Sabtu, 17 November 2012

Yes, Good Job !!


Disadarkan olehnya...

Kami duduk diatas pasir putih salah satu pantai terindah yang pernah saya lihat, awalnya kami saling terdiam tanpa bicara sepatah katapun. Entah apa yang menjadi penyebab saling diamnya kami pada saat itu, yang jelas kedekatan kami berdua bisa dibilang melebihi kedekatan sahabat.

Hmm

Detik berlalu...

Menit berlalu...

Dan akhirnya dia yang memulai membuka pembicaraan dengan beberapa kalimat yang membuat saya terhenjak kaget.

“kalau dalam waktu dekat ini aku nikah, menurutmu gimana?”

#nelan air liur, lalu tersenyum seraya sayapun berkata ”ini mau dijawab dengan ekspresi kaget, atau yang biasa-biasa saja??” #mencoba untuk mencairkan suasana

Namun ternyata tak ada sedikitpun dari wajahnya ekspresi  bercanda dan ia kembali berkata “apa kamu tahu, Masa-masa seperti kita saat ini masih dibilang berada pada posisi .L.A.B.I.L

namun bukan lagi labil dalam konteks labilnya anak SMP dengan virus merah jambu”
Sambil mendengarkan pembicaraannya sayapun berbalik menghadap kearahnya dengan menampakkan wajah kebingungan. 

“sekarang yang ada dalam fikiranku tidak lagi harus menunggu lulus kuliah dulu untuk menikah, hal itu tidak mudah. Aku merasa berat sekali melawan segala macam hawa nafsu setan. Jika saja dalam waktu dekat ini ada yang mengajakku menikah pasti akan kujawab dengan jawaban “ya aku mau menikah denganmu”.

Aku berteman tidak hanya dari kalangan para akhwat-akhwat yang selalu memberikan masukan positif kepadaku namun banyak juga dari mereka yang luar biasa hedonnya.
sementara aku??

Belum lagi banyaknya kenalan, teman dekatku, rekan organisasiku yang mereka semua berlawanan jenis denganku..

aaahh sulit rasanya untuk bisa bertahan agar tidak ikut dengan rayuan syetan.

Aku sadar, sangat sadar bahkan!! jika berdua dalam sebuah ruangan dengan lawan jenis itu tidak baik.!!

Jangankan untuk adanya sebuah hijab, posisi duduk saja seringkali melampaui batas!

YUP 
“inikan masalah organisasi” 

“inikan untuk kepentingan umat juga” 

“inikan untuk khalayak masyarakat banyak” 

“inikan karena untuk mnyeleseikan amanah” 

“inikan... ” “inikan...” “inikan...”

“Astagfirullah al adzim”

“Lalu kesadaran itu untuk apa? “

“Apa untuk di jadikan sebagai penguatan diri tanpa bisa bertindak dengan tegas!! “

“Oh NO! Anda salah”

“Belum lagi untuk masalah berpergian, aku sering berada diposisi untuk harus pergi berdua dengannya, kami hanya berdua dari mulai berangkat, diperjalanan, bahkan ditempat lokasi yaa walaupun di lokasi pada akhirnya banyak teman-teman lainnya yang hadir juga. Tetap saja disekeliling kami ada syetan-syetan yang berkeliaran dengan semangat yang membara untuk menjerumuskan. “

Terhenyak kaget luar biasa saya mendengar penjelasannya dengan tanpa adanya seyum sedikitpun. Iapun melanjutkan pembicaraannya:

 “Okehh tarbiyah aku jalankan, Liqo mingguanpun aku tidak pernah absen, malah akupun berada pada posisi sebagai seorang murrobbiyah. Malu rasanya jika kondisi seperti ini terus-terusan berlanjut”

Suasana kembali sunyi, dan saya tidak bisa berkata sedikitpun
Tiba-tiba dia airmata kami berduapun menetes dengan saling berpandangan 

Beberapa detik kemudian akupun berkata:

“Kita sama sama saling mengingatkan yah, aku sangat butuh seorang sahabat sepertimu. subhanallah semua kata-kata yang kamu lontarkan kepadaku pada teriknya matahari pantai saat ini sangat mnyentuh dan menusuk hati serta membuat otak ini kembali berfikir, terima kasih sahabat.”

Kembali ia menarik bahuku untuk memeluk dengan dekapan yang sangat erat seakan itu merupakan dekapan kasih sayang seorang sahabat sambil berkata “yah kita harus saling mengingatkan” 


I Want To Say:
I Love U 
Because Allah
N
I'll be waiting
until the time came at the right tim
:D'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Follow by Email