lagi. 
Tidak mudah untuk Dera dapat menerima ini semua. Walaupun sejujurnya Derapun selalu berusaha dengan keras agar dapat ikhlas menerima jika memang ayah tiri itu harus ada. Sampai-sampai yang ada dalam otaknya seringkali hanya ada kata-kata:  “Ya Allah Jadikanlah Hamba orang yang ikhlas
Karena semakin bingungnya Derapun tak segan segan mengirim pesan singkat kepada salah satu teman kampusnya dengan harapan mendapatkan pencerahan terhadap masalahnya tersebut. Secara spontan Derapun mengambil hp dan mengetik beberapa kalimat. Isi pesan singkatnya kurang lebih seperti ini: “aslm, ukh kamu tau gak teman kampus kita yang orangtuanya nikah lagi?tanpa malu-malu dan basa-basi pertanyaan itu langsung dikirimnya.  taau, loh tapi memang kenapa Der? “jawabnya. Hhe mau tau aja, memang siapa ya kalo boleh tau? “balas Dera penasaran. Hhmm Aku. tapi kalo aku posisinya ayah yang menikah lagi “jawabnya. seriuss?? Wah kebetulan dong gak salah sasaran kalo gitu. “jawab sumringahnya gini ukh mau Tanya dong gimana caranya kamu bisa ikhlas  menghadapi situasi seperti itu, jujur susah banget nih untuk bisa ikhlas dalam kondisi ini. “tambahnya.  Emang gak mudah Der, tapi kalo aku karena masi kecil waktu itu jadi ga terlalu ngerti sama permasalahan itu jadi aku si terima-terima aja. “jelasnya
Tak cukup dari satu referensi saja Derapun tak segan- segan untuk bertanya kepada beberapa teman yang dianggapnya dapat lebih dewasa menganggapi masalahnya. Dan jawaban merekapun bervariasi.
Oalah waktu begitu cepat ternyata hari pernikahan ibunya Derapun tinggal H-8 jam.. mata Derapun tak henti-hentinya berlinangan air mata. Sangat bingung apa yang harus ia lakukan untuk esok. Harus kemana lagi ia cerita. Yang ada di fikirannya ialah “mau pergi yang jauuuuh dari kondisi ini. Namun itu bukan keputusan yang tepat “iapun menyadarinya.  Dan setanpun sepertinya semakin bersemangat untuk mengompori Dera. Walau Dera sangatlah sadar terhadap apa yang ia lakukan itu kurang baik namun Derapun hanyalah manusia biasa yang selalu mengeluh dan mengeluh.
*Please deh Der lo tuh udah mahasiswi..!!! 
hilangin tuh Egoisnya.. !!!
Setan jangan diikuti !! semakin seneng nanti !!
*Jangan mau Der, nanti ibu lo gak sayang lagi loh sama kalian sebagai anak-anaknya..!!
Jangan mau deh Derr.. !! 
Berbagai kata2pun bermunculan di otaknya, baik positif maupun negative  __-
Akhirnya Dera berinisiatif untuk cerita dengan kaka bimbingannya, dan iapun memberikan saran agar tetap berhusnuzon kepada rencana-rencana Allah. Dan memerintahkan untuk bangun Qiyamul Lail serta meminta petunjuk yang terbaik untuk keluarganya.. 
Tetap semangat pokonya untuk DERAaaaa
Allah bersama prasangka hambanya loooh
Okeh okeh :D
Waktu yang tidak diinginkanpun tiba, acara direncanakan akan mulai sekitar jam 08.00 di KUA terdekat di daerahnya. Namun sulit sekali bagi Dera untuk bergegas menghampiri ibunya. Bahkan dengan mepetnya waktu yang pada saat itu sudah pukul 07.15 Dera sama sekali belum siap-siap, mulai dari baju dan perkakas lainnya, dan parahnya lagi mandipun belum.. hadooh si Dera parah bangat dah.
Tetap semangat untuk Deraaaa !!! Allah Inside U !!! #teriak hati kecilnya#. 
Namun ketika jam 08.00 itu tinggal beberapa detik lagi telpon genggam yang dimilikinya berDering. Bertuliskan “Den Gusti Miscall . secara cepat Derapun mengangkat telponnya. “assalamualaikum Der, jam berapa mulai acaranya? Tanya den gusti (kaka Dera) “waalaikum salam, sekarang kaka ada dimana? Acara mulai jam 08.00 di KUA jawab Dera. “yaudah nanti kaka langsung ke KUAnya ko jelasnya. 
Beberapa detik berselang telpon dari sang kaka di tutup, barulah Dera bergegas menuju kamarnya dan bersiap-siap. Kekuatannya saat itu adalah hanya sang kaka dan adiknya yang pada saat itu sedang melaksanakan UAS di sekolahnya. Setelah ia sudah siap, Dengan perasaan yang tidak gelas berangkatlah Dera bersama rombongan keluarganya menuju KUA. 
Berbagai macam kejanggalan terjadi disana dan hampir saja prosesi akad nikah itu di batalkan. Namun dengan sangat berat hati ternyata prosesi tersebut tetap dilaksanakan. Entah yang dirasakan Dera saat itu sangatlah bermacam-macam. Mulai dari perasaan takut, cemas, was-was (ia pun sadar bahwa semuanya itu berasal dari setan), hanya sedikit sekali terselip dengan perasaan bahagia. 
Tidak banyak dari keluarga Dera yang datang walau hanya untuk menghampiri ibunya dan mengucapkan ucapan selamat. Satu persatu para saudara manyampaikan pendapatnya mengenai ayah baru Dera, berbagai macam pendapat yang mereka sampaikan. Dan mayoritas pendapatnya itu terdengarkan sangat tidak mengenakan bagi Dera, namun ia tidak dapat melakukan apa-apa. Ia hanya berusaha untuk berhusnuzon terhadap rencana Allah. Walau itu sangat sulit dilakukan olehnya.
Ketika keesokannya Dera tetap beraktivitas seperti biasa. Ia berangkat ke kampus, namun tidak lama hanya setengah hari. Dan ada SMS yang datang. 
-Assalamualaikum, Der masi di kampus?
Waalaikum salam, yah baru aja sampai rumah say, kenapa emang?
-Yaaah padahal pengen banget denger cerita kamu .. -__- , besok ke kampus?
Ia, InsyaAllah.. okeh sampe ketemu besok yaaaaaa..
-yup,J
Sekilas isi SMS tersebut.
Dan pada malam harinya, SMS dari temannya itupun datang lagi, dan berkata :
-Deraaaa.
Iya, kenapa?
-Maafin aku yaa.. L
Loh kenapa emang?
-Aku sedih nih
Kenapa? Gara-gara aku yaa..??
-gak ko, QL aja banyakin ya, biar bisa lebih tenang dan diberi kelapangan hati
ssiiip, Insyaallah..
- maaf ya, aku belum bisa jadi teman yang baik buat kamu L
Wushh, salah kalo kamu berfikiran kayak gitu, kamu itu teman yang terbaik buat akuu J SEeMiiLEeee hhe
-jeleeeeeek :P
Cantiiiiiiik..
          Terharu sekali ia pada malam itu, ternyata masi ada teman yang sangat perhatian padanya, terimakasi ya Robb..
Keesokann harinya ketika di kampus. :
Ketika hari menjelang gelap, kita berdua berjalan di parkiran
-Der, aku terlalu sibuk ya? Aku rapat melulu ya?
 Kan kamu emang sibuk.. hhe
-iya, maafin  aku ya. Belum bisa jadi teman yang baik untuk kamu.., gimana ibu kamu, acaranya lancar?
#Raut muka Dera langsng berubah tambah suntuk pada sore hari itu#
Ya gitu deh, (setelah di ceritakan panjang lebar, belum sampai ¼ cerita), tiba-tiba air matapun mengalir di wajahnya.
-huumm,,, mau peluk Deraa.. #sahut temannya, sambil meluk dan ikutan menangis#
Udh kita pulang aja yuk, udh malem #kata Dera seakan mengalihkan pembicaraan#
-yaah mau ngobrol banyak #jawabnyaa#
-yaudah deh, udh malem juga
Yuk kita pulang, yaudah jangan naaangiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis
-ya habis kamunya nangis, aku jadi ikutan nihh 
(pada saat itu keadaan sangatlah HARU)
Mereka berdua pulang beriringan, walau dengan tujuan pulang dan kendaraan yang berbeda hingga ada Gang yang memisahkan perjalanan keduanya. 
Setelah mereka berdua pulang masing-masing. Dera masih terngiang-ngiang dengan tingkah temannya itu yang luar biasa perhatian dengannya. Ia sangat kagum terhadap temannya itu. Air matanya pun Deras berjatuhan bukan lagi karena masalah ibunya tapi atas perhatian yang diberikan oleh temannya tersebut.
( Inilah bukti kekuatan sebuah UKhuah Islamiyah yang sesungguhnya.. ) bisiknya dalam hati. J
 
