Minggu, 31 Juli 2011

‘’Hebatnya Berprasangka baik’’ (posting buletin fsiku)


Kampus Hijau, U-eN-Je *Universitas Negeri Jakarta* Rawamangun Poenya euy ….
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah engkau telah memberikan kemudahan kepada hambamu ini dalam menempuh tingkat yang lebih tinggi lagi. “Ucap Elzaa seketika pada sholat malamnya”
Semenjak kelas 3 sma pada semester 2 datang, Pada saat pula itu teman-teman seangkatannya sudah sibuk mencari kesana-kesini perguruan tinggi mana yang harus mereka tuju, para guru BP pun selalu memberikannya pengarahan tentang hal tersebut, hingga diadakannya Tes Bakat dan Minat. Berbeda Elzaa dengan teman-temanya yang sangat memiliki antusias untuk membicarakan tempat kuliah, pada saat itu ia hanya mendengarkan dan mendengarkan perkataan temannya satu persatu.
Setiap kesempatan mereka berkumpul dengan guru BP, pada saat itu pula pembicaraan dimulai akan tetapi Elzaa memiliki kesulitan untuk mengatakan mau kemanakah ia melanjutkan... sempat ia kesal pada dirinya sendiri akan hal itu, tetapi tidak dapat dihindari lagi dan ia sadar dengan keadaannya dan harus melakukan sesuatu “ Ya Allah, Mudahkanlah hamba dalam urusan ini, dan buanglah segala sifat buruk yang ada pada diri hamba. Amiin ” tidak henti-hentinya ia malafalkan kata-kata itu pada sholatnya karena ia sangat menyakini kalau Allah itu akan selalu menolongnya…
Pada seketika, secara diam-diam ia yang belum pernah ikut-ikutan tes untuk masuk ke perguruan tinggi sama sekali itu memberanikan diri untuk mencoba melangkahkan kakinya mencari informasi melalui media internet tentang jalur apa yang harus ia ambil. Dan karena ia memiliki orang tua yang kurang berpendidikan, maka akhirnya iapun mengambil jalur yang dirasanya dapat ia lakukan dengan uang sendiri. Ia tidak menggantungkan harapan besar pada pilihannya itu, akan tetapi dia selalu yakin kalau Allah itu selalu memberikannya tempat yang terbaik …
Tepat pada hari senin, hasil tersebut seharusnya sudah dapat diketahui olehnya, akan tetapi banyak kabar yang menyatakan bahwa teman-temannya tersebut tidak ada satupun yang di terima, disinilah hebatnya Elzaa, ia seakan-akan selalu mendapatkan sesuatu di luar dugaan kebanyakan orang. Mungkin karena secara tidak disadarinya ia selalu menggantungkan harapannya kepada Allah setelah ia merasa bahwa usahanya itu sudah cukup, yang pada intinya disini adalah “hebatnya berprasangka baik kepada Allah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email