(Allah Pasti membalas semua kebaikanmu temaaann…) bisiknya lagi J
Tetap bermanfaat!!! 
Tetap menebar semangatttt!!!
Ure the Best!!! 





4 komentar:

  1. Ceritanya bagus, dan ada pesan kebaikan didalamnya. Tinggal diperbaiki lagi. Pisahkan antara alur narasi dan dialog pelaku cerita dengan jelas. Bisa dengan membaginya dalam paragraf yang berbeda, atau dengan menggunakan huruf miring pada kalimat lisan. Tambahan lagi, banyak tanda baca yang kurang tepat penempatannya.

    Saran lagi, kalau Pipit mau posting tulisan di blog, jangan copy-paste dari ketikan di Ms Word. Kalau emang biasa ngetik di Word, coba pindahin dulu ke Notepad, abis itu baru di copy-paste ke blog dan disunting disini.

    Semangat menulis! :)

    http://syahidsundana.blogspot.com/2012/11/tentang-sebuah-ikatan.html

    BalasHapus
  2. Oiya, judulnya jg belum pas tuh, ukhuah apa ukhuwwah? :)

    BalasHapus
  3. hhhe iya ka..
    syukron, insyaAllah bermanfaat banget ilmunya.
    sy biasanya emang dari Mr.word dulu, krn setiap kali nulis ga langsung konek k internet ka.
    wah makasi atas kunjungan dan ilmunya..

    BalasHapus

Follow by Email